Loading...

MEMBANGUN INSTALASI BIOGAS

MEMBANGUN INSTALASI BIOGAS
Kotoran ternak yang ditumpuk atau dikumpulkan begitu saja dalam beberapa waktu tertentu dengan sendirinya akan membentuk gas metan. Namun, karena tidak ditampung, gas itu akan hilang menguap ke udara. Karena itu, untuk menampung gas yang terbentuk dari kotoran sapi dapat dibuat beberapa model konstruksi alat penghasil biogas. Berdasarkan cara pengisian, ada dua jenis digester (pengolah gas), yaitu batch fedding dan continious fedding.Batch Fedding adalah jenis digester yang pengisian bahan organic (campuran kotoran ternak dan air) dilakukan sekali sampai penuh, kemudian ditunggu sampai biogas dihasilkan. Setelah biogas tidak berproduksi lagi atau produksinya sangat rendah, isian digester dibongkar, lalu diisi kembali dengan bahan organik yang baru.Sedangkan Continious Fedding, yaitu jenis digester yang pengisian bahan organiknya dilakukan setiap hari dalam jumlah tertentu, setelah biogas mulai berproduksi. Pada pengisian awal digester diisi penuh, lalu ditunggu sampai biogas berproduksi. Setelah berproduksi, pengisian bahan organic dilakukan secara kontinyu setiap hari dengan jumlah tertentu. Setiap pengisian bahan organic yang baru akan selalu diikuti pengeluaran bahan sisa (sludge). Karena itu, jenis digeter ini akan didesain dengan membuat lubang pemasukan dan lubang pengeluaran. Sludge adalah cairan lumpur yang keluar dari digester yang telah mengalami fermentasi. Sludge bisa dipisahkan menjadi bagian padatan dan cairan yang semuanya dapat dimanfaatkan langsung sebagai pupuk tanaman, yaitu pupuk organik padat dan pupuk organic cair.Model yang banyak dipakai dalam membangun instalasi biogas di Indonesia adalah Model Continious Feeding. Untuk membangun instalasi biogas, berikut ini tahapan pembangunnya.Menentukan Lokasi. Lokasi yang akan dibangun sebaiknya tidak jauh dari kandang sehingga kotoran ternak dapat langsung disalurkan ke digester. Tidak menutup kemungkinan untuk membangun instalasi biogas jauh dari kendang ternak. Namun kendala yang harus dihadapi, penyediaan bahan kotoran ternak perlu diangkut dari kendang ke lokasi digester. Di lokasi ini harus juga dibangun tempat untuk menampung sludge (sisa) dari digester. Untuk membangun instalasi biogas diperlukan lahan sekitar 18 m2.Membuat Sumur Digester. Sumur digester adalah tempat untuk menampung dan tempat memfermentasi bahan organic. Digester harus mampu menampung kotoran ternak yang dialirkan secara kontinyu dari kandang. Digester dibuat di dalam tanah yang digali sehingga posisinya lebih rendah dari kandang. Dengan demikian kotoran ternak dari kandang dapat langsung mengalir ke dalam digester. Digester bisa dibentuk bulat seperti sumur atau berbentuk segi empat. Namun, sebagian besar digester berbentuk bulat dengan diameter 3 meter dan kedalaman 2 meter. Lubang digester sebaiknya dibuat dengan jarak 30 meter dari dapur atau tempat kompor.Memasang Konstruksi Bangunan. Di dalam lubang yang dudah digali, dibuat konstruksi pondasi dari batu kali di bagian dasar dan bata merah di dindingnya. Disiapkan juga lubang pengeluaran dan pemasukan bahan. Dinding lubang yang sudah diberi bata merah harus diplester menggunakan campuran pasir dan semen sehingga rapat dan kokoh. Digester ini harus kuat dan kedap udara. Agar kedap udara, dinding yang sudah diplester diaci dengan semen, kemudian didempul dan dicat menggunakan cat khusus kolam renang.Membuat Kubah Penampung. Kubah penampung gas dibangun langsung menutup digester sehingga digester dan penampung gas menyatu. Tinggi kubah biasanya 1 meter. Kubah dibuat menggunakan rangka kayu yang dilapisi triplek. Sebagai penguat dipasang rangka besi. Selanjutnya rangka kubah dicor supaya kuat dan dapat menahan tekanan gas. Jangan lupa untuk membuat lubang penyaluran gas dipuncak kubah. Lubang ini terbuat dari pipa besi yang dilengkapi dengan kran pengatur. Apabila kubah hasil pengecoran sudah kering, rangka kayu dan triplek yang ada dalam lubang digester dilepas dan dibersihkan melalui lubang pengeluaran bahan organic. Dinding kubah bagian ndalam dan bagian luar harus dilapisi semen, dempul dan cat kolam renang sehingga tidak bocor.Memasang Instalasi Pipa Gas. Kran yang ada diatas kubah disambung dengan pipa (bisa paralon atau pipa besi yang berukuran ½ inch untuk menyalurkan gas ke kompor yang ada didapur. Pemasangan pipa harus benar-benar rapat dan kuat agar gas tidak bocor. Jenis kompor dipakai berupa kompor gas yang biasa dipakai untuk gas elpiji. Sebelum masuk ke kompor, pipa gas disambung dulu dengan selang plastic (seperti selang pada gas elpiji) dengan ukuran lebih kecil dari ½ inch. Selang plastic ini bisa langsung dihubungkan ke kompor. Dibagian sambungan harus dipasang kran.Edizal – Pusat Penyuluhan PertanianLiteratur : Simamora,S., Salundi, Sri,.W, dan Surajudin. “Membuat Biogas Pengganti Bahan Bakar Minyak dan Gas dari Kotoran Ternak”. Penerbit Agro Media Pustaka – Jakarta, 2008