Loading...

MENGENAL BEBERAPA JENIS VARIETAS BAWANG PUTIH

MENGENAL BEBERAPA JENIS VARIETAS BAWANG PUTIH
Bawang putih berasal dari Eropa bagian Selatan, walaupun ada yang menyebutkan Amerika Serikat merupakan produsen bawang putih, yaitu di Lousiana dan Texas. Di Indonesia bawang putih dapat tumbuh baik pada dataran tinggi dan dataran rendah, antara lain di Tuwel, Tegal (Jawa Tengah), Bantul dan Gunung Kidul (Yogjakarta). Varietas bawang putih yang banyak di tanam di Indonesia antara lain: lumbu hijau, lumbu kuning, cirebon, tawangmangu, jenis ilocos dari Filipina, dan jenis lokal Thailand. Dari banyak varietas tersebut yang banyak ditanam adalah varietas lumbu hijau dan lumbu kuning. Umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia. Bawang mentah penuh dengan senyawa-senyawa sulfur, Termasuk zat kimia yang di sebut alliin yang membuat bawang putih mentah terasa getir atau angur. Varietas Bawang Putih Ada beberapa varietas bawang putih yang bisa ditanam di area dataran rendah. Setidaknya ada 4 varietas bawang putih antara lain : 1. Lumbu Putih : Daerah yang pertama mengembangkan varietas ini adalah Yogyakarta. Umbinya berwama putih. Umbi memiliki berat sekitar 7 g dengan diameter 3-3,5 cm, jumlah siung per umbi 15-20 buah. Daun berukuran sempit, lebarya kurang dari 1 cm. Posisi daun tegak dan produksi rata-ratanya 4-7 ton/ha. 2. Jati Barang : Varietas ini banyak dikembangkan di daerah Brebes, Jawa Tengah. Umbinya berwarna kekuningan tetapi kulit luamya tetap putih. Umbi agak kecil dengan diameter sekitar 3,5 cm. Sebuah umbi memiliki berat sekitar 10-13 g. Jumlah siung terdiri ari 15-20 buah dan rata-rata produksinya antara 3-3,5 ton/ha. 3. Bagor Varietas : Varietas ini berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Kulit umbinya putih buram berdiameter 3-3,5 cm. Umbinya berwama kuning. Bentuk umbi agak lonjong. Berat sebuah umbi hanya 8-10 g dengan jumlah siung 14-21 per umbi. Dari satu hektar lahan dapat dihasilkan 5-7 ton bawang putih. 4. Sanur : Bawang putih varietas sanur banyak dikembangkan di Pulau Dewata, Bali. Umbinya berukuran besar, berdiameter 3,5-4 cm. Sebuah umbi memiliki berat 10-13 g. Selubung kulit berwarna putih, umbinya sendiri berwarna kuning. Susunan siung pada umbi tidak teratur dengan jumlah siung per umbi 15-20 buah. Hasil umbi yang dapat dipanen sekitar 4-6 ton/ha.Varietas bawang putih dataran rendah memberikan peluang khususnya untuk ekstensifikasi bawang putih dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi bawang putih yang terus meningkat tiap tahunnya. Varietas bawang putih yang cocok dikembangkan di dataran rendah adalah sebagai berikut. Varietas yang pertama adalah jenis Lumbu putih. Daerah yang pertama mengembangkan varietas ini adalah Yogyakarta. Umbinya berwama putih. Umbi memiliki berat sekitar 7 g dengan diameter 3-3,5 cm, jumlah siung per umbi 15-20 buah. Daun berukuran sempit, lebamya kurang dari 1 cm. Posisi daun tegak dan produksi rata-ratanya 4-7 ton/ha. 4. Varietas Jati barang.: Varietas ini banyak dikembangkan di daerah Brebes, Jawa Tengah. Umbinya berwarna kekuningan tetapi kulit luamya tetap putih. Umbi agak kecil dengan diameter sekitar 3,5 cm. Sebuah umbi memiliki berat sekitar 10-13 g. Jumlah siung terdiri ari 15-20 buah dan rata-rata produksinya antara 3-3,5 ton/ha. Bagor Varietas. Varietas ini berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Kulit umbinya putih buram berdiameter 3-3,5 cm. Umbinya berwama kuning. Bentuk umbi agak lonjong. Berat sebuah umbi hanya 8-10 g dengan jumlah siung 14-21 per umbi. Dari satu hektar lahan dapat dihasilkan 5-7 ton bawang putih. Bawang putih varietas sanur banyak dikembangkan di Pulau Dewata, Bali. Umbinya berukuran besar, berdiameter 3,5-4 cm. Sebuah umbi memiliki berat 10-13 g. Selubung kulit berwarna putih, umbinya sendiri berwarna kuning. Susunan siung pada umbi tidak teratur dengan jumlah siung per umbi 15-20 buah. Hasil umbi yang dapat dipanen sekitar 4-6 ton/ha. Masalah yang dihadapi dalam budidaya bawang putih sampai saat ini adalah varietas bawang putih yang berkembang di indonesia umumnya memiliki potensi hasil yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan potensi hasil bawang putih di daerah subtropis. Bagitu pula tingkat pengusahaanya terbat s di daerah dataran tinggi (> 800 m dpl). Dengan demikian dengan adanya jenis-jenis bawang putih yang cocok diusahakan di dataran rendah merupakan peluang baru dalam pembangunan pertanian khususnya untuk ekstensifikasi bawang putih dalam negeri bagi pemenuhan kebutuhan konsumsi bawang putih yang terus meningkat tiap tahnnya.