Loading...

Menangkis Hama Pada Tanaman Anggrek

Menangkis Hama Pada Tanaman Anggrek
Tak ada satupun tanaman yang kebal terhadap jenis hama. Bila tanaman anda terserang jenis hama jangan merasa gusar apalagi putus asa. Apapun tanaman yang ditanam, pasti jenis hama akan mendekati dan menyerang tanaman kita. Kegagalan budidaya salah satunya disebabkan oleh serangan hama. Begitupun pada tanaman anggrek. Serangan hama akan berpengaruh langsung terhadap proses fisiologis tanaman, proses metabolisme sel, respirasi atau pernapasan, fotosintesis, sampai proses transpirasi atau pengangkutan air dari akar ke daun.Secara fisiologis, serangan hama dapat menimbulkan dampak negatif yang berbeda-beda. Dampak negatif tersebut bisa berupa terhambatnya proses metabolisme sel, berkurangnya cadangan makanan berkurangnya alokasi energi dalam tanaman, terhambatnya kerja hormon tumbuh, terhambatnya pembungaan yang disertai dengan berkurangnya kualitas dan kuantitas bunga. Dampak yang paling fatal adalah tanaman anggrek menjadi mati. Beberapa hama yang sering menyerang tanaman anggrek, yaitu :a. Semut. Bagian tanaman anggrek yang diserang oleh semut adalah akar. Hama ini menggigit akar anggrek sehingga kemampuan akar untuk menyerap unsur hara akan berkurang. Cara terbaik untuk mengurangi hama semut adalah dengan meletakkan pot pada tempat yang tingggi atau digantung. Bila hama semut sudah menyerang tanaman anggrek, bisa dicegah dengan cara merendam pot dalam air bersih.b. Belalang. Belalang yang menyerang anggrek biasanya belalang yang berukuran kecil. Walaupun kecil akan tetapi belalang menyerang dalam jumlah banyak sehingga akan menimbulkan kerusakan yang besar. Bagian tanaman anggrek yang diserang belalang adalah daun dan pucuk daun tanaman anggrek. Daun yang diserang biasanya akan terlihat bergerigi bekas gigitan belalang. Jika serangan hama belalang belum banyak , pencegahan bisa dilakukan dengan cara mengambil dan memusnahkannya satu persatu. Namun, jika belalang yang menyerang sudah banyak bisa dilakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida Orthene, Diazinon, Malathion,dan Bayrusil setiap 10 hari sekali.c. Keong dan Bekicot. Jenis anggrek yang sering diserang keong dan bekicot adalah anggrek bulan. Keong dan bekicot biasa menyerang dengan cara memakan daun anggrek. Serangan hama ini bisa menimbulkan kerusakan yang besar karena daya makan keong dan bekicot yang begitu besar dapat menghabiskan daun anggrek. Pencegahan yang dilakukan terhadap hama ini dengan cara mengambil dan memusnahkannya satu persatu, tetapi jika keong dan bekicot yang menyerang sudah banyak dapat dilakukan dengan merendam pot dalam larutan Diderin 25 P yang telah dicampur dengan 1 liter air. Cara lainnya adalah dengan merendam pot dalam larutan 6 – 8 cc Folidol E 605 yang telah dicampur dengan air sebanyak 10 liter. Perendaman pot dilakukan setiap 1 minggu sekali.d. Kutu Perisai dan Kutu Daun. Hama ini merusak tanaman anggrek dengan cara menghisap cairan yang ada pada daun. Daun yang terserang oleh hama kutu ini akan berubah warna menjadi warna kuning dan lambat laun akan menjadi warna coklat akhirnya tanaman mati. Jika serangan hama kutu belum banyak , pengendaliannya bisa dilakukan dengan cara manual. Namun, bila serangan hama kutu ini sudah menyebar bisa dilakukan penyemprotan dengan insektisida sebanyak 2 cc perliter air. e. Ulat daun. Hama ulat yang sering menyerang tanaman anggrek adalah ulat jengkal. Hama ulat jengkal memakan daun kuncup dan bunga yang sudah mekar. Hama ulat daun dapat dikendalikan dengan cara memusnahkan satu persatu hama tersebut atau dengan cara menyemprot tanaman anggrek menggunakan insektisida Orthene, Diazinon, Malathion, Bayrosil dan Folidol seseai dengan dosis setiap 10 hari sekali.f. Kepik. Hama kepik menyerang anggrek dengan cara menghisap saripati dan zat hijau daun. Gejal daun yang diserang kepik terlihan bintik-bintik putih kuning dipermukaan atas dan dibawah daun , lambat laun daun yang diserang hama kepik akan menjadi kering dan rontok. Cara penanggulangannya dengan melakukan penyemprotan menggunakan insektisida Orthene, Diazinon,Malathion,Bayrusil,dan Folidolsesuai dengan dosis setiap 10 hari sekali.g. Tungau merah. Tungau merah memiliki ukuran tubuh sangat kecil hanya sekitar 0,02 mm. Hama ini meletakkan telurnya dipermukaan daun. Gejala yang tampak dari serangan hama ini adalah timbulnya bercak-bercak putih diseluruh permukaan bawah daun. Daun tanaman anggrek yang erserang akan berubah warna menjadi kuniing dan akhirnya daun berguguran. Pengendalian hama tungau merah dilakukan dengan cara menyemprotkan Malahion sesuai dengan dosis pada kemasan. Sumardi Sumber : Dari berbagai bahan bacaan