Kedelai dikenal dengan tanaman subtropik, namun di Indonesia walaupun beriklim tropis tanaman kedelai telah lama dibudidayakan oleh para petani. Walaupun telah lama dibudidayakan, namun pengembangan tanaman kedelai masih terkendala dengan penyediaan benih yang bermutu bagi para petani. Benih sebar bermutu secara umum diproduksi oleh penagkar benih, yang berasal dari benih penjenis atau BS yang diperoleh dari Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi).Untuk memperoleh benih sebar yang akan ditanam oleh para petani para penangkar harus melakukan beberapa tahapan dalam proses produksi mulai dari penggunaan benih, persiapan lahan, pemeliharaan, panen dan pasca panen.Pemilihan benihPenagkar benih yang akan memproduksi benih harus menggunakan benih bermutu dan bersertifikat yang berasal dari Balai Benih Induk (BBI), Balai Benih Utama (BBU), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), BUMN/swasta.Benih bermutu diinplementasikan dengan benih yang berlabel, yaitu memenuhi syarat-syarat mutu genetik, fisik dan fisiologis yang telah dipersyaratkan oleh Direktorat Perbenihan. Mutu genetik yaitu tidak boleh ada campuran varietas lain terutama benih penjenis, daya tumbuh di atas 80%, dan kadar air maksimal 11%.Penyiapan LahanLahan yang akan dipakai untuk meproduksi benih dapat dipakai lahan bekas pertanaman padi atau lahan tegalan. Apa bila lahan tersebut bekas tanaman padi tanah tidak perlu diolah, sedangkan apa bila tanah tegalan perlu diolah dengan cara dibajak sebanyak 2 kali. Lahan tersebut juga perlu disediakan saluran irigasi, dalam hal ini untuk mengatur distribusi air saat tanaman membutuhkan sekaligus untuk mengatasi apa bila kelebihan air.Sebelum ditanami lahan tersebut diratakan dan dibersihkan dari rumput/sisa jerami padi, dibuat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar sekitar 4 meter dan panjang bedengan disesuaikan dengan keadaan lahan. Antar bedengan dibuat saluran air sedalam 30 cm. PenanamanPenanaman benih dengan cara ditugal dengan jarak tanam 40 x 10 cm atau 40 x 15 cm, jumlah 1 atau 2 biji/lubang. Apa bila ada 3 tanaman/lubang, maka pada umur 10 hari harus dilakukan penjarangan dengan menyisakan 2 tanaman/lubang.Pemeliharaan Mutu Genetik/RougingDilakukan untuk mempertahankan mutu genetik tanaman yang dikenal dengan rouging dengan cara membuang tanaman yang secara morfologis menyimpang dari ciri-ciri tanaman yang diproduksi. Rouging dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada saat tanaman muda, masa berbunga, dan fase masak fisiologis. Rouging ke 1 yang dilakukan pada fase Juvenil/tanaman muda saat umur 15 -20 HST. Komponen yang diamati adalah warna hypokotil, ukuran keping biji dan bentuk biji. Kedelai hanya memiliki hypokotil hijau dan ungu. Jika tanaman yang ditanam mempunyai hypokotil hijau, maka hypokotil ungu harus dibuang, begitu juga sebaliknya. Rouging ke 2 dilakukan pada saat tanaman fase berbunga berumur 30-35 HST. Pada rouging ini komponen yang diamati adalah warna bunga, warna bulu pada batang, serta bentuk daun. Jika ditemukan tanaman yang menyimpang, maka harus dicabut dan dibuang. Rouging yang ke 3 dilakukan pada tanaman masak fisiologis. Komopnen yang diamati adalah apa bila ditemukan warna yang menyimpang pada polong, daun, dan bulu pada batang, maka harus dicabut dan dibuang.Panen BenihPanen dapat dilakukan jika tanaman telah dalam kondisi kering atau sebagian daun telah luruh. Cara penen dapat dilakukan dengan cara dicabut atau dibabat. Setelah dipanen tanaman atau sering disebut dengan brangkasan dikeringkan/dijemur dengan cara dihamparkan di atas lantai jemur atau terpal selama 2-3 hari. Hindari menumpuk brangkasan terlalu tebal karena menyebabkan brangkasan menjadi busuk akibat adanya penguapan panas. Setelah brangkasan kering selanjutnya dilakukan pembijian dengan cara manual atau menggunakan mesin treasher. Jika menggunakan mesin treasher harus diperhatikan jangan sampai terlalu kencang, karena akan menyebabkan biji pecah dan rusak.PenjemuranPenjemuran calon benih dilakukan di atas lantai jemur yang dilapisi dengan alas agar biji tidak tercampur dengan material lain sekaligus untuk mengurangi panas yang terlalu tinggi dari lantai jemur yang dapat menyebabkan kerusakan pada biji kedelai. Penjemuran sebaiknya dilakukan dibawah jam 12 siang agar lembaga biji tidak rusak dan dilakukan pembalikan secara merata.Sortasi BenihSortasi benih dilakukan untuk mendapatkan benih yang seragam, membuang benih yang menyimpang yang tercantum dari deskripsi varietas antara lain warna hilum, warna kulit, dan bentuk biji. Hal ini perlu dilakukan dalam upaya perbaikan mutu genetik benih yang diproduksi. Setelah dilakukan sortasi benih dijemur kembali untuk memastikan kadar air benih jangan sampai melebihi dari 11%.PengemasanBenih sebaiknya dikemas dengan plastik inner terlebih dahulu agar benih tidak terkena udara luar yang berakibat benih ditumbuhi jamur. Kemasan bagian luar adalah dengan menggunakan karung kemudian diikat dengan rapat.PenyimpananBenih yang telah dikemas disimpan di dalam digudang dengan cara ditumpuk dan bagian bawah diberi alas kayu agar tidak bersentuhan langsung dengan lantai yang mengakibatkan kelembaban. Selanjutnya benih diajukan ke Balai Sertifikasi Benih untuk dilakukan sertifikasi. Calon benih akan mendapatkan sertifikasi sesuai dengan kualitas, dan daya tumbuh.Ruslia AtmajaSumber : Balitkabi-Badanlitbang Pertanian