Ternak sapi potong adalah ternak sapi, yang akan diambil dagingnya. Dipotong, disembelih. Baik untuk acara Idul Kurban atau konsumsi. Jenis sapi yang diternakkan ini, adalah jenis lokal & impor. Lokal seperti sapi Bali, sapi Madura, atau sapi Aceh. Sedangkan jenis Sapi luar, seperti: Limosin, Brahman, Simental, Aberdeen Angus. Sapi potong lokal & impor, punya ciri-ciri berbeda. Baik fisiknya: ukuran, bobot, & warna bulu. Maupun keturunanya: laju pertumbuhan, bobot maksimalnya. Sapi Bali bobot maksimalnya 600kg, impor yang tercatat terbesar di dunia mencapai 1,4 ton.Penambahan bobot sapi, tergantung asupannya. Pakan akan digunakan sebagai sumber energi & menjadi daging. Asupan yang bergizi sapi akan sehat & bobotnya bertambah sehingga makin banyak asupan pakan pertumbuhannya akan cepat & sehat sehingga meningkat bobot sapi tersebut. Banyak sapi malnutrisi seperti kurus, tulangnya menonjol akibat kekurangan makan. Saat ini sudah banyak suplemen yang memicu pertumbuhan. Raktopamin adalah salah satu jenis obat hewan yang digunakan sebagai imbuhan pakan pada ternak penghasil daging apabila diberikan dengan dosis tepat dan tidak berlebihan, dapat meningkatkan produktivitas ternak dan aman untuk dikonsumsi.Raktopamin adalah salah satu jenis obat hewan kelompok -agonist yang digunakan untuk imbuhan pakan ternak penghasil daging dengan tujuan meningkatkan efisiensi pakan, mempercepat pertumbuhan, meningkatkan masa otot.Dampak penggunaan raktopamin pada ternak berpotensi dapat menimbulkan residu pada produk pangan (daging) apabila dosis yang diberikan berlebihan ataupun tidak memperhatikan waktu hentinya. Sedangkan dampak pada manusia adalah dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung dan penyakit kardiovaskular seperti stroke, penyakit jantung akibat darah tinggi dan jantung rematik serta system saraf pusat.Pengujian sampel pada daging sapi impor berupa 14 daging sapi impor seberat masing-masing 200g. sampel dikoleksi pada bulan Maret hingga Agustus 2013. Pengambilan sampel yang masuk karantina Pelabuhan Tanjung Priok dilakukan oleh staf Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Tanjung Priok Jakarta. Selanjutnya sampel disimpan beku dan dicincang halus secara homogeny sebelum diproses.Hasil pengujian menunjukan bahwa sampel tersebut aman terhadap residu raktopamin. Untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan raktopamin sebagai imbuhan pakan yang berisiko menyebabkan timbulnya residu pada produk ternak, sebaiknya juga dilakukan analisis cemaran raktopamin pada pakan. Raktopamin-HCl dilaporkan berefek positif terhadap pertambahan bobot badan, efisiensi pakan dan produksi daging sapi potong dan berefek negatif terhadap kualitas daging sapi potong seperti marbling dan keempukan daging. Keberagaman respon positif dan negatif sapi potong terhadap raktopamin yang dilaporkan selama 10 tahun terakhir erat kaitannya dengan reaksi raktopamin di dalam jaringan mamalia dan efeknya terhadap fermentasi rumen. (Penulis : Suwarna Penyuluh Pertanian – BPPSDMP)Sumber:1. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner – 2015 (Diakses tanggal 3/10/20162. epository.ipb.ac.id/handle/123456789/81180 (Diakses tanggal 4/10/2016)3. www.smkppntanjungsari.sch.id (Diakses tanggal 4 /10/2016)