Bengkoang memiliki kulit berwarna coklat muda dan daging buah yang warnanya mendekati putih dengan kecerahan (L) 83,95. Bengkoang tumbuh baik di daerah tropis, dan juga akan tumbuh di daerah tanah yang tidak berawa. Tanaman yang merambat itu dapat merambat di atas tanah atau dapat merambat ke atas teralis. Tingginya mencapai 2 sampai 6 meter dan diameter akar tunggang sekitar 5-30 cm, serta memiliki batang berbulu. Bengkoang berdaun majemuk, dengan 3 anak daun dan bertulang daun menyirip. Tanaman ini juga menghasilkan bunga dengan kelopak berwarna biru atau putih serta buah legum yang berbulu ketika muda. Ada tiga jenis Pachyrhizus yang tumbuh komersial dan jenis liar lainnya, tetapi Pachyrhizus erosus adalah spesies yang paling luas diperkenalkan di sebagian daerah tropis. Bengkoang berasa manis dan renyah dan merupakan umbi yang dapat dimakan mentah atau dimasak. Tergantung pada pilihannya, satu tanaman dapat menghasilkan satu atau beberapa umbi. Bengkoang yang sangat muda dapat dimasak dan selanjutnya dikonsumsi, tetapi bengkoang tua termasuk daunnya mengandung senyawa racun sehingga tidak dapat dikonsumsi. Ada atau tidaknya senyawa racun yang ada dalam bengkoang bergantung pada perawatan dan pengalaman para petani.Musim pertumbuhan tanaman berkisar kurang dari lima bulan dalam satu tahun. Terdapat dua varietas bengkoang yang dibudidayakan di Indonesia, yaitu verietas genjah dan badur. Varietas genjah mempunyai umur panen yang lebih cepat yaitu 4-5 bulan sedangkan varietas badur umur panennya antara 7 sampai 11 bulan. QUALITY REFERENCE• Daging buah bengkoang mempunyai warna mendekati putih dengan kecerahan 83,95 (L).• Kandungan airnya sekitar 86-90%.• Ukuran diameter normal 7-10 cm. QUALITY CHANGESPerubahan kualitas selama pasca-panen terjadi dalam berbagai tahap mulai dari produksi, penanganan pasca-panen, pemasaran, distribusi, dan pemrosesan. Perubahan kualitas ini termasuk dalam perubahan jumlah dan kualitas umbi, mulai dari kerusakan fisik, serangan hewan pengerat (tikus), penyakit akibat fungi dan bakteri, proses psikologi seperti perkecambahan, dehidrasi, dan respirasi. Kehilangan berat (Weightloss) selama masa penyimpanan yang berada didalam gudang atau ditempat penyimpanan lainya yang dapat mencapai 10-12% dalam 3 bulan pertama dan 30-60% setelah 6 bulan (Coursey, 1967).Bengkuang sangat mudah terserang hama dan penyakit seperti jamur, kumbang pemakan bengkuang, dan sebagian besar diakibatkan oleh virus perusak.Untuk pemanenan umbi khususnya bengkuang dengan cara penggalian dan pemutusan antara umbi dengan batang dan akarnya, setelah itu dicuci dan diletakkan ditempat yang teduh hingga kering. Umbi dapat disimpan di tempat yang dingin, gelap dan kering selama lebih dari sebulan. FOOD PROCESSING (PEMANFAATAN BENGKOANG)Sebagian besar Bengkoang (Pachyrhizus erosus) dikonsumsi segar sebagai rujak dan campuran salad. Ampas bengkoang kaya akan serat pangan dan berpotensi sebagai sumber prebiotik, karena diduga masih mengandung inulin dan oligosakarida lainnya (de Melo dkk., 1994).Umbi bengkoang mengandung inulin yang tidak dapat dicerna sehingga dapat digunakan sebagai pengganti gula, dapat diolah sebagai bahan makanan awetan atau manisan (Hariati dkk., 2012). Menurut Kundu (1969), Pachyrhizus erosus digunakan dalam pembuatan tepung bermutu tinggi di India. Selain itu, bengkuang dapat diolah menjadi keripik, makanan rebusan dan sup. Bengkuang mengandung gula dan pati serta mengandung cukup vitamin C. Selain itu juga banyak mengandung fiber, kalsium, zat besi, niacin, riboflavin, dan tiamin. Sumber :1. Hariati, Isni., B. T, Chairun. N dan Barus,Asil. 2012. Tanggap pertumbuhan dan produksi bengkuang terhadap beberapa dosis pupuk kalium dan jarak tanam. Jurnal Online Agroekoteknologi, 1(1), 99 – 108. 2. https://alamtani.com/budidaya-bengkoang-organik/.3. https://pbftp13.wordpress.com/2014/04/06/bengkoang-pachyrhizus-erosus/ Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id