Nasi merupakan salah satu dari makanan pokok yang menempati pada urutan pertama dari yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, dan di Indonesia juga para petani padi tidak kalah banyaknya daripada petani yang menanam jenis budidaya pangan lainnya. Di Indonesia, ada beberapa variant padi yang sudah dipaparkan oleh pemerintah Indonesia, antara lain : Padi Varietas Inpari 8Inpari 8 termasuk padi sawah yang memiliki rumpun tanaman yang agak tegak, termasuk golongan Cere yang berumur 125 hari, tanaman ini mempunyai tinggi 113 kurang lebih 8 cm, varietas ini mempunyai bentuk gabah panjang dan ramping, warna gabah kuning bersih, bobot gabah 27,4 g/1000 butir, dan jumlah anakan produktif 19 atau kurang lebih 3 anakan/rumpun.Keunggulan produksi varietas ini mencapai rata-rata 6,25 ton GKG/ha, tekstur nasi pulen, dan kandungan amilosa 21%, cocok ditanam di lahan irigasi 600 m dpl, agak tahan penyakit HBD ras III dan penyakit tungro inikulum No 073, tahan penyakit tungroInokulum No. 013 dan 031. Prospek pengembangan dan komersi padi Inpari 8 sangat tinggi, volume beras yang diperdagangkan cukup tinggi karena diminati para petani, pedagang beras dan konsumen. Padi Varietas Inpari 10 Laeya Inpari 10 Laeya termasuk padi sawah tadah hujan, berumur genjah 108-116 hari bertipe tanaman tegak, tanaman ini mempunyai tinggi 100-120 cm. Bentuk gabah ramping panjang, warna gabah kuning bersih, bobot gabah 27,4 g/1000 butir, jumlah anakan produktif 16 atau 3 anakan/rumpun. produksi rata-rata 5,08 ton GKG/ha. Keunggulan varietas padi ini cocok ditanam lahan tadah hujan dengan selang pengairan satu minggu. Tekstur nasi pulen dengan kandung amilosa 22%. Agak tahan hama wereng batang coklat biotipe 1 dan 2, agak tahan penyakit HBD strain III. Potensi pengembangan dan komesial varietas ini sangat cocok dikembangkan pada daerah-daerah yang sering mengalami kekeringan, memiliki karakteristik mutu gabah dan mutu beras seperti Ciherang. Padi Varietas Inpari 11 Varietas ini hasil persilangan antara padi sawah dari Cisadane dengan IR54742-1-19-11-8 dan termasuk dalam golongan Cere. Inpari 11 ini memiliki bentuk tanaman tegak dengan tinggi mencapai 106 cm dan mempunyai jumlah anakan produktif mencapai 18 batang. Bentuk gabahnya adalah ramping dan berwarna kuning bersih, mempunyai tingkat kerontokan sedang, dan menghasilkan nasi dengan tekstur pulen yang berkandungkan amilosa 21,35%. Varietas Inpari 11 berumur sangat genjah 108 hari dan mempunyai potensi hasil tinggi yaitu 8,80 ton/ha.Keunggulan lain adalah tahan terhadap penyakit blas ras 133 serta tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri strain III. Tidak hanya itu, varietas ini juga mendukung program Peningkatan Produksi Beras Nasional karena umur tanamnya yang relative adalah singkat dan mempunyai produktivitas yang tinggi. Padi Varietas Inpara 5 Padi varietas Inpara 5 adalah golongan Cere Indice yang berumur 115 hari bertipe tanaman tegak, tinggi 92 cm. Varietas ini mempunyai bentuk gabah ramping, warna gabah kuning, dengan gabah bobot 25 gram/1000 butir, jumlah anakan produktif 18 anakan, bertekstur nasi sedang dengan kandungan amilosa 25%. Produksi rata-rata adalah 4,45 t GKG/ha hingga mencapai 7,2 GKG/ha. Keunggulan varietas ini cocok ditanam di daerah rawa lebah dangkal dan sawah rawan banjir. Toleran terendam selama 14 hari pada fase vegetatif dan agak tahan terhadap WCK biotipe 3. prospek pengembangan komersialisasi dan perdagangan tinggi akan sangat menguntungkan bagi industri perbenihan maupun perberasan. Padi Varietas Aek Sibundong Varietas Aek Sibundong tumbuh pada lingkungan sawah, tinggi tanaman 108 - 116 cm, umur tanaman 108 - 125 HSS. Bentuk biji ramping, warna gabah kuning bersih. bobot gabah 27 g/1000 butir, jumlah anakan produktif 16 - 20 batang/rumpun, produksi rata-rata 6,0 t/ha, dan berat derajat sosoh 80% adalah 0,96 mg/100g berat kering. Keunggulan varietas ini memiliki tekstur nasi pulen, warna beras dan nasi merah, mengandung vitamin B3, cocok untuk ditanam pada lokasi di sekitar 700 m dpl, baik musim hujan ataupun kemarau.Varietas ini tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan3, agak tahan HDW starin IV. Varietas ini sangat potensial dikembangkan untuk konsumsi restoran, karena memiliki karakteristik khusus, yaitu warna beras merah dan kaya Vitamin B3. Sumber : 1. http:/Badan Litbang Pertanian.Mengenal beberapa Varietas Unggul Padi.2014. 2. http://bbpadi.com/berita/beberapa Varietas Padi. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id