Kondisi lahan pertanian di Indonesiasaat ini sudah banyak mengalami proses tergradasi kesuburan, ini dilihat dari sebagian besar tanaman tidak dapat memanfaatkan pupuk secara maksimal, hal ini disebabkan tingginya curah hujan yang menyebabkan banyak unsur hara dalam bentuk kation-kation basa yang ikut tercuci. Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi banyak mengandung ion H+ dan tanah menjadi masam. Pada kondisi tanah yang masam, banyak anion Al 3+ dan Fe 3+ didalam tanah yang dapat mengikat ion H2PO4 yang berasal dari pupuk P, akibatnya sebagian kecil saja pupuk P yang dapat diserap tanaman. Pada kondisi tanah dengan curah hujan rendah biasanya tanah banyak mengandung kapur (tanah alkalin), kation Ca 2+ yang banyak pada tanah tersebut akan mengikat unsur P akibatnya ketersediaan P dalam tanah rendah. Unsur P bagi tanaman sangat penting diantaranya untuk pembelahan sel, perkembangan akar, pembentukan bunga dan buah, juga biji. Tanah majemuk mempunyai tingkat kesuburan lahan masam rendah dan miskin biota tanah. Nilai pH tanah rendah sehingga kandungan Fe dan Mn tinggi dalam batas meracuni tanaman. Kadar Al tinggi di atas 20% sehingga akar tanaman kurang berkembang dan ketersediaan hara makro N, P, K, Ca dan Mg rendah. Di Indonesia ada sekitar 103 juta ha lahan kering masam, dan ada sekitar 18,5 juta ha yang sesuai untuk pengembangan tanaman pangan. Sebagian besar tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Papua. Sudah banyak yang ditanami tanaman pangan seperti ubikayu, jagung, padi gogo, dan tanaman perkebunan seperti karet, sawit dan tebu, serta lainnya masih berupa hutan, semak belukar atau padang alang-alang. Pengukuran Untuk Mengetahu pH Tanah Dengan Kertas LakmusPengukuran pH tanah menggunakan kertas lakmus memiliki keakuratan yang lebih tinggiCara melakukan Pengukuran pH tanah sebagai berikut;1. Ambillah tanah kering yang berada di bagian ujung dan tegah lahan tanah yang ingin anda uji pH nya. Setelah itu, campurkan tanah yang anda dapat tersebut menjadi satu. Kemudian, jemur selama beberapa jam hingga kering.2. Sampel yang digunakan untuk pengukuran merupakan sampel yang dapat mewakili lahan tanah yang ingin kita ukur pH nya.3. campurkan tanah dan air dengan perbanding 1:1, ke dalam gelas atau wadah dan aduk-aduk menggunakan sendok hingga tercampur rata.4. Diamkan beberapa menit agar tanah mengendap di dasar wadah atau campuran air dan tanah tersebut terpisah, setelah tanah mengendap dan air sudah agak jernih, masukkan ujung kertas lakmus ke dalam air, namun jangan sampai menyentuh tanahnya. Lakukan proses tersebut kurang lebih selama 1 menit, kemudian, tunggulah beberapa saat hingga kertas lakmus tersebut berubah warna.5. Setelah warna pada kertas lakmus stabil, sesuaikan warna pada kertas lakmus pada bagan warna penunjuknya.6. Untuk mengetahui pH tanah anda berapa pH tanah tinggal menentukan Nilai skala pH antara 0 -14. Sifat asam pada tanah mempunyai nilai pH 0 -7 dan sifat basa pada tanah mempunyai nilai pH 7 – 14.7. Tanah yang memiliki nilai pH yang semakin tinggi, maka unsur hara akan semakin sulit diserap oleh tanaman. Begitu juga sebaliknya jika tanah memiliki nilai pH semakin rendah, maka akar tanaman akan sulit untuk menyerap makanan yang ada di tanah. Oleh karena itu, tanah yang baik untuk tanaman adalah tanah yang memiliki nilai pH sedang atau cenderung netral.Setelah kita mengukur pH tanah dan telah kita ketahui keasamannya lalu apa yang akan kita perbuat pada tanah kita tersebut?Jika pH tanah yang kita ukur tadi tidak sesuai harapan kita tentunya kita akan mencoba mengubah pH tanah tersebut sesuai dengan yang kita harapkan. Sebenarnya setiap tanaman memerlukan pH tertentu yang spesifik untuk pertumbuahnnya yang optimal, akan tetapi pH tanah yang ideal untuk semua jenis tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura di Indonesia adalah antara 6 sampai 7. Jika pH tanah kita sudah menyimpang dari kisaran tersebut maka segeralah mengatasinya. Sebagai contoh jika pH tanah dibawah 6 itu berarti tanah masam dan jika lebih dari 7 berarti basa. Mengatasi Tanah MasamPengapuran untuk meningkatkan pH dan mengatasi keracunan Al. Untuk mengatasi kendala kemasaman dan kejenuhan Al yang tinggi dapat dilakukan pengapuran. Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah, umumnya sekitar 3 t/ha, berkisar antara 1-5t/ha. Kapur yang baik adalah kapur magnesium atau dolomit yang dapat sekaligus mensuplai Ca dan Mg.Pemberian Bahan Organik. Pupuk organik yang digunakan adalah pupuk hijau, kotoran ternak, bagas, dan sebagainya. Pemberian Pupuk Procal, untuk meningkatkan ketersediaan hara pada tanaman perlu memperhatikan pH dan dosis pemakaian (Kg/Ha); bila pH tanah Cara aplikasi Procal pengolahan lahan yaitu dengan cara;Procal disebar dipermukaan tanah yang baru dibajak, kemudian dicampur rata dengan tanah olahan hingga rata atau dilarutkan dalam air dan disiramkan ke permukaan tanah dengan menggunakan gembor/embrat.Penulis : Dalmadi BBP2TP BogorEmail. dmdl2011@yahoo.comSumber Bacaan dan foto : Balitbangtan , dan sumber lainnya