Loading...

MENGENAL TEKNIK OKULASI KRITERIA DAN KLON ANJURAN BATANG BAWAH TANAMAN KARET

MENGENAL TEKNIK OKULASI  KRITERIA DAN KLON ANJURAN BATANG BAWAH TANAMAN KARET
Tanaman karet (Havea brasiliensis) merupakan tanaman tahunan yang mempunyai nllai ekonomis tinggi karena kandungan getah/lateks yang dapat dipergunakan sebagai bahan industri. Budidaya tanaman karet memerlukan investasi cukup lama yaitu sekitar 5-6 tahun sebelum tanaman dapat mengasilkan/disadap. Terkait dengan hal tersebut telah banyak dilakukan upaya agar masa tanaman belum menghasilkan (TBM) dipersingkat melalui pembibitan secara vegetative diantaranya melalui teknik okulasi.Agar diperoleh bibit yang baik dan sehat serta TBM yang lebih singkat okulasi merupakan salah satu cara perbanyaka tanaman yang dilakukan dengan cara menempelkan mata entres dari satu tanaman ke tanaman sejenis agar diperoleh sifat-sif yang unggul. Ada tiga macam teknik okulasi karet yaitu okulasi dini,okulasi hijau dan okulasi cokelat masing-masing mempunyai criteria sebagai berikut: 1) Okulasi dini, yaitu batang bawah berumur 2-3 bulan, umur benih 3-4 minggu, ukuran garis tengah benih 0,5 cm dan warna entres hijau muda; 2) Okulasi hijau yaitu batang bawah berumur 4-6 bulan, umur benih 3-4 bulan, garis tengah batang 0,5-1 cm dan warna entres hijau; dan 3) Okulasi cokelat yaitu batang bawah berumur 8-18 bulan, umur benih 1-2 tahun, garis tengah batang 2,5-4 cm dan warna entres cokelat. Ada enam tahapan okulasi yaitu: 1) penyiapan batang bawah,2) pembuatan jendela okulasi; 3) penyiapan mata okulasi; 4) penempelan perisai mata okulasi; 5) pembalutan; dan 6) pemeriksaan hasil okulasi.Penyiapan batang bawah1. Menyiapkan batang tanaman dengan lilit berkisar 5-7 cm yang diukur pada ketinggian 5 cm dari permukaan tanah;2. Tunas ujung dalam keadaan tidur atau daun tua.Pembuatan jendela okulasi1. Batang bawah dibersihkan dari kotoran/tanah dengan menggunakan kain lap bersih;2. Batang bawah yang sudah bersih dibuat jendela okulasi dengan cara menyayat/membuat irisan vertical dengan pisau okulasi membentuk U menghadap ke atas atau U menghadap ke bawah. Getah yang meleleh di bersihkan menggunakan kain lap supaya tidak meleleh pada batang tempat penempelan mata tunas;3. Irisan sejajar dibuat dua buah sebanyak 25 batang berukuran 5-10 cm dari permukaan tanah dengan dengan panjang irisan 5-7 cm dan lebar 1/3 lilitan batang;4. Kemudian buat potongan melintang diatas irisan vertical tadi dan buka sedikit ujungnya untuk bukaan dari atas dan di bawah irisan vertical untuk bukaan dari bawah;5. Penempelan mata dilakukan dari batang pertama dan setelah selesai, dimulai lagi membuat irisan sebanyak 25 batang demikian seterusnya. Pembuatan perisai mata okulasi 1. Untuk calon perisai okulasi, diambil mata yang terbaik yaitu mata yang berada diatas bekas ketiak daun;2. Perisai mata okulasi dibuat dengan mengiris kayu entres yang bermata baik dengan ukuran lebar 1 cm dan panjang 5-7 cm;3. Untuk bukaan jendela okulasi dari atas maka posisI mata pada kayu entres menghadap ke atas sedang bukaan dari bawah, posisi mata pada kayu entres menghadap kebawah;4. Penyayatan perisai mata okulasi dilakukan dengan mengikutsertakan sedikitbagian kayu. Kemudian lepaskan kulit dari dengan hati-hati dengan cara menarik bagian kayunya perisai mata harus diusahakan tidak memar/luka dan bagian kulitnya tidak terkena kotoran. Perisai mata okulasi yang baik adalah perisai mata yang pada kulit bagian dalam ada titik putih yang menonjol;5. Apabila kulit bagian dalam berlubang berarti matanya tertinggal pada bagian kayu dan perisai ini tidak boleh ditempelkan pada batang bawah. Penempelan perisai mata okulasi1. Setelah jendela okulasi dibuka maka perisai mata okulasi segera dimasukkan kedalam jendela;2. Jendela okulasi ditutup dengan cara menekan bagian ujung jendela, bersamaan dengan hal tersebut bagian ujung perisai yang dipegang dipotong dan dibuang. Perisai mata okulasi diusahakan tidak bergerak agar tidak merusak mata okulasi. Selanjutnya jendela okulasi yang sudah ditutup langsung dibalut. .Pembalutan1. Pembalutan dimaksudkan agar perisai mata okulasi benar-benar menempel di batang bawah dan terlindung dari air dan kotoran. Bahan untuk pembalut berupa pita plastik okulasi;2. Untuk bukaan dari bawah maka pembalutan dimulai dari bawah demikian juga sebaliknya. Balutan dilakukan dua kali dan dilebihkan sekitar 2 cm dibagian atas dan bawah jendela okulasi.Pembukaan dan pemeriksaan hasil okulasi1. Setelah okulasi berumur 2-3 minggu,maka balutan okulasi dapat dibuka untuk diperiksa hasilnya. Balutan dibuka dengan cara mengiris plastik okulasi dari bawah keatas dan tepat disamping jendela okulasi. Selanjutnya jendela okulasi dibuka dengan cara memotong lidah jendela okulasi;2. Keberhasilan okulasi dapat diketahui dengan cara membuat cungkilan pada perisai mata okulasi diluar matanya. Bila cungkilan berwarana hijau berarti okulasi berhasil;Kriteria Batang bawahBatang bawah atau rootstock/understem adalah tanaman yang berfungsi sebagai batang bawah, Pada umumnya batang bawah berasal dari biji. Keuntungan batang bawah dari biji antara lain; a) perkembangan sistem akar lebih kuat dan dalam, karena memiliki akar tunggang dan b) dapat dilakukan dalam jumlah banyak. Adapun kriteria tanaman yang akan dijadikan batang bawah adalah: a) mampu beradaptasi dengan batang atasnya, sehingga batang bawah dapat menyatu dan menopang pertumbuhan batang atasnya; b) tanaman dalam kondisi sehat; c) sistem perakarannya baik, tahan terhadap keadaan tanah yang kurang menguntungkan dan tahan teradap serangan hama dan penyakit yang ada dalam tanah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan batang bawah antara lain pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta penyiraman agar batang bawah tumbuh subur dan sehat. Klon anjuran untuk batang bawahKlon yang dianjurkan untuk batang bawah antara lain GT 1, PR 228, PR 300, AVROS 2037, LCB 1320, PB 260, BPM 24 dan RRIC 100. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : Dihimpun dari beberapa sumber