Loading...

Menaksir Berat Badan Sapi Di Wilayah Kec. Ngantru

Menaksir Berat Badan Sapi Di Wilayah Kec. Ngantru
Peternak sapi pemula di wilayah kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, terlebih dahulu dengan membeli bakalan ternak sapi. Sehingga perlu pendukung keberhasilan budidaya ,Faktor terpenting yaitu;mengetahui berat awal, guna menentukan atau sebagai dasar pemberian pakan setiap harinya, demikian juga halnya apabila kita pemanen ;dapat diketahui berat badan hasil usaha. Untuk memudahkan menaksir berat badan sapi, diwilayah ini dapat dilihat pada table berikut: ( Lingkar Dada (cm) = Kisaran Berat Badan (Kg) ) sebagai berikut : (185-195 = 360-420 ); (175-184 = 310-355); (165-174 =260-305);(155-164- 225-260); (145-154 =185-220 );(135-144 = 155-183 ); (125-134 = 125- 150 );(115-124 = 100- 120); (95-104 = 60-80); Pada umumnya; Cara mengetahui atau Menaksir berat badan sapi dapat dilakukan dengan : Menimbang Sapi a.Menggunakan timbangan sapi. Cara ini adalah yang paling akurat dan tepat dan sudah diterapkan di peternakan-peternakan modern baik skala menengah maupun besar dan sudah mulai juga diterapkan oleh peternak peternak yang menginginkan kepastian harga. Tetapi cara ini kurang praktis untuk membeli sapi di pasar hewan, karena tidak mungkin dan pasti ribet jika kita membawa-bawa timbangan ke pasar hewan sehingga untuk lebih mudah digunakan cara Mengukur Lingkar Dada dan Panjang Sapi b.Menggunakan teknik pengukuran badanyang kemudian dikonfersikan dengan berat badan sapi. Cara ini bisa kita gunakan jika kita memang sama sekali tidk ada pengalaman menaksir sapi di pasar hewan. c..Sedangkan untuk yang sudah mahir, mereka biasa menaksir cukup dengan melihat visual sapi. Dan “ajaibnya” taksiran mereka melesetnya sangat tipis saat sapinya benar-benar ditimbang. Inilh hasil dari pengalaman selama bertahun-tahun. Penentuan berat badan sapi dapat dilakukan dengan beberapa rumus yaitu : Rumus Schoorl Denmark (LD + 22)² BB = Berat Badan (kg) BB = 100 LD = Lingkar Dada (Cm) 2.Rumus Schoorl Indonesia (LD + 18)² BB = 100 3.Rumus Winter Eropa/Rumus Scheiffer (LD)² × PB PB = Panjang Badan (Pound) BB = 300 LD = Lingkar Dada (Inchi) Ket : -.1 Inchi = 2,53 Cm -.1 Pound = 0,454 Kg 4.Rumus Winter Indonesia (LD)² × PB PB = Panjang Badan (Cm) BB = 10815,15 LD = Lingkar Dada (Cm) 5.Rumus Modifikasi/Rumus Lambourne (LD)² × PB PB = Panjang Badan (Pound) BB = 10840 LD = Lingkar Dada (Inchi) Sejumlah peneliti mencoba membuktikan keakuratan rumus-rumus itu diuji-cobakan terhadap beberapa kelompok sapi antara bobot taksir dan bobot timbangan. Hasilnya rumus Scheiffer dan Lambourne lebih mendekati berat real sapi sebenarnya dengan tingkat kesalahan di bawah 10 persen. Sedangkan rumus Schoorl tingkat kesalahannya mencapai 22,3 persen. Dengan memperoleh angka taksiran bobot hidup, maka persentase karkas dan daging dapat segera diketahui. Karkas sapi berkisar 47-57 persen dari bobot hidupnya dan daging 75 persen dari karkas. Karkas adalah potongan daging tulang tanpa kepala, kaki, kulit dan jeroan. Kalkulasi ini sangat penting, bagi hewan kurban dapat memperkirakan jumlah daging dibandingkan jumlah mustahik (penerima daging kurban). Atau bagi pedagang juga dapat dijadikan perbandingan harga apakah hewan yang dibeli terlalu mahal atau tidak dibanding harga pasaran.