Loading...

Memahami Prinsip Visualisasi Dalam Presentasi

Memahami Prinsip Visualisasi Dalam Presentasi
Saat ini presentasi sudah menjadi kegiatan wajib bagi penyuluh pertanian. Anda menyampaikan materi ke petani melalui presentasi. Menyampaikan laporan lewat presentasi, mengajukan proposal juga lewat presentasi. Sukses tidaknya materi yang diterima oleh petani bisa jadi sangat tergantung dari presentasi Anda.Mungkin saja Anda sudah bekerja keras dan sungguh-sungguh, namun hal itu hanya diketahui oleh orang-orang yang bekerja langsung dengan Anda. Misalnya atasan langsung atau rekan sejawat Anda. Sedangkan orang lain seperti petani, atau bahkan penyuluh di WKPP lainnya hanya bisa "merasakan" keras tidaknya usaha Anda lewat presentasi. Jangan sampai usaha Anda tidak mendapat apresiasi yang selayaknya. Untuk itu, dalam sebuah presentasi yang baik, Anda perlu memahami dan menguasai teknik melakukan visualisasi.Dengan visualisasi, audiens akan mudah memahami apa yang Anda sampaikan. Jika mereka mengerti, maka lebih besar peluang untuk membuat mereka yakin dengan ide dan gagasan Anda. Pada akhirnya, audiens yang sama akan mengikuti ajakan Anda atau Call to Action yang Anda sampaikan.Apa Itu Visualisasi?Secara sederhana visualisasi adalah membuat slide Anda mudah dipahami dan dibayangkan lewat visual yang tepat. Manusia berpikir lewat berbagai stimulus yang masuk. Ketika Anda berpresentasi, audiens mencoba memahami penjelasan Anda dan slide yang Anda tampilkan di layar.Karena itu, visualisasi erat kaitannya dengan pembuatan slide yang baik dan efektif. Kita tidak berbicara tentang slide yang indah di sini. Melainkan slide yang fungsional dan tepat sasaran. Apalagi sebagai seorang yang berkecimpung di lapangan langsung tentu waktu Anda sangat terbatas dalam membuat slide presentasi.Slide yang dibuat tanpa visualisasi dan hanya menggunakan tulisan. Slide seperti itu selain sangat membosankan, juga tidak bisa dibayangkan. Setelah Anda berpindah ke slide berikutnya dan mengakhiri presentasi, sangat kecil kemungkinan audiens mengerti dan memahami apa yang Anda sampaikan.Slide yang menggunakan visualisasi. Audiens berusaha menghubungkan antara penjelasan Anda dengan visualisasi berupa gambar yang Anda pakai. Setelah Anda berpindah ke slide lain dan mengakhiri presentasi, audiens masih bisa membayangkan visualisasi Anda. Karena mereka mengerti ketika dijelaskan, maka mereka masih tetap ingat apa yang Anda sampaikan.Mengapa Visualisasi Itu Penting?Dokter John Medina, seorang pakar cara kerja otak dalam bukunya yang terkenal Brain Rules menyampaikan bahwa otak manusia tidak suka sesuatu yang membosankan. Manusia tidak dapat memusatkan perhatian pada hal-hal yang membosankan. Termasuk slide yang Anda pakai.Ketika slide Anda penuh dengan tulisan, sebenarnya Anda tidak sedang mengajak audiens memahami dan membayangkan. Melainkan Anda menyuruh audiens untuk membaca. Parahnya lagi, kadang saking banyaknya tulisan menjadi sulit dibaca sehingga membuat sakit mata dan kepala.Lewat visualisasi yang baik, slide menjadi lebih mudah dibayangkan. Audiens atau petani tidak bosan karena visual yang ditampilkan mengajak mereka berpikir, memahami dan pada akhirnya membayangkan apa yang sedang Anda jelaskan. Inilah kerjasama yang baik antara visualisasi slide yang baik dengan penjelasan seorang presenter. Dengan visualisasi, audiens menjadi lebih bersemangat mendengarkan Anda. Akan terciptahubungan yang lebih baik, lebih kuat atau bahasa kerennya tercipta engagement. Tugas Anda untuk membuat audiens paham dan yakin dengan gagasan Anda menjadi jauh lebih mudah ( Bima Shakti)Sumber Tulisan : https://www.presentasi.net