Loading...

Mengenal Hama Tanaman Kopi Dan Pengendaliannya

Mengenal  Hama Tanaman Kopi Dan Pengendaliannya
Hama (1) Serangga Hama PBKo (Hypothenemus Hampei) serangga ini menyebabkan buah kopi berlobang dapat menyebabkan kerugian hingga 50% cara pengendaliannya adalah dengan cara menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) terutama dengan menggunakan perangkap serangga (2) Nematoda Endoparasit gejala serangannya berupa kopi yang terserang terlihat kerdil daun menguning dan gugu, bunga premature dan banyak yang kosong, bagian akar membusuk, cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan cara kimiawi yaitu dengan fumigasi media bibit menggunakan fumigant pra tanam, pengendalian di pertanaman dengan cara penggunaan jenis kopi yang tahan terhadap nematoda parasit cara kultur teknis ; pembukaan lubang tanam rotasi dan pembuatan parit barier (3) Hypothenemus Hampei , merupakan serangga dewasa penggerek buah kopi atau bubuk buah kopi (BBK) serangga ini berwarna coklat hitam denagn panjang betina sekitar 2 mm dan jantan 1,3 mm. gejala serangan BBK masuk kedalam buah dengan membuat lubang disekitar diskus. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara menggunakan parasitoid Cephalonomia Stephanoderis (4) Stephanoderes Hampei biasanya menyerang bubuk kopi pada saat penyimpanan, pencegahan dapat dilakukan dengan pestona atau BVR secara bergantian. (5) Kutu Dompolan, serangga ini menyerang dengan cara menghisap cairan kuncup bunga, akibatnya pertumbuhan terhenti, daun-daun menguning calon bunga gagal dan buah menjadi rontok, pengendaliannya adalah dengan cara biologis yaitu melepas parasit Anagyrus grenii dan berbagai predator lain, secara kimia dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida antara lain Anthio 330 EC (6) Kutu Lamtoro, serangga ini merupakan kutu yang pada umumnya menyerang tanaman lamtoro sebagai pohon pelindung pada tanaman kopi, bila serangan lebih berat mengakibatkan kematian pada tanaman kopi. Hama ini mempunyai cara hidup sama dengan kuto Domplan pada tubuhnya terdapat benang-benang panjang berwarna putih. Pengendalianya dapat dilakukan dengan cara terpadu cara biologis dapat dilakukan dengan cara melepaskan musuh alaminya seperti parasit leptomastix nyamuk diplesis, sementar pengendalian secara kimia adalah dengan cara penyemprotan insektisida seperti Bassa 500 EC dan Sevi 85 g, setelah disemprot pucuk tanaman yang terserang dipangkas dan dibakar (7) Kutu Hijau , serangga ini merupakan serangga dari Family Coccidae. Gejala serangannya adalah serangga menyerang seluruh bagian tanaman yang masih berwarna hijau dan muda , pada bagian pucuk, buah dan daun akibatnya pertumbuhan tunas terhambat dan tanaman menjadi kerdil, jenis serangga ini menghasilkan senyawa berupa madu sebagai ekskresinya dan sering menutupi bagian tanaman. Pengendalian, dilakukan dengan cara memanfaatkan predator serangga seperti Orchus janthinus (sejenis kumbang kecil pemakan serangga) dan laba-laba. Namun upaya pengendalian terpenting adalah dengan cara pemeliharaan tanaman dari gulma terutama sekitar tajuk tanaman . jangan sekali-sekali menggunakan pestisida kimia karena dapat mengganngu keseimbangan biologis di areal kebun. (Penulis; Vemotanilda, S.Pt Penyuluh Pertanian Nagari Limo Kaum II)