Bawang merah merupakan komoditi yang sangat diperlukan dalam hal membuat masakan. Komoditi ini harus ada dan tidak bisa digantikan dengan komoditi lainnya dalam hal bumbu masakan. Agar bawang merah kualitasnya tetap baik setelah dipanen, bawang merah perlu mendapatkan perlakuan yang hati-hati. Bawang merah merupakan komoditi yang mudah mengalami kerusakan bila tidak segera ditangani. Kerusakan bawang merah dapat disebabkan oleh penurunan kandungan air, pertumbuhan tunas, pertumbuhan akar, kebusukan dan pelunakan umbi. Kerusakan-kerusakan tersebut akan menyebabkan penurunan mutu bawang merah baik dari nilai gizi, warna, bau maupun rasa. Berikut ini cara mempertahankan kualitas bawang merah. Pembersihan. Umbi bawang merah yang baru dipanen keadaannya masih sangat kotor, karena banyak tanah yang melekat pada umbi. Untuk itu, perlu segera dibersihkan agar umbi bawang tidak busuk. Pembersihan umbi dapat dilakukan bersamaan dengan pengikatan bagian daun dari beberapa rumpun tanaman. Cara pembersihannya dengan meggerak-gerakan ikatan bawang merah sambil dibantu dengan tangan sehingga tanah yang melekat pada umbi dapat terlepas. Bila sudah bersih, maka ikatan bawang merah segera diletakkan pada tempat yang telah dpersiapkan untuk penjemuran. Pelayuan. Sebelum dilakukan pengeringan terlebih dahulu dilakukan pelayuan daun. Pelayuan daun bertujuan untuk mendapatkan warna kulit umbi bawang yang lebih merah dan mengkilap, mempersingkat waktu pengeringan dan membatasi pengeluaran air umbi yang berlebihan pada proses pengeringan dengan terjadinya penyempitan leher umbi selama proses pelayuan. Dengan adanya suhu dan kelembapan yang tinggi selama pelayuan maka akan terjadi pembentukan lapisan epidermis, sehingga dapat menutupi permukaan kulit umbi dari luka atau goresan yang terjadi selama pemanenan, dan pengangkutan ke penjemuran. Umumnya pelayuan dilakukan dengan penjemuran umbi bawang merah selama 2 hingga 3 hari setelah dipanen. Penjemuran dilakukan dalam barisan yang berjumlah 5-7 baris dan disususn sehingga umbi bawang merah tertutupi oleh daun, dengan demikian umbi bawang merah dapat terhindar dari sengatan sinar matahari secara langsung. Sengatan matahari selama proses pelayuan dapat mengakibatkan terjadinya keriput dan rusaknya jaringan pelindung pada umbi sehingga menyebabkan pemudaran warna kulit umbi. Agar hasil yang diperoleh dapat maksimal dan merata maka penjemuran dapat dilakukan dengan cara memegang ujung daun dengan tangan kemudian dibalik sehingga tali dan bagian ujung daun berada di bagian tengah, selanjutnya simpan ditempat penjemuran. Untuk menghindari air hujan atau embun pada malam hari , lakukan penutupan dengan plastik atau bahan lainnya yang aman. Pengeringan. Prinsip pengeringan adalah terjadinya penguapan air bahan ( umbi bawang merah ) ke udara karena perbedaan kandungan air antara udara dengan bahan yang dikeringkan dengan tujuan mengurangi kadar air bahan sampai batas terjadinya perkembangan mikroorganisme dan kegiatan enzimatis dapat menghambat atau terhentinya proses pembusukan. Bawang merah dibersihkan serta diikat dalam bentuk ikatan beberapa rumpun, selanjutnya segera dikeringkan untuk menurunkan kadar airnya. Dalam keadaan kering, umbi bawang merah dapat terhindar dari kerusakan yang disebakan oleh cendawan dan bakteri pembusuk serta penyakit lainnya. Pada umumnya proses pengeringan dengan cara penjemuran umbi bawang merah dilakukan selama 7-14 hari tergantung pada keadaan cuaca. Beberapa perlakuan yang penting sebelum pejemuran, anaara lain membersihkan tempat pengeringan , membuang tanah yang menempel pada bagian umbi dan menggabungkan ikatan kecil dengan cara mengikat 2-3 ikatan dengan tali bambu atau tali rafia. Alas tempat penjemuran harus dalam keadaan bersih dan kering. Pada saat penjemuran berlangsung bagian umbi bawang merah tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Hal ini untuk mencegah timbulnya luka bakar akibat sengatan matahari pada umbi. Unutk mencegahnya bagian umbi bawang merah diletakkan di bagian bawah, sedangkan daunnya diletakkan di bagian atas. Penjemuran dilakukan dengan cara menyusun barisan 5-7 baris, daun berada di bagian atas. Pembalikan dilakukan 2-3 hari sekali. Proses pengeringan dihentikan pada saat umbi bawang mencapai susut bobot 25-40 % dan kadar air mencapai 80-84 %. Untuk meningkatkan daya pengeringan disarankan sampai pada tahap kering ( kering simpan ). Keadaan ini dapat dilihat dengan cara membungkus rapat bawang merah dengan kemasan plastik tembus pandang. Bila setelah disimpan selama 24 jam tidak ada titik—titik air menempel pada bagian dalam plastik berarti sudah mencapai keadaan kering simpan. Penyimpanan. Umbi bawang merah mempunyai sifat mudah mengalami kerusakan. Jenis kerusakan yang sering terjadi selama penyimpanan, yaitu berupa pelunakan umbi, keriput, keropos, busuk, pertunasan, pertumbuhan akar dan tumbuhnya massa yang berwarna gelap akibat kapang. Kerusakan tersebut bisa diperkecil dengan memperhatikan faktor-faktor, antara lain a) bawang merah yang disimpan memiliki mutu yang baik dengan tingkat ketuaan yang optimum, b) proses dehidrasi berlangsung dengan baik, c) lakukan pengaturan kondisi ruang penyimpanan. Hal lain yang perlu dilakukan,yaitu perawatan umbi setelah pengeringan dan penyimpanan. Sumardi Sumber : Badan Litbang Pertanian, 2017