Loading...

Mengenal Penyakit Surra Pada Sapi

Mengenal Penyakit Surra Pada Sapi
Penyakit surra pada sapi sering disebut/di identikan dengan "Sapi Gila" oleh masyarakat karena sapi mengamuk, berputar-putar tanpa arah, dan susah dikendalikn oleh pemiliknya. Hal ini karena parasit darah sudah menyerang otak dan saraf sehingga terjadi inkoordinasi seluruh tubuh. Surra dari surahmarathi artinya suara napas berat melalui lubang hidung. Penyebab,. Penyakit ini disebabkan oleh parasit yaitu Protozoa Trypanosoma evansi Protozoa ini hidup dalam darah penderita dan mengisap glukosa dalam darah.Selain itu protozoa ini mengeluarkan sejenis racun yang disebut trypanotoksin.Gejala – Gejala.Gejala umum sapi akan terlihat lesu terjadi demam dan kondisi lemah hal tersebut dikarenakan nafsu makan berkurang mengakibatkan sapi kurus dan akan kehilangan berat badan. Temperatur tubuh sapi naik dan demam berselang selingPenderita akan Nampak muka pucat, bulu rontok,Nampak busung pada daerah dagu dan anggota gerak serta dibawah dagu dan kaki Nampak kotor dan kering seperti bersisik sehingga penderita menjadi letih dn tak mampubekerja.Lebih parah lagi akan Nampak keluar leleran atau lendir radang dari lubang hidung dan mata ,Nampak selaput lendir terlihat menguning. Penularan .Penyakit surra berjangkit dari sapi yang satu ke sapi yang lain secara mekanis melalui gigitan lalat tabanus pengisap darah.Lalat ini merupakan perantara (vector) parasit Trypanosoma dari sapi yang sakit ke sapi yang sehatSelain lalat tabanus , lalat jenis lain (stomoxys, lyperosia,charysops dan hamatobia, bahkan caplak, nyamuk anopheles dan pinjal atau kutu dapat menjadi perantara.PencegahanTindakan sanitasi kandang dan lingkungan dilakukan secara teratur dan terus menerus dengan cara membersihkan tempat yang basah dan rimbun,membasmi serangga pengisap darah dengan penyemprotan kandang, semua peralatan atau lingkungan yang banyak dihinggapi lalat menggunakan asuntol atau insektisida lain yang aman bagi ternak.Sapi yang sakit di asingkan pada kandang yang tertutup sehingga terlindung dari gigitan lalat. Lakukan pemotongan sapi yang sakit diwaktu malam hari untuk menghindari lalat. Daging sapi yang sakit dapat dikonsumsi dibwah pengawasan dokter hewan. Kulit yang berasal sapi yang sakit harus disimpandi tempat yng terlindung dari caplak, lalat atau nyamuk sekurang-kurangnya 24 jam atau disemprot menggunakan insektisida sebelum digunakan.Pengangkutan sapi sakit ke rumah potong hewan (RPH) hanya dilakukan pada malam hari untuk menghindari penyebaran oleh lalat.Sapi yang sakit dapat dipotong, setelah proses pemotongan dilakukan maka seluruh sisa –sisa pemotongan harus dibakar dan dikubur dalam-dalam dan lokasi disucihamakan menggunakan disinfektan. Tetapi sapi yang mati akibat penyakit surra harus dibakar dan dikubur. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Ida Tjahajati dkk .PT. Citra Aji Pratama.Sumber gambar :habaloen.com