Loading...

Mengenal Myasis Pada Ternak Sapi

Mengenal Myasis Pada Ternak Sapi
Kasus myasis di Indonesia cukup tinggi , hal ini dikarenakan sistem peternakan rakyat memungkinkan banyak lalat di kandang. Kotoran sapi menjadi media subur bagi tumbuh kembangnya mikrobia dan lalat . Kondsi ini diperparah dengan model kandang yang mendukung terjadinya luka permukaani tubuh karena terkena paku ataupun gesekan dan goresan lainnya. Myasis atau di sebut bilatungan adalah invasi belatung (larva lalat) pada jaringan tubuh sehingga menyebabkan kerusakan pada jaringan tersebut. Myasis berawal dari luka karena trauma yang dibiarkan terbuka didukung oleh lingkungan kandang yang kotor sehingga mempermudah lalat kontak dengan luka.Penyebab.Myasis disebabkan adanya belatung lalat Chrysomia megacephala dan C. bezziana . Myasis terbagi dua, yaitu (a) Myasis obligat, hanya terjadi pada jaringan tubuh yang masih hidup. Myasis ini disebabkan oleh belatung C. bezziana. (b) Myasis fakultatif, terjadi pada jaringan tubuh yang masih hidup maupun mati. Myasis ini disebabkan oleh belatung C. megacephala.Infestasi belatung yang menebus kulit menyebabkan kesehatan sapi terganggu, terlebih jika menembus otot dengan luka dalam membentuk celah, akan rumit penanganannya. Penanganannya yang dilakukan dokter hewan adalah mengeluarkan semua belatung dari tubuh sapi dan memberikan semprotan kombinasi antiseptik dan insektisida. Siklus hidupChrysomia Mekanisme myasis, lalat betina dewasa meletakkan telurnya pada jaringan, kemudian telur tersebut menetas menjadi belatung. Belatung menyebabkan keruakan pada jaringan karena untuk menyelesaikan siklus hidupnya, belatung makan jaringan dengan membuat terowongan pada jaringan tersebut. Aktivitas belatung ini menyebabkan kegatalan yang luar biasa pada hospes.Faktor yang menentukan perkembangan belatung menjadi dewasa adalah ketersediaan nutrisi. Belatung yang sudah matang, kemudian merayap keluar dari luka dan berubah menjadi pupa. Pupa yang telah matang , kemudian berubah menjadi lalat dewasaPengobatanPengobatan dapat dilakukan pencucian menggunakan kalium permanganat (PK), pencucian ini bertujuan melisis jaringan yang telah mengalami nekrosis. Dapat juga dilakukan pemberian antibiotik secara injeksi dan salep oles, pemberian antibiotik dimaksudkan untuk mencegah infeksi yyag diberikan merupakan salep racikan yang digunakan secara oles, mengandung minyak ikan, vasellin album, A dan D yang bagus untuk regenerasi kulit. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Ida Tjahajati dkk .PT. Citra Aji Pratama.Sumber gambar :Mydokter hewan.com