Loading...

Menghasilkan Semangka Berproduksi Tinggi

Menghasilkan Semangka Berproduksi Tinggi
Semangka merupakan tanaman buah berupa herba yang tumbuh merambat. Tanaman ini berasal dari Afrika, kemudian berkembang pesat ke berbagai negara baik di daerah tropis maupun subtropis.Tanaman semangka bersifat semusim ,tergolong cepat berproduksi karena umurnya hanya sampai 4 bulan. Tanaman ini dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai buah segar, tetapi ada yang memanfaatkan daun dan buah semangka muda untuk bahan sayur-mayur. Biji semangka bisa diolah menjadi makanan ringan yang disebut kwaci. Tanaman semangka merupakan salah satu tanaman hortikultura yang tahan kering. Curah hujan yang ideal untuk areal penanaman semangka adalah 40 sd 50 mm/bulan. Curah hujan yang terlalu tinggi dapat berakibat buruk terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu mudah terserang hama penyakit, bakal buah gugur dan pertumbuhan vegetatif panjang. Semangka memerlukan sinar matahari, kekurangan unsur sinar matahari menyebabkan sulit berbunga dan bunganya banyak rontok serta terjadi kemunduran waktu panen. Benih semangka yang baik adalah bentuk tidak keriput, tidak mengapung, jika direndam. Ada 2 jenis benih semangka yang biasa ditanam yaitu benih semangka tidak berbiji dan benih semangka berbiji. Benih semangka tidak berbiji umumnya mempunyai kulit biji yang sangat keras. Jika ingin menanam semangka tanpa biji maka harus juga menanam semangka berbiji disebelahnya sebagai sumber polinator. Sebelum disemai, benih semangka diperam terlebih dahulu.Caranya benih yang telah dikeringkan diletakkan diatas kain handuk kemudian dilipat. Masukkan bungkusan tersebut kedalam kaleng atau toples yang dilapisi pasir dan kertas koran basah. Untuk memberikan suasana hangat kaleng diberi penerangan lampu pijar 15 watt pada jarak 5 s.d 10 cm diatas bungkusan. Pemeraman dilakukan selama 24 s.d 48 jam .Setiap 4 s.d 6 jam sekali perlu pengontrolan kelembaban. Jika kondisi kering segera semprotkan air menggunakan hand sprayer kecil. Benih yang telah diperam dimasukkan kedalam polibag kecil ( ukuran 12 x 12 cm) yang telah berisi media tanam, yaitu campuran tanah dan pupuk kandang ( 1 : 1 ). Kedalaman lubng tanam 1,5 cm . Setelah ditanam , lubang ditutup dengan tanah halus yang dicampur abu sekam ( 2: 1) . Kemudian polibag-polibag tersebut ditutup karung goni selama 2 – 3 hari. Polibag-polibag diberi sungkup plastik transparan serupa rumah kaca mini dan salah satu sisi yang terbuka. Sungkup ini juga dilengkapi dengan naungan paranet. Bibit yang masih muda di beri sinar matahari pagi saja. Tiga hari sebelum pindah tanam, sungkup harus dibuka total, sehingga bibit mendapatkan matahari penuh. Penyiraman dilakukan secara rutin untuk mempertahankan kelembaban. Untuk penanaman sistem turus jarak tanaman yang digunakan adalah 80 x 70 cm dengan populasi 8000 tanaman/ ha. Untuk tanaman sistem bukan turus denga 1 baris dan 2 baris tanaman, jarak dalam barisan 70 cm dengan populasi 3.500 s.d 4000 tanaman /ha. Sambilmenunggu bibit cukup besar dilakukan pelubangan pada lahan dengan kedalaman 8 s.d 10 cm. Persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah. Jarak antar lubang disesuaikan dengan jarak tanam. Jika lahan menggunakan mulsa plastik,maka diperlukan alat bantu dari kaleng bekas cat ukuran 1kg yang diberi lubang-lubang disesuaikan dengan kondisi tanah bedengan yang diberi lubang. Kaleng tersebut diberi arang yang kemudian dibakar. Setelah arang menjadi bara, alat siap digunakan. Penanaman bibit semangka dilakukan setelah bibit berumur 14 hari dan telah tumbuh daun 2 s.d 3 lembar. Setelah dilakukan pelubangan areal penanaman disiram secara massal sampai air menggenangi areal sekitar ¾ tinggi bedengan, dan dibiarkan sampai air meresap. Sebelum bibit ditanam dilakukan perendaman dalam air yang berisi larutan pupuk NPK 2 g/l, sebagai starter solution.. Urutan penanaman adalah sebagai berikut : kantong plastik dilepas hati-hati supaya akar tidak rusak; bibit dimasukan kedalam lubang yang telah disiapkan; lubang ditutup; lubang ditutup denga tanah yang telah disiapkan; terakhit lubang disiram air agar media bibit menyatu dengan tanah. Tanaman semangka yang berumur 3 s.d 5 hari perlu diperhatikan. Apabila tanaman tumbuh terlalu lambat atau tanaman mati dilakukan penyulaman denga bibit baru yang telah disiapkan. Penyulaman tidak boleh dilakukan lebih dari 10 hari setelah tanam. Pada kegiatan penyulaman perlu diperhatikan penyebab kematian bibit. Bila disebabkan oleh bakteri atau jamur, bibit harus dibongkar bersama tanahnya, agar tidak menular ke bibit lain yang sehat. Semangka memerlukan air secara terus menerus dan tidak kekurangan air. Sistem irigasi yang digunakan sistem Farrow Irrigation. Air dilakukan melaui saluran diantara bedengan frekuensi pemberian air pada musim kemarau adalah 4 s.d 6 hari. Penyiraman juga bisa dilakukan dengan pompa air, dengan bantuan selang plastik. Tanaman semangka juga perlu dilakukan pemupukan. Hal yang perlu dilakukan juga pemangkasan tajuk tanaman yang bertujuan mengatur pertumbuhan tajuk. Pemangkasan dilakukan dengan cara mengurangi tumbuhnya cabang utama atau cabang sekunder sehingga hanya dipelihara sebanyak dua cabang utama saja. Pemangkasan dapat dilakukan sejak tanaman masih berumur 7 s.d 10 hari serta pada umur 3 minggu. Alat pangkas yang digunakan harus dalam keadaan steril. Sumardi Sumber : Direktorat Jenderal Hortikultura, 2017