Penulis: Yuniar Nuraeni, S.P (Penyuluh Pertanian BPP Palabuhanratu Kab. Sukabumi Jawa Barat) Vanili (Vanilla planifolia Andrews) merupakan salah satu komoditas rempah ekspor Indonesia. Vanili termasuk ke dalam famili Orchidaceae yang buahnya bernilai ekonomi tinggi. Sebagian besar produksi vanili Indonesia ditujukan untuk kebutuhan ekspor. Berdasarkan nilai ekspor, Indonesia menempati posisi peringkat ke 3 perdagangan ekspor vanili dengan nilai sekitar 1,1 triliun rupiah, setelah Madagascar dan Prancis (Sujianto, 2014). Di kabupaten Sukabumi sendiri pengembangan komoditas ini sudah dilakukan sejak dahulu, namun karena anjloknya harga jual terjadi penurunan luas areal tanam karena rendahnya minat petani. Secara nasional terjadi penurunan luas areal tanaman vanili yang sangat signifikan dari tahun 2008 seluas 31.887 hektar tahun 2013 menurun menjadi 19.920 hektar (Ditjenbun, 2013 dalam Kartikasari & Rosman, 2018). Seiring dengan perkembangan harga yang terus meningkat selama lima tahun terakhir, meningkatkan Kembali minat petani untuk menanam tanaman vanili. Harga yang naik secara fantastis dari kisaran 400 ribu rupiah lima tahun terakhir hingga di atas jutaan rupiah (Sujianto, 2014). Namun demikian tingginya resiko rendahnya harga akibat kualitas yang memenuhi standar masih menjadi momok bagi petani. Resiko lain dalam budidaya vanili kemungkinan adanya serangan penyakit, hingga rawan pencurian. Terlebih untuk membuahkan polong buah vanili diperlukan keterampilan untuk mengawinkan secara manual (hand pollination) satu persatu setiap bunga yang akan dibuahkan. Oleh karena itu, petani perlu memahami secara mendalam seluruh aspek teknis baik teknik budidaya termasuk penggunaan varietas unggul, panen, penganganan pasca panen dan pemasaran. Untuk menyikapi hal tersebut kelompok tani Manggu Jaya Desa Cimanggu Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi melakukan kunjungan ke Perkumpulan Petani Vanili Indonesia (PPVI) tingkat Jawa Barat Rabu (14/10) lalu. Pada kunjungan tersebut para petani diberikan pemaparan serta meninjau langsung cara budidaya vanili yang sesuai dengan anjuran untuk menjaga mutu vanili. Produktivitas vanili sangat dipengaruhi oleh tingkat kesesuain lingkungan tumbuh, varietas, teknik budidaya serta serangan hama dan penyakit. Mutu vanili dilihat dari tinggi rendahnya kadar vanilin. Kadar vanilin yang tinggi sangat dipengaruhi oleh panen buah yang tepat pada masak fisiologis yaitu apabila buah telah mencapai umur 8-9 bulan ditandai dengan perubahan warna polong kusam dan ujung buah berwarna kekuningan. Dari kunjungan ini diharapkan para petani dapat menerapkan Teknik budidaya kedelai sesuai anjuran agar menghasilkan vanili yang sesuai dengan permintaan pasar. Sumber Sujianto. 2019. Bisnis Vanili Si Emas Hijau Indonesia Kian Menggiurkan. Sinar Tani Edisi 10 - 16 Juli 2019 No.3806 Tahun XLIX. Agroinovasi, Litbang Pertanian Kartikawati, A. & Rosman, R. 2018. Budidaya Vanili. Sirkuler. Balitro.