Loading...

Mengenal Sosok Si Peci Merah Bojongsari, Sukses Bertani Berawal Dari Hobi

Mengenal Sosok Si Peci Merah Bojongsari, Sukses Bertani Berawal Dari Hobi
Udara pagi itu cukup bersahabat, angin berhembus sejuk. Daun beraneka warna menari-nari mengikuti hembusan angin, menambah kesyahduan suasana di teras rumah Nursalam, warga RT 01/ RW 11, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Nursalam merupakan seorang petani tanaman hias yang sudah dikenal luas di wilayah Kelurahan Bojongsari. Tak hanya tanaman hias, di tangan seorang Nursalam ikan hias dan beberapa unggas juga berkembang dengan baik. “Saya sudah bertani tanaman hias sejak tahun 1998,” ucap pria yang sedang memakai baju pangsi berwarna hitam, lengkap dengan ikat pinggang hijau dan peci berwarna merah, yang menjadi ciri khasnya, Kamis (01/07/2021). Selain bertani, pria yang akrab disapa Si Peci Merah ini juga dikenal sebagai tokoh masyarakat yang aktif dalam organisasi sosial seperti Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Karang Taruna (Katar), dan Tanggap Bencana (Tagana). “Saya sekarang menjabat seksi taruna tani KTNA Kecamatan Bojongsari, majelis pertimbangan Katar Kecamatan Bojongsari, dan anggota Tagana Kecamatan Bojongsari,” katanya. Budidaya tanaman hias ini sudah menjadi hobi sekaligus bisnisnya. Lewat kegiatan ini, dia merasa dapat menambah teman dan juga rezeki. “Saya melakukan budidaya ini seperti layaknya sebuah ajang menambah tali silaturahmi, karena saya gak berpatokan kepada materi, bagi saya silaturahmi merupakan salah satu rezeki dalam bentuk lain,” ungkapnya. Di halaman rumahnya kini terpampang beberapa tanaman dan hewan peliharaan. Beberapa diantaranya merupakan tanaman hias jenis philodendron, monstera, anthurium, variegata, aglaonema dan lain-lain. Untuk hewan, disana ada ikan cupang hias dari berbagai jenis, burung parkit, dan love bird, serta ayam bangkok. “Kalau tanaman ada lebih dari 300 pot, ikan cupang sekitar 150 ekor, dan belasan burung serta ayam,” ujarnya. Nursalam menambahkan, saat ini budidaya tanaman dan ikan hias sedang tren di kalangan masyarakat terutama di saat pandemi Covid-19. Ia mengakui, perlu adanya terobosan dan inovasi untuk mengembangkan sektor tersebut. Selain itu, ada potensi masyarakat dapat mengembangkan taraf ekonomi keluarga menjadi sejahtera dari sektor ini. Ada banyak pola pertanian atau perikanan yang dengan lahan terbatas tetapi maksimal terhadap penghasilannya, misalnya program “MANJA (Menanam Jahe) DI RUMAH” yang dilakukan oleh warga Kelurahan Bojongsari ini. Program tersebut dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil tanaman obat keluarga (toga) atau herbal yang bermanfaat mulai dari menyembuhkan flu hingga penyakit serius lainnya, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga. Harapannya, program semacam ini juga dapat dikembangkan oleh keluarga dan masyarakat secara luas, sehingga dapat menjadi tempat edukasi untuk belajar cara menumbuhkan benih, merawat bibit sampai menikmati hasilnya. “Di masa pandemi Covid-19 seperti ini, ayo kita tingkatkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan dan herbal keluarga,” pungkasnya.