Salah satu upaya peningkatan produksi karet dapat dilakukan dengan melakukan teknik penyadapan yang baik. Teknik penyadapan yang baik, dilakukan oleh tenaga terampil dengan menggunakan peralatan yang baik. Teknik penyadapan yang baik merupakan cara penyadapan pohon dengan mempertimbangkan kondisi pohon, menghasilkan lateks banyak, waktu dan frekuensi penyadapan yang tepat. Tenaga terampil yang melakukan penyadapan merupakan tenaga penyadap dari dalam/atau luar keluarga petani karet yang menghasilkan lateks tanpa merusak bidang sadap tanaman. Untuk menghasilkan lateks yang ada beberapa tahapan penyadapan yang harus dilakukan meliputi: penentuan matang sadap, persiapan buka sadap, pelaksanaan buka sadap dan pelaksanaan penyadapan masing-masing tahapan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1. Menentukan matang sadap, yaitu apabila pohon karet sudah mampu diambil lateknya tanpa mengganggu pertumbuhan dan kesehatan tanaman yang didasarkan pada umur dan lilit batang. Penyadapan dapat dilakukan pada pohon yang berumur 4,5 - 6 tahun tergantung pada klon dan lingkungan pertanaman. Selain umur untuk menentukan matang sadap adalah pengukuran lilit batang dengan ukuran ?45 cm dan ketinggian 100 cm diatas pertautan okulasi (dpo). Selanjutnya ditentukan matang sadap kebun yaitu apabila pada kebun jumlah tanaman matang sadap sudah mencapai > 60% hal ini untuk mempertimbangkan nilai ekonomis yang menguntungkan. Adapun standar lilit batang berdasarkan umur (bulan) sebagai berikut: a) 12 bulan lilit batang 10,58 cm: b) 18 bulan lilit batang 14,35 cm: c) 24 bulan lilit batang 18,55 cm: d) 30 bulan lilit batang 23,05 cm; e) 36 bulan lilit batang 27,69 cm; f) 42 bulan lilit batang 32,34 cm: g) 48 bulan lilit batang 36,88 cm; h) 54 bulan lilit batang 38,35 cm: dan i) 60 bulan lilit batang 45,25 cm. 2. Persiapan buka sadap, dilakukan dengan menyiapkan peralatan yang baik yang memenuhi persyaratan yaitu bersih dan tidak korosif. Adapun peralatan yang diperlukan meliputi: a) meteran 150 cm untuk mengukur lilit batang; b) meteran kayu 100 cm untuk mengukur ketinggian lilit batang; c) mal sadap; d) potongan kayu dengan panjang 130 cm; e) plat seng dengan lebar 6 cm panjang 50-60cm dipakukan padaujung kayu dengan sudut 120º; f) pisau mal,besi berujung runcing dan bertangkai untuk menreh kulitwaktu mengambar bidang sadap;g) talang sadap berupa seng lebar 2,5 cm panjang 8 cm untuk mengalirkan latek ke mangkuk sadap; h) tali cincin yang terbuat dari ijuk, plastik atau tali palstik untuk mencantolkan cicncin mangkok dengan mengikatkan tali ke batang karet; i) cincin mangkok terbuat darikawat yang digunakan untuk meletakkan mangkuk sadap; j) ,amgkuk sadap terbuat dari plastic, alumunium untuk menampung lateks; dan k) pisau sadap tarik dan pisau sadap dorong. 3. Pelaksanaan buka sadap, diawali dengan penggambaran bidang sadap (tanaman okulasi 130 cm dpo, tanaman sedling 100cm dengan arah dari kiri atas ke kanan bawah, sudutkemiringan bidang sadap bawah 30-40º dan bidang sadap atas 45º). Perlu diketahui pula bahwa kemiringan irisan sadap akan berpengaruh pada jumlah pembuluh lateks yang terpotong dan aliran lateks kearah mangkuk sadap. Sedang panjang irisan sadap akan berpengaruh pada produksi, keseimbangan produksi jangka panjang, kesehatan dan pertumbuhan tanaman serta letak bidang sadap. Pemasangan talang sadap danmangkuk sadap dilakukan setelah penggambaran bidang sadap. Mangkuk sadap diletakkan diatas cincin mangkuk dan diikat dengan tali ke batang; 4. Pelaksanaan penyadapan, dilakukan dengan melakukan irisan sadap dengan kedalaman 1-1,5 mm dari kambium dan ketebalan irisan sadap sekitar 1,5-2 mm setiap sadap. Frekuensi penyadapan dilakukan dalam jangka waktu tertentu yaitu dua tahun pertama 3 hari sekali, tahun selanjutnya 2 hari sekali, panjang irisan dan frekuensi penyadapan bebas. Waktu penyadapan sebaiknya dilakukanpada pukul 05.00-07.30 pagi hari dengan pertimbangan bahwa: a) jumlah lateks yang keluar dan kecepatan aliran lateks dipengaruh oleh tekanan turgor sel, sedang tekanan turgor sel akan mencapai maksimum pada saat menjelang fajar kemudian menurun pada saat hari semakin siang. Penyadapan sebaiknya dilakukan pada saat hari sudah cukup terang, . oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Dihimpun dari beberapa sumber