Loading...

MENGENAL TANAMAN TEBU PENGHASIL GULA

MENGENAL TANAMAN TEBU PENGHASIL GULA
Siapa yang tidak mengenal tanaman tebu. Sebagai penghasil gula tebu yang dikenal mempunyai batang dengan rasa manis sangat disenangi masyarakat untuk dikonsumsi sehingga sering juga diolah menjadi minuman segar. Ternyata bukan hanya manis dan segar, tapi tebu juga berkhasiat untuk pengobatan. Dahulu tebu telah digunakan sebagai salah satu tanaman obat tradisional seperti untuk meredakan jantung berdebar, meredakan sakit panas, dan batuk. Untuk kepentingan pengobatan ini, bagian tebu yang digunakan adalah akar dan batangnya yang manis.Tebu termasuk dalam tanaman keluarga rumput-rumputan (Graminae). Namun ukurannya lumayan besar ketimbang jenis rumput ilalang yang dikenal setinggi empat meter. Bagian batangnya yang berbuku-buku adalah bagian yang memiliki serat kasar dan mengandung cairan yang manis. Manfaat tebu untuk kesehatan ini sudah jarang dilakukan masyarakat seiring dengan perkembangan zaman. Kini masyarakat hanya mengetahui tebu sebagai penghasil gula yang sangat dibutuhkan untuk bahan pokok dan juga merasakan manisnya air tebu yang melegahkan dahaga.Dalam klasifikasi ilmiah, tebu yang paling dikenal adalah Sacharumo. Tanaman yang berdaun panjang satu hingga dua meter dengan lebar empat dan delapan centimeter ini sengaja dibudidaya dan dikembangbiakkan untuk memenuhi industri gula di tanah air. Tanaman tebu hanya membutuhkan modal yang relatif murah. Untuk mendapatkan tanaman berkualitas, petani harus rajin membersihkan lahan perladangan, setelah tumbuh memasuki usia 3 bulan baru diberikan pupuk urea dan kemudian di usia 7 sampai 8 bulan barulah bisa dilakukan pemotongan secara silih berganti, sehingga terjadilah pemotongan tebu rata-rata satu bulan sekali. Untuk tanaman tumbuh dengan baik, disarankan tebu dikembangkan pada daerah beriklim panas dan lembab. Tanah yang terbaik adalah tanah subur dan cukup air tetapi tidak tergenang dan ketinggian tempat yang baik untuk pertumbuhan tebu adalah 5-500 m dari permukaan laut (dpl).Permasalahan dalam pengembangan tebu guna mencapai swasembada gula diantaranya : (1) keterbatasan tenaga kerja, (2) rataan rendahnya produktivitas tebu rakyat dibandingkan dengan potensi hasilnya.Tantangan industri gula nasional cukup berat, meliputi (1) Produksi gula berbasis tebu lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan. Produksi gula nasional tahun 2011 sekitar 2,23 juta ton, sementara konsumsi diperkirakan mencapai 5,01 juta ton. Hal ini tidak dapat dibiarkan terus berlanjut, karena akan meningkatkan ketergantungan terhadap gula impor. (2) Perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi. Hujan berkepanjangan dengan intensitas di atas normal pada musim giling 2009 dan 2010 telah menimbulkan berbagai persoalan seperti kesulitan tebang, muat dan angkut tebu, meningkatkan jam berhenti giling serta menurunkan rendemen gula. (3) Kinerja bidang tanaman dan pabrik, umumnya masih jauh dari optimal sehingga perlu upaya-upaya yang lebih terarah dan sistematis agar bisa mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. (4) Kualitas SDM gula cenderung semakin merosot. Kualitas dan produktivitas SDM industri gula masih perlu ditingkatkan. Salah satu cara dilakukan melalui pengelolaan SDM secara terintegrasi, baik melalui integrasi vertikal, fungsional, SDM, maupun integrasi antara kebutuhan individu dengan organisasi, sehingga kompetensinya lebih memadai. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Ditjenbun. 2015. Pedoman Budidaya Tebu Giling Yang Baik (GAP on Sugar cane). Kementan. Jakarta2. Sumber gambar berasal dari merdeka.com