Loading...

MENGHITUNG PRODUKSI PADI DI SUBAK BANGAH TEMPEK BENGKALING DENGAN METODE UBINAN

MENGHITUNG PRODUKSI PADI DI SUBAK BANGAH TEMPEK BENGKALING DENGAN METODE UBINAN
Data memiliki peranan penting dalam berbagai hal termasuk di dalam bidang pertanian, mulai dari penyusunan perencanaan, kebijakan hingga evaluasi. Data dalam bidang pertanian diantaranya mulai dari data luas tanam, luas panen, produksi, produktivitas hingga loses merupakan data penting dan wajib diketahui. Untuk itu sangat penting dilakukan pengubinan terhadap tanaman pangan khususnya padi untuk mengetahui produksi padi dari suatu wilayah. Ubinan merupakan salah satu cara untuk memperoleh data produktivitas suatu tanaman. Data produktivitas ubinan biasanya digunakan untuk memberikan informasi potensi hasil tanaman dari suatu luasan tertentu. Manfaat dari kegiatan pengubinan adalah para petani bisa mengetahui perkiraan potensi hasil dari tanaman tersebut. Kegiatan pengubinan bisa membuka pengetahuan petani tentang prediksi produksi juga menjadi sarana bagi penyuluh dalam membuka wawasan pola pikir petani tentang teknologi pertanian. Untuk mengetahui produksi dan produktivitas tanaman padi tersebut, pada hari Kamis, tanggal 3 Juni 2021 dilaksanakan kegiatan Pengambilan ubinan tanaman padi di Subak Bangah Tempek Bengkaling yang terletak di Banjar Bangah, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PPL WKPP Desa Baturiti (Ni Luh Werdhyastuti,SP dan I Nyoman Cariana,SP) bersama dengan 2 orang petani yaitu Kelian Subak Bangah Tempek Bengkaling (pemilik lahan) dan I Wayan Rinso. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pengambilan ubinan yaitu : Memastikan tanaman padi yang akan di ubin adalah yang benar –benar siap di panen (fisiologis dan umurnya sudah tepat). Menentukan petak sawah/lahan yang akan dilakukan pengambilan ubinan. Mengambil minimal 2 titik berbentuk ubinan berukuran 2,5 x 2,5 m per hektar sawah/lahan padi. Setelah menentukan titik sampel, pengambilan sampel dilakukan menggunakan alat ubinan. Selanjutnya, dilakukan penghitungan jumlah anakan dan rumpun. Memotong padi hasil ubinan dalam petakan yang telah di ukur. Memisahkan bulir padi dari Menimbang padi hasil ubinan. Setelah itu hasil ubinan ke dua lokasi ubinan padi tersebut ditimbang, hasil timbangan kedua tadi dijumlahkan lalu di bagi 2 dan selanjutnya dikali 1,6. Waktu pengambilan ubinan yang baik adalah dilakukan diatas jam dua belas siang, karena pada saat itu kadar air dalam butir padi sudah stabil. Hasil yang didapatkan dari pengambilan ubinan yaitu jumlah rata-rata anakan 16 batang, rata-rata rumpun sejumlah 103 rumpun, dan hasil rata-rata ubinan sebesar 3,9 kg, dengan perhitung sebagai berikut : Hasil rata-rata ubinan = 3,9 kg Petak ubinannya 2,5 m x 2,5 m maka luas ubinan adalah 6,25 m2 Rumus ubinan/perkiraan = hasil rata-rata timbangan x (10.000 m2 : luas ubinan) Perkiraan produksinya = 3,90 kg x (10.000 m2 : 6,25 m2) = 3,90 kg x (1.600) = 6,240 kg/Ha GKP Jadi hasil perkiraan produksi adalah 6,240 kg/Ha atau 6,24 ton/Ha GKP (Ni Luh Werdhyastuti,SP.,PPL WKPP Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan)