Loading...

Menanam Pisang di Pekarangan dengan Hasil Yang Melimpah

Menanam Pisang di Pekarangan dengan Hasil Yang Melimpah
Pisang raja merupakan salah satu buah tropical yang banyak tumbuh di wilayah indonesia. Buah ini sangat populer karena rasanya yang sangat manis bila di bandingkan dengan buah pisang lainnya.Tidak hanya rasanya yang manis saja yang membuat pisang raja digemari kandunga vitamin yang terkandung dalam buah ini merupakan anti oksidan yang sangat baik untuk mengurangi dampak radikal bebas dan mencegah kanker. Hal inilah yang memicu keompok wanita “BANGKIT” Desa Prasi Kecamatan Gading untuk mengembangkan komoditas pisang raja ini. Sumber gambar;dokumentasi bpp gading Dengan memanfaatkan lahan pekarangan anggota kelompok mulai membudidyakan pisang raja secara intensif pemilihan bibit dilakukan dari anakan yang sudah setinggi 1 hingga 1,5 meter dengan diameter 20 cm. tinggi anakan pisang atau tunas ini akan berpengaruh pada produktiitas pisang saat berbuah nantinya. Sebaiknya di pilih daun yang berbentuk lancip seperti pedang dan memiliki helai daun yang sempit. Sebelum bibit di tanam rendam selama 2 hari dalam bak air yang di beri Agens hayati berupa trihoderma sp, gliocladium dan pseudomonas fluoresens (pf). Agen hayati tersebut dapat mengkolonisasi daerah perakaran, sehingga menghambat perkembangan penyakit untuk menginfeksi akar. Agens hayati tersebut diperoleh dari PPAH Tani Makmur desa Prasi Kecamatan Gading yang di ketuai oleh bapak ABD.Razak. Penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, dengan membuat lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 3m x 3m. Masukkan pupuk kandang ke dalam lubang tanam sebanyak 20 kg perlubang tanam,pemberian pupuk ini nantinya akan membawa pengaruh pada hasil kwalitas buah serta hasilnya yang melimpah, sebelum penanaman dilakukan anggota kelompok kembali mengaplikasikan agens hayati pseudomonas fluoresens (pf) kedalam lubang tanam dengan cara di larutkan kedalam air dan di siramkan ke lubang tanam lalu tutup dengan tanah agar agens hayati yang sudah di aplikasikan tidak terpapar sinar matahari langsung dan dapat berkembang dengan baik di dalam tanah.Setelah seminggu di diamkan barulah bibit siap di tanam.Pemeliharaan dilakukan untuk hasil yang maksimal setiap rumpun pisang di sisakan 4 batang.lakukan pemotongan anakan pisang secara berkala pada rumpun yang sudah terlalu banyak. Lingkaran tajuk pisang di bersihkan dari gulma, pemupukan dilakukan dengan membuat parit di sekitar rumpun dengan jarak minimal 50 cm dengan kedalaman 15-20 cm.Pemupukan pertama di berikan setelah tanaman berumur satu bulan setelah tanam dengan pemberian pupuk urea 150 gr,SP 36 100 gr, Kcl 200 gr.pemupukan ke II,III dank e IV dilakukan 3 bulan dari pemupukan sebelumnya dengan dosis urea 150 gr,SP 36 100 gr, Kcl 450 gr.Selain pemupukan daun daun yang tua, kering dan terserang penyakit di pangkas dan di buang agar tanaman sehat dan mencegah penularan penyakit.Pada saat pembuangan sisakan 6-8 daun sehat agar perkembangan buah menjadi maksimal. Perawatan tandan juga perlu di lakukan,daun daun di sekitar tandan di bersihkan terutama daun daun yang kering, jantung atau bunga jantan juga di potong.buah pada sisir terahir biasanya berukuran kecil dan tidak sempurna di buang agar buah pada sisir di atasnya dapat tumbuh dengan optimal.Buah yang sudah dipotong jantungnya (bunga jantannya) di bungkus menggunakan sak atau karung goni.Upaya yang sudah dilakukan ternyata membuahkan hasilk yang menggembirakan anggota kelompok dapat memanen hasil yang melimpah dengan kwalitas buah yang baik sehingga harga jualpun meningkat dan pendapatan bertambah. Melalui Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Probolinggo Kelompok Bangkit mendapat bantuan dana untuk pengadaan bibit pisang raja sebagai stimulan bagi kelompok dan anggota untuk upaya pengembangan Pisang Raja. Harapan kelompok kedepan Desa Prasi dapat menjadi sentra pisang raja dan menjadi Kampung Pisang Raja di wilayah Kecamatan Gading khususnya . Sumber; www.info agribisnis.com, Unsurtani.com,mitalom.com Disusun Oleh : Duwi Ramandati (THL-TBPP Kab.Probolinggo)