Loading...

MEMBUAT PESTISIDA NABATI FERMENTED PLANT EXRACT (FPE) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KUTU DAUN PADA TANAMAN CABE

MEMBUAT PESTISIDA NABATI FERMENTED PLANT EXRACT (FPE) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KUTU DAUN PADA TANAMAN CABE
Rudi Panea, SP Penyuluh Pertanian Pertama Kecamatan Bonehau Cabai merah (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang umumnya digunakan sebagai bumbu masakan seherí-hari dan dikonsumsi dalam bentuk segar. Penggunaan cabai merah dalam bentuk olahan masih terbatas sebagai saus sambal, bubuk cabai dan acar. Budidaya cabai merah yang dilakukan petani di daerah kita (Sulawesi Barat) umumnya belum menerapkan sepenuhnya kaidah budidaya yang benar terutama dalam hal pengendalian hama pada tanaman cabe sehingga mengakibatkan usaha agribisnis cabai merah belum memberikan hasil yang optimal bagi pelakunya. Oleh sebab itu perlu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi petani dalam hal cara pembuatan pestisida sebagai alternative dari penggunaan petisida dan penyediaan modal yang besar dalam mengusahakan tanaman cabe. Banyak hama yang menyerang tanaman cabe salah satunya hama kutu daun. Serangan kutu daun (biasanya dari jenis Aphis gossypii dan Myzuspersicae) mirip vampire, mereka akan menghisap cairan dalam daun sampai habis. Akibatnya daun mengering dan keriting. Pola serangannya, selain menghisap cairan dalam daun, hama ini doyan sekali membawa penyakit lain. Kutu daun akan membawa penyakit lain (sebagai vektor) seperti virus dan mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan yang mengundang datangnya semut dan jamur hingga menimbulkan lapisan hitam seperti jelaga di permukaan daun. Untuk Pengendaliannya dapat dilakukan dengan memetik dan musnahkan daun-daun yang sudah terserang. Hindari menanam cabe yang berdekatan dengan tanaman semangka, melon dan kacang panjang. Perhatikan juga kebersihan kebun. Penggunaan mulsa perak juga cukup effektif untuk mengendalikan hama ini. Serta dapat dilakukan dengan penyemprotan mengunakan Fermented Plant Exract (FPE) atau pestisida nabati. Pembuatan FPE dapat dilakukan dengan mudah yaitu dengan manfaatkan akar, batang, daun, buah dan bunga tanaman terutama yang berbau khas seperti tanaman sere, lili gundi, kariango, cingkeh, bunga tai ayam dll., secara dirajang halus (1-5 cm) dan direndam dengan larutan decomposer (dapat diperoleh di toko-toko pertanian dengan botol warna kuning) selama 2 sampai 3 minggu kemudian disaring. Air dari saringan adalah larutan FPE yang siap digunakan dengan dosis 10 ml dilarutkan dengan satu liter air. Dan sangat disarankan melakukan penyemprotan pada sore hari. Dengan memanfaatkan tumbuhan atau tanaman yang terdapat disekitar kita sebagai pestisida dalam mengendalikan hama, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengendalian hama sehinga margin yang diperoleh dalam berusahatani dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Efek penting lainnya yang dapat terjadi adalah ekosistem dan keseimbangan alam dapat terjaga serta residu zat kimia pada buah cabe yang dikonsumsi terminimalisir. (relatif aman, ramah lingkungan , murah dan mudah didapatkan, hanaya menyebabkan keracunan dan tidak akan menyebabkan hama menjadi resisten).