Loading...

MENCIPTAKAN KELAHIRAN GANDA DENGAN KOMBINASI IB DAN TE

MENCIPTAKAN KELAHIRAN GANDA DENGAN KOMBINASI IB DAN TE
Daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang utama dan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan perbaikan taraf hidup masyarakat Indonesia, maka permintaan daging sapi ini semakin meningkat pula dari waktu ke waktu. Namun kenyataannya, sampai saat ini Indonesia masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan daging sapi dalam negeri, sehingga kekurangannya masih membutuhkan impor bakalan dari negara tetangga.Untuk mengurangi ketergantungan akan daging sapi impor dan agar tidak berlangsung terus menerus serta dapat mencapai kecukupan kebutuhan daging sapi perlu ditingkatkan produksi dalam negeri. Pilihannya adalah mendongkrak dan menjaga populasi sapi dalam negeri. Caranya, selain menghindari atau mengurangi pemotongan ternak betina produktif, juga sekaligus meningkatkan angka kelahiran.Untuk meningkatkan angka kelahiran sapi, dapat dilakukan dua cara yaitu teknik Inseminasi Buatan (IB) maupun Transfer Embrio (TE). Namun belum banyak yang melakukan kombinasi dari kedua cara tersebut. Padahal, metode kombinas IB dan TE ini akan lebih efektif dan menguntungkan karena disamping jumlah induk betina yang digunakan relatif sedikit, juga memberikan kelahiran yang lebih banyak sebab anak sapi yang lahir bisa kembar atau ganda dalam satu masa kebuntingan.Dalam melakukan kombinasi IB dan TE, satu hal yang perlu diperhatikan adalah saat penyerempakkan/penyerentakkan atau sinkronisasi birahi pada ternak betina. Sinkronisasi birahi adalah menciptakan kondisi pada sekelompok ternak betina agar mendapatkan gejala birahi pada waktu yang bersamaan yaitu dengan pemberian preparat hormon.Ada dua metode yang dapat digunakan dalam sinkronisasi birahi berdasarkan hormon yang digunakan: 1) Sinkronisasi menggunakan preparat hormon Prostaglandin. Penyuntikan Prostaglandin diberikan pada ternak sapi dengan dosis/ekor 15 mg/IM setelah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu secara palpasi rektal dengan kondisi ternak tidak bunting dan memiliki Corpus Luteum (CL) yang jelas; 2) Sinkronisasi menggunakan Controlled Internal Drug Release (CIDR). Implant ditempatkan ke dalam vagina dengan menggunakan alat pemasang. Bentuk CIDR ada 2 (dua), yaitu: Kombinasi CIDR dengan vestradial, dan kombinasi CIDR dengan Prostaglandin.Disamping itu, sebagai upaya mempercepat peningkatan populasi dan mutu genetik sapi dengan mengoptimalisasikan potensi yang ada, maka metode TE merupakan alat untuk meningkatkan mutu genetik dan populasi ternak sapi secara cepat. Penerapan multi ovulation and Embryo Transfer (MOET) dan produksi embrio invitro akan sangat efektif untuk meningkatkan populasi ternak.Inseminasi Buatan (IB) adalah memasukkan mani/semen ke dalam alat kelamin hewan betina sehat dengan menggunakan alat inseminasi agar hewan tersebut menjadi bunting. Adapun yang dimaksud Trasfer Embrio (TE) adalah proses kegiatan yang meliputi produksi embrio, pembekuan, penyimpanan, handling, thawing, memasukkan embrio ke dalam alat kelamin ternak betina dengan teknik tertentu agar ternak itu bunting.Untuk lebih mengoptimalkan kinerja IB dan TE diperlukan langkah kegiatan yang jelas, terpadu dan efisien dengan dukungan kebutuhan daging sapi dan peningkatkan populasi ternak. Dalam hal ini, kelahiran ganda (twining) pada ternak sapi melalui kombinasi IB dan TE yaitu melakukan TE dengan menggunakan embrio invitro pada sapi betina resipien yang telah di IB, selanjutnya dilakukan TE 7 hari setelah di IB. Adapun yang dimaksud dengan Resipien adalah ternak betina yang memenuhi syarat sebagai induk semang penerima embrio sampai dengan melahirkan.Sasaran aplikasi kelahiran ganda ternak sapi akan diprioritaskan khusus untuk daerah-daerah dimana IB telah berkembang. Daerah yang dimaksud mempunyai suatu kawasan yang berpotensi untuk pengembangan ternak sapi dan telah siap untuk meningkatkan mutu genetik melalui IB dan TE seperti Kelompok-kelompok ternak terpilih dan layak seperti pada kelompok Sarjana Membangun Desa (SMD) dan Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3), Koperasi, Perusahaan Peternakan dan lain-lain (Inang Sariati).Sumber :https://peternakantaurus.wordpress.com/2010/11/28/peningkatan-populasi-dan-mutu-genetik-sapi-dengan-teknologi-transfer-embrio/http://swaragunungkidul.com/mengenal-inseminasi-buatan-atau-kawin-suntik-untuk-ternak-sapi/Pedoman “Inseminasi Buatan Pada Ternak”, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2010.https://www.google.com/search?q=kombinasi+ib+dan+te+ternak+sapi