Loading...

MEMBUAT FORMULA RANSUM SAPI POTONG

MEMBUAT FORMULA RANSUM  SAPI POTONG
Pakan memiliki peran yang sangat menentukan dalam keberhasilan usahaternak. Tak terkecuali usahaternak sapi potong. Porsi biayanya pun sangat besar jika dibandingkan dengan faktor produksi yang lain. Bahkan, hingga 60-80% biaya produksi suatu usaha peternakan ditentukan oleh biaya pakan.Pakan yang baik hendaklah memenuhi syarat yang cukup, baik kuantitas maupun kualitas. Selain itu, harus seimbang dengan harganya yang murah (balance least cost ration), yaitu memiliki kandungan nutrien yang cukup, serta menggunakan bahan pakan yang seimbang serta harganya yang rendah. Untuk menghasilkan pakan yang seimbang dan murah maka harus menggunakan bahan pakan yang tersedia, mudah diperoleh dan berkualitas.Pakan sapi potong, yang berbahan baku jerami padi, bungkil kelapa dan dedak halus, pemberiannya harus berdasarkan susunan formula ransum (forsum) yang pas sesuai kebutuhan ternaknya. Untuk ternak sapi potong dengan bobot badan 300 kg, dan kenaikan berat badan yang diinginkan 500 gram/ hari misalnya, perlu beberapa langkah dalam membuat forsum-nya. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :1. Mengidentifikasi kebutuhan zat nutrien ternak. Berdasarkan Tabel diperoleh bahwa kebutuhan nutrisi sapi bobot 300 kg dengan pertambahanan berat badan per hari (PBBH) 500 gram atau 0,5 kg adalah sebagai berikut: BB (kg) PBBH (kg) BK (kg) TDN (kg) PK (gram) Ca (gram) P (gram)300 0,5 7,1 3,8 423 14 14Keterangan :BH : Berat Badan; PBBH : Pertambahan Berat Badan per Hari; BK : Bahan Kering; TDN : Total Digestible Nutrition; PK : Protein Kasar 2. Mengidentifikasi komposisi zat nutrien : jerami padi, bungkil kelapa, dan bekatul. Berdasarkan Tabel diperoleh informasi bahwa kandungan nutrien jerami padi, dedak halus, dan bungkil kelapa adalah sebagai berikut :Bahan Pakan BK (kg) TDN (kg) PK (gram) Ca (gram) P (gram)JeramiDedak halusBungkil kelapa 608686 2,46,319,9 5960,578,3 0,210,700,30 0,081,50,6 3. Menghitung konsumsi bahan kering jerami padi. Konsumsi bahan kering jerami padi = 1,33 % X 300 = 3,99 kg ? 4 kg. Kemudian dihitung zat–zat makanan yang dapat disediakan oleh 4 kg BK jerami padi dan dibandingkan dengan kebutuhan.Uraian BK (kg) TDN (kg) PK (gram) Ca (gram) P (gram)Kebutuhan NutrienTersedia dari jerami Kekurangan 7,143,1 3,82,41,4 42396327 1486 14311 Kekurangan bahan kering (BK) sebesar 3 kg dan protein kasar (PK) sebesar 327 gram tersebut, harus dipenuhi oleh campuran dedak halus dan bungkil kelapa yang mengandung PK sebesar : (327/3.000) X 100% = 10,9%. 4. Menghitung proporsi dedak halus dan bungkil kelapa dengan menggunakan metode bujur sangkar Pearson, sebagai berikut : PK (%) Bagian Persentase Dedak Halus 6,3 9,0 66,18 10,9 Bungkil Kelapa 19,9 4,6 33,82 Jumlah 13,6 100,00Jadi : Jumlah dedak = (66,18%) X 3,1 kg = 2,06 kg Jumlah bungkil kelapa = (33,82%) X 3,1 kg = 1,05 kg 5. Menghitung zat–zat makanan yang dapat disediakan oleh dedak, bungkil kelapa dan jerami padi. Kemudian hasil perhitungan dimasukkan dalam tabel dan dibandingkan dengan kebutuhan zat nutrien.Bahan Pakan BK (kg) TDN (kg) PK (gram) Ca (gram) P (gram)JeramiDedak halusBungkil kelapaJumlahKebutuhan 42,061,057,117,1 2,41,250,824,473,8 96130209435423 81432514 33174114Hasil langkah 5 menunjukkan bahwa ransum telah seimbang dalam hal protein dan energi. Perbandingan Ca : P yang ideal adalah 1 : 1. Untuk mencapai perbandingan tersebut, maka di dalam ransum harus ditambahkan kalsium karbonat (CaCO3). Sumber CaCO3 yang mudah didapat adalah dolomit atau kapur. CaCO3 mengandug Ca 36%. Untuk mencapai keseimbangan tersebut, maka di dalam ransum harus ditambahkan kapur sebanyak : (41 – 25)/ 0,36 = 44,44 gram. 6. Menghitung formulasi ransum. Menghitung formulasi ransum dalam bentuk segar adalah sebagai berikut : a) Jerami padi=(100/60) x 4 kg = 6,67 kg; b) Dedak halus = (100/86) x 2,06 = 2,44 kg; c) Bungkil kelapa = (100/86) x 1,05 = 1,22 kg.Dengan mengikuti langkah pembuatan forsum sebagaimana dijelaskan di atas dan memberikannya kepada ternak secara teratur, diharapkan akan memperoleh hasil maksimalsehingga pertumbuhan dan penambahan berat badan ternak sesuai yang diinginkan. Demikian juga kesehatannya terjaga karena daya tahan tubuh terpelihara dan terpenuhi oleh asupan pakan yang bermutu (Inang Sariati).Sumber Informasi :https://www.peternakankita.com/ransum-dan-kosentrat-untuk-pakan-sapi-potong/http://pledokan-sumowono.blogspot.com/2016/02/cara-menghitung-kebutuhan-pakan-ternak.html