PENDAHULUAN Mempercepat tanaman lada berbuah hanya diperuntukan pada tanaman yang belum pernah berbuah, dengan memberikan perlakuan khusus. Sedangkan tanaman yang sudah berbuah usaha ini tidak berlaku. Perlakuan khusus tersebut diantaranya pertama memacu pertumbuhan fase vegetatif. Dalam hal ini kita bisa mengusahakan dahan-dahan dibagian pangkal batang untuk tumbuh maksimal lebih dulu. Salah satu cara dengan “memotes” pucuk batang sekitar 5-12 cm. Dengan kegiatan tesebut pucuk-pucuk dahan akan lebih cepat tumbuh subur dan bertambah panjang. Selanjutnya akan terjadi kegiatan penimbunan kabohidrat pada dahan-dahannya, dan tidak lama kemudian diikuti pemunculan malai bunga akhirnya menjadi buah. Waktu pemotesan tergantung keiinginan kita, bila ingin berbuah pada umur 1 tahun maka harus dipotes sejak umur 5-6 bulan. Jika berharap berbuah umur 1,5 tahun, pemotesan dilakukan sejak umur 8-9 bulan. Cara lain mempercepat fase vegetatif tidak memotong batang utama. Namun setelah bibit ditanam langsung diberi perlakuan sebagai berikut. Yakni umur 7-10 hari diberi tajar permanen, pengikatan sulur/pucuk pada tiang ajar agar akar melekat sempurna, kemudian pembubunan pada pangkal akar agar sirkulasi udara berjalan dengan sempurna, terakhir pemberian pupuk tidak boleh terlambat. Perlakuan kedua mempercepat pertumbuhan reproduktif. Pertumbuhan ini terjadi tentunya setelah pertumbuhan vegetatif sudah maksimal. Dan fase reproduktif seperti pembentukan bunga dan buah sangat tergantung dari ketersediaan unsur-unsur hara, terutama karbohidrat. Meski tidak tahu persis jumlah karbohidrat yang dibutuhkan, pupuk yang mengandung unsur P dan K tetap diberikan. Tidak terkecuali pupuk yang mengandung unsur Mg, Fe, Zn, Mn, Cu, Co, B dan vitamin serta hormon. Mengenai dosis, jenis dan waktu pemberian pupuk dan hormon berdasarkan umur tanaman dapat dijelaskan sebagai berikut. Pupuk akar Pupuk yang diberikan harus ada keseimbangan antara unsur mikro dan makro. Apabila pupuk majemuk NPK yang digunakan merk Nitroposka, maka dosis pemakai perpohon 70 gr pada umur 3-4 bulan, 80 gr umur 4-5 bulan, 90 gr umur 5-6 bulan, 100 gr umur 6-7 bulan. Pupuk daun Hal yang perlu diperhatikan adalah dosis pemberian pupuk daun jangan sampai berlebihan, karena dapat mengakibatkan daun, bunga dan pucuk menjadi gugur. Sebaiknya pupuk daun yang digunakan kadar P dan K lebih tinggi dari unsur lain. Contoh merk BASF/foliar B dengan dosisi 2 gr perliter. Hormon Untuk mempercepat lada berbuah, perlu diberi hormon perangsang. Waktu pemberiannya juga sama seperti pupuk akar, dan pupuk daun, yaitu mulai tanaman berumur 3-4 bulan. Contoh hormon yang dapat dipakai merk Atonik. Perlakuan ketiga mengatur C/N rasio. Caranya dapat dilakukan sebagai berikut: Pemangkasan batang, yang meliputi pemangkasan ringan yaitu pemangkasan yang dilakukan dengan tujuan membuang batang, dahan dan ranting yang tidak produtif. Kemudian pemangkasan sedang dengan cara memangkas pucuk atau batang karena tidak memiliki dahan produktif. Pemotesan ujung tunas batang Dalam pemotesan ini bagian yang dipangkas hanya ujung-ujung tunas batang sehingga pertumbuhan memanjang dari batang ini dapat dihambat. Pemotongan sulur gantung dan sulur tanah Sulur tanah dan sulur gantung merupakan bagian dari tamanan lada yang mirip batang, tetapi tidak berdahan sehingga tidak akan menghasilkan buah. Oleh karena itu, kedua bagian tanaman ini tidak memberi manfaat yang berarti, atau hanya memperbesar konsumsi bahan makanan. Rekomendasi Memacu pertumbuhan fase vegetative. Salah satu cara dengan “memotes” pucuk batang sekitar 5-12 cm. Waktu pemotesan tergantung keiinginan, bila ingin berbuah umur 1 tahun harus dipotes sejak umur 5-6 bulan. Jika berharap berbuah umur 1,5 tahun, pemotesan dilakukan sejak umur 8-9 bulan. Mempercepat fase vegetatif juga dapat tanpa memotong batang utama. Namun setelah bibit ditanam langsung diberi perlakuan. padai umur 7-10 hari diberi tajar permanen, pengikatan sulur/pucuk pada tiang ajar agar akar melekat sempurna, kemudian pembubunan pada pangkal akar, dan pemberian pupuk tidak boleh terlambat. Mempercepat pertumbuhan reproduktif. Dengan memberikan pupuk akar, pupuk daun yang kadar P dan K lebih tinggi dari unsure lain. Serta hormone. Mengatur C/N rasio dengan pemotesan batang, dahan dan ranting yang tidak produktif. Memangkas pucuk atau batang yang tidak memiliki dahan produktif, dan pemotesan ujung-ujung tunas batang sehingga pertumbuhan memanjang dari batang ini dapat dihambat. Sumber : T Sarpian, Mempercepat Berbuah, Meningkatkan Produksi, Memperpanjang Umur Tanaman Lada, T Sarpian, 1998. Penulis : Jumita Roza, S.TP BPP Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai