Rendahnya tingkat penerapan teknologi factor iklim sangat mempengaruhi produksi jagung di Parambahan karena pada daerah ini jagung ditanam pada sawah tadah hujan atau dilahan tegalan yang tidak dapat diairi. Dengan memberikan konsultasi kepada kelompoktani diharapkan penerapan inovasi teknologi dapat dilaksanakan secara optimal. Dengan demikian produktifitas dapat ditingkatkan dari 4 ton/ha menjadi 9 ton/ha. Inovasi teknologi yang dapat digunakan untuk memaksimalkan produksi dan produktivitas tanaman jagung yang paling sederhana adalah melalui Pengapuran Terpadu Pada Tanaman Jagung. Adapun komponen teknologi pengapuran tersebut adalah sebagai berikut: 1). Penggunaan kapur pertanian 2 ton / ha. 2). Penggunaan pupuk kandang yang telah matang 5 ton/ha atau kompos jerami 5 ton/ha ditambah cincangan titonia 10 ton segar/ha. 3). Penggunaan pupuk buatan berupa dengan dosis yang sesuai spesifik lokasi. 4).Penggunaan benih jagung hibrida kualitas tinggi, Bisi 20 kg / ha. 5). Perlakuan benih sebelum ditanam. 5). Cukup air (hujan atau diairi). Adapun Teknis Budidaya Yang Biasa Dilakukan untuk memaksimalkan produktivitas tanaman jagung tersebut adalah: 1). Benih jagung hibrida NK 212 sebanyak 20 kg /ha 2). Jarak tanam 70 x 40 cm ( 2 biji/lobang) 3). Pemupukan urea 75 kg /ha, NPK Ponska 75 kg /ha, Waktu pemberian pupuk umur 25 HST, Cara pemberian dengan menumpuk dikaki tanaman sebanyak 2,5 gr/rumpun. Setelah dipupuk ditutup dengan tanah bumbunan dan kemudian dilakukan Penyiangan dengan herbisida kontak 5 cc/lt air dan Dalam kondisi air cukup dan gangguan hama dibawah ambang ekonomis biasanya menghasilkan 4 ton jagung pipilan kering / ha Agar petani dapat pula menghasilkan 9 ton jagung pipilan kering /ha maka disarankan untuk melaksanakan runtutan teknologi pengapuran terpadu sebagai berikut;1). Penggunaan Kapur Dolomit yaitu Pemberian kapur kedalam tanah bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah secara fisika, kimia dan hayati terutama untuk merangsang pertumbuhan akar agar mampu menyerap unsur hara secara maksimal . Kapur dolomite diberikan dengan cara menaburkan pada larikan tanaman dengan dosis 2 ton/ha. Perbaikan secara fisika oleh kapur untuk memantapkan struktur tanah, sehingga mampu memperbesar infiltrasi , mengurangi aliran air permukaan dan erosi. Sesungguhnya yang menjadi penyebab utama tergerusnya kesuburan tanah di suatu hamparan lahan adalah aliran permukaan yang menyebabkan unsur hara tanah terbawa hanyut karena tererosi. Sebaliknya dengan pengapuran tanah menjadi lebih gembur sehingga mampu menyerap air lebih banyak dan tidak cepat kering. Perbaikan kesuburan tanah secara kimia menaikkan PH tanah, mengurangi kelarutan alumunium yang bersifat racun bagi akar tanaman . Pada kondisi keasaman tanah berada pada derajat 5 – 7 dapat membantu proses penguraian unsure hara dalam tanah sehingga lebih mudah dan lebih cepat dapat diserap oleh akar tanaman. Pemberian kapur juga berpengaruh terhadap kesuburan hayati tanah karena kapur dapat meningkatkan aktifitas organism tanah seperti cacing-cacinan, bakteri pelarut fospat, bakteri pengikat N sehingga ketersediaan unsur hara lebih. 2). Penggunaan Pupuk Organik yakni Penggunaan pupuk organic seperti pupuk kandang pupuk hijau titonia, kompos jerami dll juga dapat memperbaiki kesuburan tanah secara fisika, kimia dan hayati. Perbaikan sacara fisika oleh pupuk organic berupa pemantapan struktur tanah, mengurangi bobot volume artinya tanah lebih ringan, serta dapat meningkatkan kemampuan menahan air. Perbaikan secara kimia berupa peningkatan kapasitas tukar kation dan ketyersediaan unsure hara tanaman. Dengan demikian dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan. Pupuk kandang dapat diberikan 5 ton/ha dengan cara ditaburkan pada larikan tanaman sebelum penanaman. 3). Penggunaan Pupuk Buatan yaitu Penggunaan pupuk buatan tidak dapat sepenuhnya ditinggalkan karena pupuk buatan dapat menyediakan kebutuhan unsur hara dalam kadar yang tinggi serta dalam tempo yan singkat. Akan tetapi penggunaannya dapat dikurangi dengan penggunaan pupuk organic dan pengapuran. Berdasarkan hasil penelitian di Kelompok Air Mata Duyung Parambahan dan Kelompoktani Tabek Ganggam di Cubadak penggunaan pupuk buatan sebagai berikut; Urea 50 kg + SP36 50 kg + KCL 50 Kg + Kaserit 50 kg . Campuran pupuk diberikan setengahnya umur 7 – 10 HST dan sisanya diberikan umur 40 -45 HST lalu ditimbun dengan tanah . 4). Penggunaan Varitas Unggul. Varitas unggul hasil rakayasa genetic ditujukan agar dapat memberikan hasil yang tinggi makin tinggi potensi hasil yang dapat dicapai oleh suatu varitas tentu harganya akan lebih mahal dibanding yang potensi hasilnya lebih rendah. Kenyataannya varitas NK 212 potensi hasilnya lebih rendah dibandingkan varitas BISI. Walaupun harganya lebih mahal. Untuk dapat memberikan hasil yang tinggi biasanya suatu varitas juga mempunyai sifat rakus terhadap unsure hara. Oleh sebab itu penggunaan varitas unggul harus diikuti dengan pemberian pupuk yang optimal, kalu tidak tentu hasilnya tidak berbeda dengan varitas local lainnya 5). Pencegahan gangguan Hama dan PenyakitHama yang sering menyerang tanaman jagung di Parambahan biasanya orong-orong, jengkrik serta serangga tanah lainnya pemakan biji yang baru ditanam atau ketika biji mulai berkecambah. Untuk pencegahannya perlu diberi perlakuan dengan menggunakan insektisida Regen yang khusus diproduksi untuk perlakuan benih. Caranya adalah tiap 1 kg benih jagung sebelum ditanam di campurkan dengan 1 sendok larutan regen . Penyakit yang sering menyerang tanaman jagung adalah penyakit Bulai. Untuk pencegahannya setelah tanaman berumur 15 hari disemprot dengan campuran 1,5 gr Fungisida Ridomil/lt air. 6)Kebutuhan Air. Air adalah kebutuhan pokok seluruh makhluk hidup apapun jenisnya. Begitu pula pada tanaman jagung. Berapapun kapur, pupuk organic dan anorganik serta pupuk kandang yang diberikan kedalam tanah tidak akan memberi manfaat kalau tanah dalam keadaan kekeringan. Malah sebaliknya dapat menimbulkan kerusakan pada perakaran tanaman. Apabila lahan yang digunakan merupakan lahan kering atau sawah tadah hujan maka untuk mengantisipasi dampak kekeringan tanamlah jagung pada musim hujan. Adapun tanda-tanda musim hujan telah datang adalah. Bila curah hujan selama 10 hari telah mencapai jumlah 50 mm dan berturut-turut pada 2 kali sepuluh hari berikutnya . Atau dengan kata lain selama 30 hari jumlah hujan mencapai 150 mm dengan sifat merata ( 50 mm selama 10 hari ). Jangan percaya walau turun hujan lebat kalau tidak memenuhi kereteria tersebut berarti bersifat hujan tipuan. Datang dengan tiba-tiba dan kering berminggu-minggu. (Penulis: Vesmotanilda. SPt Penyuluh Pertanian Nagari Limo Kaum II)