Loading...

Mengenal Pink Eye pada Sapi

Mengenal Pink Eye pada Sapi
Bakteri Moraxella bovis yang menyebabkan Pink Eye , bakteri ini dpat ditemukan pada mata penderita atau pada sapi yang terlihat sehat. Pink Eye atau infectious bovine keratoconjunctivitis (IBK),infectious keratitis, atau blight. Penyakit ini termasuk penyakit yang dapatsembuh dengan sendirinya tetapi penyakit ini dapat berjangkit kembali setiap tahunnya, dan dapat timbul dengan tiba-tiba terutama pada saat sapi dalam keadaan lelah.Pink Eye dapat terjadi diawali dengan iritasi pada mata,yang dapat disebabkan karena kibasan ekor, gesekan rumput, debu . Faktor pendukung terjadinya Pink Eye yaitu udara panas, benda asing, trauma, hewan carrier, pengaruh musim dan kondisi sapi atau kekurangan vitamin A. Penularan.Penularan penyakit ini secara langsung melalui eksudat mata sapi sakit ke sapi yang lain secara tidak langsung melalui serangga , pakan , air minum, dan benda –benda asing. Lalat merupakan vector yang dapat menyebarkan penyakit ini.Gejala-Gejala, Masa inkubasi penyakit 2 – 3 hari, kadang-kadang sampai 3 minggu . Setelah masa inkubasi akan Nampak pembendungan pembuluh darah pada kornea, oedema pada conjunctiva, dan pengeluaran air mata yang banyak. Dua hari setelah infeksi akan timbul kekeruhan pada kornea mata, mulai dari tengah bola mata menyebar ke pinggir bola mata berlanjut ke seluruh bola mata sehingga menyebabkan kebutaan.Walaupun angka kematian karena pink eye rendah, tetapi infeksinya spesifik, cepat menular, dan mengakibatkan kerugian ekonomi babahan baku isian berupa bahan organik seperti kotoran ternak, limbah pertanian, sisa dapur dan sampah ori terjadi penurunan berat badan atau penurunan produksi susu.Pink eye dapat menyerang sapi pada semua tingkat umur , tetapi sapi muda lebih peka daripada sapi tua. Pencegahan , Sapi yang terinfeksi segera dikandangkan (di isolasi) pada tempat yang gelap, untuk menghindari kontak dengan sapi yang sehat baik secara langsung atau tidak langsung. Sapi yang dianggap sebagai sumber infeksi sebaiknya dimusnahkan.Perbaikan manajemen secara terpadu meliputi perbaikan kualitas pakan (cukup mengandung vitamin A) , kebersihan kandang , pengelolaan fasses , program vaksinasi, tindakan karantina, dan penyedian naungan pada lokasi penggembalaan. Untuk pengobatan penyakit ini terutama dalam pemberian antibiotik baik dalam bentuk tetes mata maupun bentuk salep yang dioleskan pada mata ,harus dibawah pengawasan dokter hewan. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Ida Tjahajati dkk .PT. Citra Aji Pratama.Sumber gambar :peternakan.com