( Ponorogo)-Pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan produk unggulan dengan menggerakan usaha mandiri untuk mengembangkan tanaman buah naga yang dilaksanakan melalui kelompok. Upaya pengembangan agribisnis bidang Hortikultura di pedesaan , optimalisasi lahan pekarangan dan intensifikasi pekarangan. Pemerintah sejauh ini menilai pengembangan tanaman buah naga masih jauh dari harapan, untuk nama kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan ini memang tidak begitu terkenal kecuali adanya keberadaan sekolah SPMA (dulu) SMK Pemkab (sekarang). Namun dengan segala upaya untuk memperkenalkan tanaman tersebut, Memang kepemilikan buah naga ini sifatnya sampingan bukan tanam yang di tanam secara intensif jadi sifatnya hanya tanaman pelindung atau tanaman samben. Sebetulnya tanaman buah Naga mempunya nilai jual tinggi baik di super market atau di pasar, namun karena penangannanya kurang serius maka tanaman ini tidak menghasilkan. Konsumsi jadi rendah. Apabila pengembangan kampung buah naga ini bisa berjalan dengan lancar dan antusias penduduk setempat cukup memberikan kontribusi dalam memacu tanaman buah naga untuk dukuh gondo tanjung dan sejanjang. Menghadapi konddisi tersebut menurut Kepala Kelurahan Setono, Joko Setiawan,S.STP.Msi, yang ganteng dan Muda saat diwawancara di ruang kerjanya mengatakan "Sangat setuju dan perlu upaya terobosan agar Kel. Setono lebih maju dan bisa mensejahterakan warganya, karena potensi tanaman sudah ada cuma perlu dilakukan adalah penyediaan bibit dari Dinas Pertanian atau di musrenbang bisa dijadwalkan" tukasnya , sedangkan di dukuh Gondo Tanjung sudah ada yang punya bibit tersebut. Bahkan tanaman bisa dijamin karena P. Bambang Susetyo sudah pengalaman malang melintang tentang buah Naga, tinggal kesiapan petani, setiap pekarangan untuk ditanaman per-kepala keluarga 2-3 tanaman. Buah naga ini cara budidayanya sangatlah mudah, tahan terhadap kekurangan air, tidak membutuhkan tempat yang luas, harga jual buah masih cukup tinggi bisa sampai Rp 23.000,-/kg, memang petani ada yang merasa keberatan yaitu membuat tiang cor setinggi 2 m ( 10x10cm), namun bisa di sikapi dengan penggunakan bamboo di cord dan di beri ototan agar bisa berdiri tegak. " Semoga Kelurahan Setono bisa merubah wajah dan memberikan kontribusi kepada petani" ditulis Oleh : Joesoef Soegiarto,SP/www.joesoefsoegiarto@yahoo.com/ E-mail : bpkjenangan@ymail.com