Loading...

Mencegah Penyakit Bulir Kosong dan Patah Leher Pada Tanaman Padi

Mencegah Penyakit Bulir Kosong dan Patah Leher Pada Tanaman Padi
Mencegah Penyakit Bulir Kosong dan Patah Leher Pada Tanaman Padi Dalam usahatani padi sawah petani berharap bahwa tanaman yang diusahakannya tumbuh subur dan memperoleh hasil yang optimal. Namun yang menjadi masalah adalah ketika tanaman sudah tumbuh subur dan mulai berbuah terjadi curah hujan yang tinggi yang bisa menyebabkan tangkai tanaman menjadi patah dan bulir padi kosong/hampa. Para petani sering menyebut tangkai padi patah dengan penyakit patah leher, bahkan bisa menyebabkan batang padi menjadi membusuk. Bulir Padi (gabah) Kosong Bulir padi kosong oleh petani di Jawa Barat lebih dikenal dengan sebutan gabug. Penyakit ini sangat mempengaruhi terhadap perolehan hasil panen yang berakibat kerugian bagi petani. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya bulir kosong pada tanaman padi. Hal ini terjadi bisa dikarenakan serangan hama serta penyakit tanaman padi. Selain itu faktor cuaca juga mempengaruhi terjadinya bulir padi (gabah) kosong dan patah leher. Seperti kita ketahui bahwa tanaman padi akan mengalami fase generatif, dimana putik dan benang sari bertemu, kemudian disusul dengan terjadinya proses pembuahan dan akhirnya akan terbentuk gabah. Bilamana dalam proses penyerbukan, pembuahan serta pembentukan gabah terdapat gangguan, seperti terkena hujan terus menerus dengan intensitas yang tinggi, maka akan berdampak gabah tidak terisi dengan sempurna, bahkan bisa jadi gabah akan benar-benar kosong. Demikian pula sebaliknya apa bila pasokan air kurang dalam proses pembungaan serta pembuahan tidak akan sempurna pada masa generatifnya. Kejadian ini bisa terjadi pada saat musim kemarau berkepanjangan. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pada intinya persitiwa kelebihan air dan kekurangan air dengan skala yang ekstrim sangatlah tidak baik untuk tanaman padi, khususnya pada saat tanaman padi memasuki masa atau fase generatif. Sehingga membuat bulir - bulir padi (gabah) yang dihasilkan akan menjadi kosong. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa jenis hama penggerek batang, hama wereng coklat, walang sangit dan trips padi menjadi penyebab terjadinya bulir-bulir padi (gabah) menjadi kosong. Sedangkan penyakit tanaman padi yang bisa membuat bulir - bulir padi (gabah) menjadi kosong ialah jenis penyakit patah leher, tungro, kerdil kuning serta penyakit daun jingga hingga penyakit tanaman padi busuk pelepah. Penyakit Patah Leher Sebutan penyakit padi patah leher cukup beragam, seperti di Jawa Barat disebut dengan penyakit kecekik, sedangkan di Jawa Tengah disebuit penyakit tekek. Berdasarkan hasil penelitian Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) bahwa penyakit patah leher disebabkan oleh sejenis jamur Pyricularia grisea. Penyakit tanaman padi ini ialah fase lanjutan dari serangan penyakit Blas yang menyerang pada masa generatif. Penyakit ini bisa menyebabkan leher pada tanaman padi menjadi membusuk atau patah sehingga penyakit ini biasa disebut blas leher. Penyakit tanaman padi patah leher banyak dijumpai pada saat musim penghujan dengan intensitas ekstrim. Hal ini dipicu oleh kondisi lingkungan dari persawahan yang menjadi lembab, sehingga bisa mendukung pertumbuhan serta penyebaran jamur dengan cepat. Untuk mencegah terjadinya penyakit, pengaturan jarak tanam agar diperhatikan, yakni tidak terlalu rapat agar lingkungan tanaman tidak lembab. Jajar legowo ialah sistem tanam yang dianjurkan agar jarak tanam agak terbuka untuk mencegah penyakit tanaman padi ini menyerang. Untuk pencegahan, hindari penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan. Penggunaan pupuk nitrogen dengan dosis yang tinggi atau berlebihan bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi sangat pesat, tetapi jaringan daun yang dihasilkan akan cepat melemah sehingga memudahkan spora jamur menjadi sangat mudah atau cepat untuk berkembang. Untuk itu disarankan agar menggunakan pupuk N dan K secara seimbang. Penyakit patah leher juga bisa menyebar melalui benih. Sangat disarankan untuk memilih benih dengan kualitas terbaik. Sebaiknya menggunakan benih yang sehat serta benih padi yang berasal dari varietas yang tahan terhadap serangan penyakit blas. Sebelum benih digunakan sebaiknya merendamnya terlebih dahulu dan melapisinya dengan pengaplikasian fungisida. Faktor lain yang harus diperhatikan dalam pencegahan penyakit tanaman padi ialah kebersihan lahan. Tumbuhnya tanaman gulma yang berupa rerumputan dan tanaman penggangu lainnya harus bersih dari sekitar lahan pertanian. Lakukan penyemprotan fungisida apa bila diperlukan sebanyak 2 kali yaitu pada saat memasuki stadium anakan maksimum dan pada saat awal tanaman mulai berbunga. Ruslia atmaja Sumber : BBPadi dan sumber lainnya