" Mendulang Rupiah Dengan Hidroponik " pendahuluan belakangan ini bertanam sayuran di pekarangan rumah baik secara konvensional, dengan menggunakan pot/polybag atau dengan model hidroponik semakin digemari masyarakat. karena dengan bertanam sayuran di pekarangan bukan hanya sekedar berhemat, tetapi dengan bertanam sendiri juga lebih sehat karena bisa mengontrol penggunaan pupuk kimia maupun pestisida yang berbahaya bagi kesehatan. dengan semakin pesatnya perkembangan penduduk mengakibatkan pemukiman semakin padat dan hanya menyisakan pekarangan yang terbatas dan relative sempit, sehingga bertanam sayuran harus menggunakan teknik-teknik tertentu yang sesuai dengan kondisi pekarangan yang ada. untuk pekarangan dengan halaman tanah tentu baik dilakukan penanaman secara konvensional, sedangkan untuk halaman rumah dengan cor/kon blok tentu lebih cocok bertanam sayuran dengan pot/polybag atau secara hidroponik. keuntungan bertanam sayuran hidroponik : mendukung ketersediaan sayuran bagi keluarga mendukung perbaikan pola makan b2sa (beragam, bergizi seimbang dan aman)dapat dikerjakan pada pekarangan yang sempitlebih mudah dipindah tempatkanlebih mudah menyesuaikan dengan factor agroklimat (kondisi tanah dan iklim) yang diperlukan tanamanmenambah suasana asri di halaman rumah karena sekaligus berfungsi sebagai tanaman hiasberbagai jenis sayuran yang dapat ditanam secara hidroponik antara lain : ø sayuran daun : kol/kobis, sawi, bayam, kangkung, selada, loncang, seledri dll. ø sayuran buah : mentimun, tomat, terong, kecipir, gambas ø sayuran biji : kacang panjang, kacang merah, buncis, kacang bogor ø sayuran bunga : bunga kol, brokoli ø sayuran umbi : bawang putih, bawang merah ø sayuran tunas : asparagus tahapan yang dilakukan dalam budidaya tanaman secara hidroponik adalah sebagai berikut : 1. pesemaian bibitbeberapa jenis sayuran ada yang langsung ditebarkan di media tanam yang telah disiapkan seperti bayam, kangkung darat, sawi/caisin, tetapi beberapa sayuran lainnya lebih baik disemaikan terlebih dahulu seperti cabai, terong, sledri, daun bawang/loncang, tomat dll. langkah-langkah dalam pesemaian sayuran adalah sebagai berikut : - benih yang akan disemaikan sebaiknya direndam dahulu dalam air hangat (50 derajat celcius) selama 1 jam, - kemudian benih ditaburkan dalam pesemaian yang telah disiapkan dengan media tanah dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 - pesemaian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari - setelah bibit berumur 7 hari dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau plastic - bibit siap dipindah di lapangan atau dalam pot/polybag setelah berdaun 4-5 helai dengan media tanah dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 2. pemupukanpemupukan pada tanaman sayuran dalam pot dapat digunakan pupuk organik murni apabila ingin bertanam sayuran organik atau bisa juga menggunakan pupuk kimia - pemberian pupuk organik sekaligus sebagai media tanam atau ditambahkan setiap kali tanah dalam pot berkurang - pemberian pupuk kimia ditebarkan/dibenamkan atau dilarutkan dalam air dan kemudian disiramkan. - pupuk kimia dapat menggunakan pupuk npk dengan dosis 10 gram/tanaman/pot atau dilarutkan 10 gram/liter air dan diaplikasikan setiap 4 minggu - selain itu pemupukan dapat menggunakan pupuk organik cair dengan dosis sesuai anjuran dengan disiramkan pada daun 3. pemeliharaan tanaman - penyiraman dilakukan setiap hari pada awal pertanaman kemudian penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman - penyulaman dilakukan pada bibit yang mati - pengendalian opt tanaman dengan menggunakan biopestisida untuk menjaga keamanan sayuran yang dihasilkan 4. panen panen dilakukan setelah tanaman cukup umur. Penulis : Kuswanto PPL Wilbinsus Desa Sidomulyo