MEMBUAT PUPUK ORGANIK DARI KOTORAN SAPI SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN BAHAN ORGANIK TANAH DESA WOTGALIH KECAMATAN NGULING Kotoran hewan adalah sumber nutrisi yang baik untuk menambah kesuburan tanah dan tekstur tanah menjadi gembur pada lahan pertanian. Untuk membuat pupuk organik dari koran hewan ,khususnya sapi maka perlu adanya proses , hal ini di maksudkan supaya pupuk organik yang dihasilkan dapat bekerja secara optimal.Proses pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik yaitu dengan proses pengomposan yang dibantu oleh bakteri pengurai guna mempercepat proses tersebut. Pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos dapat dilakukan oleh peternak /petani secara individu dan manual atau tanpa bantuan alat atau mesin. Manfaat pupuk kandang dari kotoran sapi Pengolahan kotoran sapi yang memiliki kandungan N PK tinggi sebagai pupuk kompos dapat memenuhi kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah dan memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik. Perlunya proses pengoposan pada kotran sapi sebagai pupuk organik/pupuk kandang adalah pengendalian proses dekomposisi secara biologis terhadap limbah padat organik dalam kondisi aerobik atau anaerobik. Pada perlakuan komposisasi pupuk kandang ini di terapkan kondisi aerobik di mana proses dilakukan didalam rumah kompos dengan kondisi terbuka. Adapun manfaat pupuk kompos dari kotoran sapi antara lain : Memperbaiki struktur tanah berlempung menjadi lebih ringan. 2.Memperkuat daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai. 3.Menambah daya ikat tanah pada air dan unsur hara tanah. 4.Memberbaiki drainase dan tata udara dalam tanah. 5.Memiliki unsur hara yang lengkap 6.Membantu proses pelapukan bahan mineral 7.memberikan keterdesiaan bahan makanan untuk mikroba 8.menurunkan aktifitas oranisme yang merugikan Bahan bahan yang di gunakan untuk memmbuat pupuk organik dari kotoran sapi : kotoran sapi minimal 80 – 83 % ( berdasar data yang di peroleh di kelompok UPO Galih Putra desa Wotgalih Kecamatan Nguling , untuk kapsitas produksi 4 ton menghasilkan pupuk kandang 3,5 ton ) 2.Serbuk gergaji/ sekam/seresah daun daun kering/jerami/ sisa sia pakan ternak 3.abu dapur10% ( bisa di skip jika tidk tersedia ) 4 kapur pertanian 20 % ( berfungsi untuk menjaga stabilits PH, apalagi jika kondisis kotoran masih dalam kondisi basah ) Bahan pemacu mikrooganisme 0,25 % ( merk yang ada di pasaran antara lain : Semanggi, EM4, stardec ) Jika bahan pemacu mikroorganisme tidak tersedia maka bisa diganti dengan kompos yang sudah jadi karena didalam kompos juga terdapat agregat bakteri/ cendawan pengurai bahan organik yang sedang dominan. Proses pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan sapi antara lain : Campur semua semua bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pupuk kandang antara lain : kotoran sapi,serbuk gergagi/serasah daun/ sisa hijau pakan ternak, abu( jika ada )dan kapur dengan merata. Kemudian tumpuk di tempat yang terlindungi dari sinar matahari dan hujan. Dapat juga di kondisikan dengan adanya rumah kompos dimana tempat ini digunakan khusus untuk proses pengomposan. Langkah selanjutnya , tumpuk bahan yang telah tercampur secara berlapis dan biarkan selama 1 hari. Kemudian sisir tumpukan bahan kompos kemudian taburi menggunakan bahan memacu aduk secara merata. Lalu tumpuk lagi dengan ketinggian minimal 80 cm. Biarkan tumpukan terbuka selama 7 hari Didalam rumah kompos, pada hari ke 7 balik tumpukan agar terjadi aerasi dan oksigen masuk kedalam secara merata. Aktifitas mikroba bisa ditandai dengan adanya peningkatan suhu yang biasanya terjadi menjelang hari ke 8 sampai dengan hari ke 21. Pada hari ke 28 suhu akan menurun kembali. Suhu yan dihasilkan selama proses komposisasi kisaran 300 derajat celcius. Suhu yang tinggi ini akan membuat pupuk yang dihasilkanmenjadi steril dari gulma dan patogen. Ciri ciri proses pengoposan kotoran sapisudah berhasil yaitu ditandai dengan warna yang berubah menjadi hitam kecoklatan dan suhu sudah netral. Secara umum proses pengoposan berjalan selama 3 minggu sampai dengan 2 bulan dengan kondisi lingkungan yang teduh serta tidak terkena hujan dan sinar matahari. Perlakuan pada proses pengoposan yaitu pengecekan suhu secara periodik, kelembaban, serta pembalikan supaya proses pengoposan dapat merata. Pupuk yang diproses dengan cara di kopos akan dapat menigkatkan sifat sifat tanah meliputi : sifat fisik tanah, sifat kimia tanah, sifat biologis tanah dan mempengaruhi kondisi lingkungan sosial. Meningkatkan sifat fisik tanah Kondisi tanah yang rusak akibat terlalu banyak pengunaan pupuk kimia seperti Urea ,menyebabkan tekstur tanah tidak lagi gembur dan susah diolah. Maka dengan panggunaan pupuk organik dari kotoran sapi ini akan memperbaiki tekstur tanah sehingga lebih efektif mengikat air dan efektifitas unsur hara dapat terjaga. Mempengaruhi sifat kimia tanah Pada proses pengomposan terdapat banyak perubahan yang berlangsung secara kimiawi,penambahan bahan pemicu mikroorganisme pada proses pengomposan bekerja untuk menangkap semua bahan terlarut seperti gula, asam amino,nitrogen yang kemudian dirombak menjadi pati,lemak, protein dan selulosa dalam gula untuk meyatukan unsur unsur mikro menjadi unsur baru. Kemudian Nitrogen di konversikan menjadi Nitrogen mikroba dan sebagian diubah menjadi senyawa nitrat yang dapat diserap tanaman. Kandungan pupuk organik kotoran sapi, menurut hasil penelitian laboratorium mengadung sangat banyak unsur hara, diantaranya : C/N ratio maksimum 20 Total Nitrogen ( N ) > 1,81 % P2O5 > 1,89 % K2O >1,96 % CaO > 2,96 % MgO > 0,70 % Kapasitas tukar kation > 75 Me /100 g PH 6,5 – 7,5 Dengan kandungan seperti diatas maka produk pupuk kandang yang dihasilkan termasuk dalam kategori pupuk organik berkualitas tinggi. Sumber literatur :Cara pro /cara membuat pupuk kompos dari kotoran sapi yang mudah & benar publising by Asep Setiawan