Loading...

mengembalikan kesuburan tanah melalui fitoremidiasi

mengembalikan kesuburan tanah melalui fitoremidiasi
limbah yang dibiarkan, akan menyebabkan pencemaran lingkungan. untuk mengurangi pencemaran logam berat dapat dilakukan melalui proses fitoremidiasi yaitu penggunaan tumbuhan untuk menghilangkan, memindahkan, menstabilkan, atau menghancurkan bahan pencemar baik itu senyawa organik maupun anorganik atau dapat juga diartikan pula penggunaan tumbuhan yang dapat bekerjasama dengan mikroorganisme dalam tanah untuk menyerap, mendegradasi, mentransformasi bahan pencemar, baik itu logam berat (anorganik) maupun senyawa organik. mengingat akan kekayaan hayati tumbuhan indonesia yang besar serta ditunjang oleh iklim dengan adanya panas matahari sepanjang tahun sehingga memungkinkan penggunaan berbagai tanaman sebagai bahan untuk mengembalikan kesuburan dan mengendalikan pencemaran tanah dari logam berat yang diakibatkan limbah industri atau penyebab lain. syarat dan jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai fitoremediasi adapun syarat agar tanaman tergolong kedalam tanaman fitoremediasi adalah mampu tumbuh dengan cepat pada kondisi lingkungan yang toksik, mampu mengkonsumsi air pada jumlah yang banyak diwaktu yang singkat, mampu meremediasi lebih dari satu polutan dan memiliki tingkat resistensi yang tinggi terhadap polutan. adapun jenis tanaman yang dapat digunakan antara lain bayam-bayaman, kangkung, gulma (putri malu, beberapa jenis rumputan, gulma perairan), bunga matahari dan azolla. jenis logam berat yang bisa diakumulasi oleh tanaman tersebut adalah kadmium (cd), seng (zn), kobalt (co), tembaga (cu), timah (pb), merkuri (hg), mangan (mn), nikel (ni), minyak bumi dan bahan radioaktif. proses fitoremediasi proses fitoremediasi meliputi: 1. phytoextraction merupakan suatu proses tumbuhan menarik zat kontaminan dari media yang tercemar sehingga terakumulasi disekitar akar tumbuhan atau tersalurkan ke bagian lain pada tumbuhan (daun dan batang). tanaman sebagai hyperaccumulators, yaitu tanaman yang dapat menyerap kandungan logam lebih banyak daripada tanaman lain pada umumnya, setelah tanaman fitoremediasi tumbuh dan berkembang di media tercemar dan dirasa telah melakukan mekanisme phytoextraction, tanaman tersebut kemudian dicabut untuk dibakar menggunakan alat insenerator. abu hasil pembakaran sebaiknya dipisahkan untuk dikemas kedalam golongan b3. proses phytoextraction sangat baik digunakan untuk menangani media yang tercemar oleh limbah yang mengandung unsur mn, hg, cu, cr, cd, ni, pb dan zn; rhizofiltration merupakan proses adsorpsi atau penjerapan zat kontaminan oleh akar untuk menempel pada akar tersebut sehingga membentuk suatu lapisan tipis pada permukaannya. aplikasi rhizofiltration dapat dilakukan langsung dengan cara menanam tanaman fitoremediasi di atas permukaan badan air tercemar, atau dengan cara air yang tercemar disalurkan ke sebuah media rumah kaca dimana tanaman fitoremediasi dapat tumbuh dengan optimal. ketika akar tanaman dirasa sudah cukup menampung zat tercemar, tanaman fitoremediasi diambil kemudian dibakar dengan alat insenerator. phytostabilization merupakan roses yang dilakukan oleh tanaman untuk mentransformasi polutan di dalam tanah menjadi senyawa yang non-toxic tanpa menyerap terlebih dahulu polutan tersebut ke dalam tubuh tanaman. mekanisme phytostabilization umumnya digunakan di area reklamasi, karena tumbuhan fitoremediasi berperan untuk mengoptimalkan tanah yang tercemar menjadi tanah yang siap ditanami oleh tanaman reklamasi. terlebih sifat tanaman fitoremediasi pada mekanisme phytostabilization yang mampu mencegah kontaminan tertransport oleh proses erosi air permukaan memberikan nilai tambah pada mekanisme fitoremediasi ini. rhizodegradation merupakan proses penguraian zat-zat kontaminan di sekitar akar tumbuhan oleh aktivitas mikroba yang bersimbiosis pada akar tumbuhan tersebut. proses rhizodegradation bekerja lebih lambat daripada proses phytodegradation karena dipengaruhi oleh kinerja dari mikroba yang bersimbiosis. adapun mikroba (ragi, jamur dan bakteri) yang bersimbiosis ini akan mengkonsumsi dan menguraikan bahan organik seperti larutan bensin (bbm) atau larutan lain yang berbahaya bagi kesehatan manusia. simbiosis ini bersifat mutualisme (saling menguntungkan) karena tanaman pada umumnya mengeluarkan zat seperti gula, alkohol atau asam yang mengandung karbon organik, yang mana zat-zat tersebut merupakan sumber energi mikoroba untuk tumbuh dan berkembang. phytodegradation merupakan suatu proses yang dilakukan tumbuhan untuk menguraikan zat kontaminan yang mempunyai rantai molekul yang kompleks menjadi bahan yang tidak berbahaya dengan bantuan enzim. hasil rombakan zat kontaminan tersebut tersusunan atas molekul yang lebih sederhana dan dapat berguna bagi pertumbuhan tumbuhan itu sendiri. adapun enzim yang bekerja pada proses ini diantaranya nitrodictase, laccase, dehalogenase dan nitrilase. proses ini dapat berlangsung di seluruh bagian tumbuhan baik itu pada akar, batang, dan daun. mekanisme phytodegradation sangat cocok diaplikasikan untuk menanggulangi pencemar dari herbisida dan pencemar klorin. phytovolatilization merupakan suatu proses yang bekerja dibagian atas dari tumbuhan (daun) melalui proses transpirasi. pada mekanisme fitoremediasi lainnya, menyebutkan bahwa zat tercemar yang terserap oleh tanaman fitoremediasi akan dirombak oleh tanaman tersebut dan menghasilkan zat lain yang tidak berbahaya. hasil rombakan tersebut akan tertranspirasi kemudian menguap ke atmosfer. penerapan fitoremediasi beberapa contoh penerapan fitoremediasi lainnya adalah dilakukan dengan metode wet land atau waste water garden. limbah dialirkan ke kolam penampungan yang ditanami tumbuhan air yang bersifat hiperakumulator (contoh: eceng gondok, kayu apu). sistem ini sudah digunakan di beberapa daerah seperti bali dan pabrik bahan peledak di tenessee, amerika serikat. bunga matahari digunakan sebagai fitoremediasi untuk menanggulangi cemaran radiasi nuklir pada tanah setelah bencana kebocoran nuklir di chernobyl, hiroshima dan fukushima. manfaat penerapan fitoremediasi salah satu manfaat penerapan fitoremediasi adalah biaya yang relatif rendah dibandingkan dengan metode perbaikan lainnya seperti penggalian. dan manfaat lainnya adalah dpt mengurangi polutan lingkungan baik pada air, tanah dan udara yg di akibatkan oleh logam atau bahan organik. hal-hal yang perlu diperhatikan fitoremediasi diharapkan dapat memberikan sumbangan yang nyata dan praktis bagi usaha mempertahankan dan memperbaiki kualitas lingkungan di indonesia. namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain: tanaman yang digunakan agar tidak terkonsumsi oleh binatang ternak atau predator lain karena tanaman tersebut bersifat toksik maka hendaknya disekitar wilayah fitoremediasi dipasang pagar. oleh : ir. sri puji rahayu, mm/ yayuk_edi@yahoo.com sumber : dihimpun dari berbagai sumber