BPP KOTIM: Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tanggamus Nomor: B.354/37/08/2020 yang menetapkan lokasi aksi stunting yang tersebar di 26 Pekon dalam 9 kecamatan. Kecamatan Kota Timur (Kotim) masuk dalam salah satu tempat atau locus aksi stunting. Di kecamatan ini ada lima pekon yang masuk desa aksi stunting yaitu Karta, Sukabanjar, Kagungan, Mulang Maya dan Tanjung Anom. Di dalam SK Bupati tersebut, menegaskan seluruh program baik tingkat pekon hingga kabupaten agar fokus untuk menurunkan kasus stunting di locus locus tersebut. Menyikapi hal tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kotim bersama PT Tirta Investama Aqua Danone melalui vendornya yaitu Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) menggelar pembinaan ke pekon pekon stunting. Salah satunya, hari ini, Kamis (14/04) di Pekon Mulang Maya. Tepatnya di Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi. KWT Embun Pagi selain mendapat program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dari Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten Tanggamus juga mendapat bantuan sarana produksi sayuran pekarangan dari Program Kebun Sayur, Buah dan Tanaman Obat Keluarga yang disingkat Program “Kesurga”. Kegiatan Kesurga merupakan Corporate Social Responsibillity (CSR) PT Tirta Investama Aqua Danone. Pembinaan kwt ini dihadiri Plt. Koordinator BPP Kotim, Sekretaris Pekon Mulang Maya, Penyuluh Pertanian, staf lapangan IPDMIP dan Team dari YKWS. Pembinaan ini bermaksud untuk menjalin silaturahmi dan memberikan edukasi kepada anggota kwt agar mampu menjadi kwt yang maju, mandiri dan modern. Di hadapan 20 anggota kwt, Plt. Koordinator BPP Kotim Roni Sepriyono, SP mengatakan agar kwt menjadi wadah belajar mengajar bagi anggotanya untuk pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) serta menjadi wahana kerjasama antaranggota maupun antarkwt lain dan pihak lain. “Fungsi utama kelembagaan petani termasuk kwt adalah wahana produksi, wahana belajar dan wahana kerjasama,” tegas Bung Roni, sapaan akrab Koordinator BPP Kotim ini. Hal ini dibenarkan oleh Azhar selaku perwakilan aparat pekon. “Dengan tiga fungsi utama tersebut kami berharap KWT Embun Pagi bisa menjadi penggerak kemajuan pertanian di tingkat pekon,” terang Azhar. Sekretaris pekon ini menambahkan pihak pekon sangat berterimakasih kepada pihak pertanian daerah dan pihak swasta yang ikut membantu pertanian di Pekon Mulang Maya terutama untuk ibu ibu tani. “KWT Embun Pagi terbentuk dari semangat ibu ibu tani dan butuh bimbingan serta bantuan agar tetap eksis dan berkelanjutan,” harap Azhar. Sementara dari Koordinator Program Kesurga, Deden Ariston mengharapkan bantuan CSR dari PT Danone dapat membantu keluarga tani yang terkena stunting. “Kita berharap pekon ini akan terbebas dari masalah stunting dan kegiatan ini berdampak positif bagi peningkatan kesehatan dan ekonomi keluarga tani terkhusus yang tergabung dalam KWT Embun Pagi,” terang pria berkacamata ini. Fajarudin, S.TP, selaku Penyuluh Pendamping Pekon Mulang Maya menyempatkan memberi materi tentang pupuk dan pestisida organik. “Kita manfaatkan jerami padi untuk bahan pupuk organik, dan nantinya tidak kita lihat dan dengar lagi ada petani di pekon ini yang membakar jerami,” tegas Fajar. Setelah pemberian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembenahan lokasi demplot tanaman sayuran. Erma selaku ketua KWT Embun Pagi langsung memimpin kegiatan ini. Erma sangat berterimakasih atas perhatian pemerintah daerah dalam hal ini dinas pertanian dan pihak swasta yang membantu kwt yang dipimpinnya. Reporter : Rani Agustin (Staf Lapangan IPDMIP).