Loading...

Menghitung Rendemen Beras pada Padi atau Gabah

Menghitung Rendemen Beras  pada Padi atau Gabah
Rendemen beras sangat menentukan harga jual dan dapat meningkatkan keuntungan. Istilah rendemen pada padi memenag sudah tidak asing lagi terutama bagi petani padi atau orang yang mempunyai kegiatan dalam bidang pertanian tanaman padi. Tetapi bagi yang bukan petani padi atau yang berkecimpung bukan dalam pertanian padi semoga menjadi tambah pengetahuan.Rendemen padi adalah persentase dari berat beras yang dihasilkan dari penggilingan gabah atau padi yang digiling. Gabah atau padi siap giling haruslah memenuhi persyaratan-persyaratan. Persayaratan rendemen gabah atau padi siap giling adalah Gabah Kering Giling (GKG). GKG sendiri mempunyai kriteria diantaranya kadar air makasimal 14%, dengan tujuan beras yang dihasilkan tidak pecah. Biasanya rendemen padi atau gabah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : Varietas yang ditanam, perlakuan tanaman, kondisi iklim/cuaca, serangan hama penyakit, cara pemupukan dan jenis pupuk, kecukupan air dan jenis tanah.Untuk menghitung hasil rendemen beras bisa dilakukan dengan perhitungan sebagai berikut :Contoh : Jika kita menggiling padi sebanyak 100 kg dan menghasilkan 65 kg beras berapakah rendemen dari padi atau gabah tersebut.Cara Perhitungan :• Berat total gabah yang di giling = 100 kg• Hasil berat beras = 65 kgMaka rendemennya adalah (Hasil beras : berat total gabah yang digiling) x 100 = (65 kg : 100 kg)x 100 = 65%. Jadi rendemennya adalah 65%.Untuk itu apa bila ada pertanyaan berepa rendemen berasnya, maka jawabannya adalah seperti perhitungan di atas.Cara menghitung rendemen sederhananya begini: bila ada 100 kg gabah (GKG) kemudian digiling menjadi beras 63 kg. Maka rendemen gabah tsb adalah 63 kg, karena dalam bentuk persen maka 63/100 x 100 % = 63 %Selain itu dalam kegiatan pertanian padi ada beberapa istilah yang sering kita dengar yaitu istilah GKP, GKS, dan GKG. Istilah-istilah yang dimaksud adalah sebagai berikut :a. GKP (Gabah Kering Panen) GKP ini mempunyai kandungan kadar air lebih besar dari 18% namun lebih kecil atau sama dengan 25% dari kadar air pada gabah, hampa/kotoran lebih besar dari 6% tetapi lebih kecil atau sama dengan 10%, butir hijau/mengapur lebih besar dari 7% tetapi lebih kecil atau sama dengan 10%, butir kuning/rusak maksimal 3% dan butir merah maksimal 3%.b. GKS (Gabah Kering Simpan) Gabah yang mengandung kadar air lebih besar dari 14% tetapi lebih kecil atau sama dengan 18%, ciri lainnya memiliki kotoran/hampa lebih besar dari 3% tetapi lebih kecil atau sama dengan 6%, butir hijau/mengapur lebih besar dari 5% tetapi lebih kecil atau sama dengan 7%, dan butir kuning/rusak maksimal 3% dan butir merah maksimal 3%. Gabah dengan cara tersebut diperuntukan untuk disimpan sebelum dilakukan penggilangan.c. GKG (Gabah Kering Giling)Gabah yang mempunyai kandungan kadar air maksimal 14% karena jika lebih akan terjadi pecah saat penggilingan, selanjutnya mempunyai kandungan kotoran/hampa maksimal 3%, butir hijau/mengapur maksimal 5%, dan mempunyai butir kuning/rusak maksimal 3% dan butir merah maksimal 3%.Angka rendemen tidak dapat serta merta digunakan untuk mengkonversi GKG yang diproduksi petani menjadi beras yang akan tersedia untuk konsumsi pangan. Angka tersebut hanya dapat digunakan untuk memperkirakan banyaknya GKG yang akan diperoleh jika dilakukan pengeringan dan banyaknya beras jika dilakukan penggilingan. Akan tetapi perlu diingat bahwa padi yang diproduksi petani tidak seratus persen menjadi bahan makanan. Sebagian tercecer pada saat pengangkutan dan penyimpanan baik gabah maupun beras. Sebagian gabah dan beras juga tidak menjadi bahan pangan tetapi digunakan untuk benih, pakan ternak, bahan baku industri makanan, dan bahan baku industri non makanan.Ruslia AtmajaSumber : Kabartani dan sumber lainnya