Loading...

MENGAPA BENIH PADI UNGGUL DAN BERMUTU ITU PENTING

MENGAPA BENIH PADI UNGGUL DAN BERMUTU ITU PENTING
Benih unggul dan mermutu telah terbukti menjadi salah satu faktor pendongkrak peningkatan produktivitas hasil usaha tani padi. Benih unggul dan mermutu memiliki sifat-sifat unggul yang dapat diandalkan, seperti kemampuan menghasilkan gabah yang tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, berumur genjah dan responsif terhadap pemupukan. Varietas unggul dan bermutu umumnya memiliki faktor genetik dan fisik yang baik. Faktor genetik ditandai oleh varietas-varietas yang memiliki sifat unggul, misalnya kemampuan produksi tinggi, ketahanan terhadap hama penyakit dan lainnya. Sedangkan faktor fisik yaitu faktor yang mempengaruhi benih bermutu tinggi, ditandai oleh tingkat kemurnian benih yang tinggi, persentase berkecambah tinggi, bebas dari kotoran dan benih rerumputan serta serangga. Selain itu, benih unggul juga umumnya memiliki kadar air biji sekitar 12-14%. Benih unggul dan bermutu umumnya dapat diperoleh dari benih varietas unggul bersertifikat. Benih bersertifikat memiliki jaminan kualitas dan kemurnian benih. Pilihan Varietas Unggul Baru Padi Ketersediaan inovasi VUB padi cukup banyak. Puslitbang Tanaman Pangan mencatat, tidak kurang 403 varietas padi telah dilepas pada kurun waktu 2000-2015. Ragam varietas ini tidak hanya dihasilkan Balitbangtan tetapi juga oleh Lembaga lain, seperti: BATAN, LIPI, Perguruan Tinggi, swasta, dan pemerintah daerah. Varietas unggul baru tersebut umumnya memiliki keunggulan potensi hasil tinggi, berumur genjah, tahan terhadap hama penyakit, serta kemampuan bertahan pada kondisi lingkungan tertentu (misalnya tahan terhadap kekurangan air, jenuh air, tahan salinitas/kegaraman). Artinya, dari sisi inovasi banyak pilihan varietas yang dapat digunakan oleh petani. Varietas unggul baru yang telah dilepas umumnya memiliki keunggulan, diantaranya: umur yang genjah atau pendek, tahan terhadap hama penyakit tertentu, tahan terhadap cekaman lingkungan (seperti tahan kekeringan, rendaman, salinitas/kegaraman), dan tentunya umumnya memiliki potensi hasi yang tinggi. Pilihan VUB Padi yang telah dirilis Kementerian Pertanian dikelompokkan pada dua kelompok besar, yaitu padi inbrida dan padi hibrida (Hipa). Pada kelompok inbrida ada 3 kelompok lagi berdasarkan agroekosistem, yaitu. - INPARI. Inpari merupakan singkatan dari Inbrida Padi Irigasi. Kelompok VUB ini dianjurkan pada agroekosistem lahan sawah irigasi dan jug tadah hujan. Saat ini sudah ada 46 VUB dengan penamaan Inpari. Serta ada 8 VUB yang tidak menggunakan penamaan Inpari, yaitu: Ciherang, Mekongga, Tarabas, Munawacita Agritan, Mustaban Agritan, Siliwangi Agritan, Padjajaran Agritan, dan Cakrabuana Agritan. - INPARA. Merupakan singkatan dari Inbrida padi Rawa. Sesuai namanya, kelompok VUB ini dianjurkan pada agroeksistem lahan rawa. Ada 10 VUB dengan penamaan Inpara, yaitu Inpara 1-10, serta varietas Purwa. - INPAGO. Merupakan singkatan dari Inbrida Padi Gogo. Kelompok varietas ini dianjurkan ditanam pada lahan kering. Setidaknya ada 11 VUB padi gogo dengan penamaan Inpago. Sebelum menggunakan penamaan Inpago, kelompok VUB yang diajurkan pada lahan kering diberikan nama-nama situ, seperti Situ Patenggang dan Situ Bagendit. Selain itu ada 2 VUB yang dirilis tahun 2018 yaitu Luhur 1 dan Luhur 2. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) Sumber: Wahab, M.I, Satoto, Rahmini, Lalu M.Z, Suprihanto, Agus G, Suharna. 2018. Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.