Radang Limpa pada ternak sapi disebabkan karena bakteri Bacillus anthracis sehingga dimasyarakat umum dikenal dengan penyakit Anthraks yang dapat menular ke Manusia bersifat zoonosis di beberapa daerah telah banyak korban akibat mengkonsumsi daging sapi yang terjangkit antraks.Bakteri ini pada kondisi yang kurang menguntungkan akan membentuk spora untuk melindungi diri sehingga bakteri ini mampu bertahan hidup dalam segala cuaca dan selama bertahun -tahun. Bakteri ini berbentuk panjang dan terbungkus kapsul. Karena penyakit ini dapat menular ke manusia maka gejala yang ditimbulkan pada hewan akan nampak pula pada manusia.Gejala pada hewan sapi (a) Hewan akan nampak demam, gelisah , lemah, paha gemetar, napsu makan akan hilang dan bila tidak kuat berdiri akan roboh. (b) pada gejala awal sapi sulit untuk buang kotoran, dilanjutkan dengan muncul diare, kotoran bercampur air dan kadang – kadang bercampur darah. (c) ternak mengalami sesak napas sehingga sulit untuk bernapas (d) dari lubang organ ternak antara lubang mulut, lubang hidung, lubang telinga, dubur dan kemaluan akan keluar darah hitam pekat seperti warna kecap atau aspal, agak berbau amis, busuk dan sulit membeku. (e) terjadi pembengkakan di daerah leher, dada dan sisi lambung, perut, pinggang dan alat kelamin luar.(f) Ternak akan mengalami kematian dalam waktu singkat tanpa disertai tanda – tanda sebelumnya. (g) serangan penyakit ini secara per akut pada sapi berlangsung sangat cepat , yakni hanya dalam tempo 1 – 3 hari. Setelah terinfeksi , sapi akan mengalami kejang, pendarahan hebat dan akhirnya mati. Sedangkan secara kronis terlihat pembengkakan lokal, demam, dan pembengkakan limpaglandula.Gejala –Gejala pada manusia(a) penyakit anthraks ini umumnya berbentuk antrak kulit. (b) infeksi kulit berawal dari benjolan merah kecoklatan yang membesar dan pembengkakan di sekelilingnya. (c) benjolan berubah menjadi lepuhan dan mengeras, kemudian tengahnya pecah dan mengeluarkan cairan bening, lalu membentuk keropeng berwarna hitam (d) kelenjar getah bening di daerah yang terserang membengkak, penderita merasakan tidak enak badan, kadang ototnya terasa sakit, sakit kepala, demam, mual dan muntah. Selain itu terjadi pembengkakan kelenjar limpa regional.(e) pada antraks tipe pernafasan umumnya ditandai dengan gejala sesak di daerah dada disertai dengan kebiru – biru dan umumnya diikuti kematian dalam waktu 24jam. Kuman masuk melalui saluran pernapasan bagian atas. (f) pada anthrak tipe abnormal ditandai dengan gejala demam dan septikemia. Apabila tidak mendapatkan pengobatan, akan adanya kematian. Kuman masuk melalai mulut lewat makanan yang tercemar.Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Ida Tjahajati dkk .PT. Citra Aji Pratama.Sumber gambar :Agromaret.com