Loading...

MENGIDENTIFIKASI ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) PADA DAUN KAPAS

MENGIDENTIFIKASI ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) PADA DAUN KAPAS
Organisme pengganggu tanaman (OPT) pada kapas (Gossypium sp) cukup banyak jenisnya baik yang menyerang perakaran di dalam tanah, daun, pucuk tanaman, kuncup bunga dan buah kapas yang telah masak. OPT dapat menyerang tanaman secara internal dengan cara mengisap cairan tanaman atau secara eksternal menggigit dan mengunyah. Bekas gigitan atau gerekan dapat menjadi cirri bahwa tanaman terserang OPT. Untuk mengetahui jenis serangga yang menjadi OPT dapat dilakukan identifikasi terhadap masing-masing stadia perkembangan dari serangga tersebut seperti fase telur larva, pupa dan imago. Dari masing-masing stadia serangga tersebut bisa dijadikan kunci untukpengendaliannya. Mengidentifikasi OPT dapat dilakukan secara sederhana yaitu melihat dari gejala serangan dan jenis OPT yang menyerang beberapa jenis OPT yang menyerang daun kapas sebagai berikut: 1. Wereng Kapas (Sundapteryx biguttula, Ordo Hemiptera)Gejala, hama menyerang kapas yang mempunyai permukaan daun dan batangnya tidak berbulu lebat, Hama mengisap cairan daun dan berakibat timbul noda-noda pada daun dan, daun berwarna coklat kemerahan seperti terbakar. Populasi wereng kapas sangat banyak pada saat bulan kering. Wereng kapas merupakan hama utama tanaman kapas.Identifikasi jenis OPT, wereng kapas mempunyai tiga stadia yaitu telur, larva,pupa dan imago. Telur berwarna biru keputihan,panjang ± 0,55 mm dan berdiameter 0,15 mm. Telur diletakkan satu persatu, diselipkan pada jaringan tanaman, tulang daun, tangkai dan batang yang masih muda. Stadium telur ± 6-7 hari. Nimfa berwarna hijau pucat, berukuran panjang ± 2,20 mm dan lebar 0,60 mm. Berjalan serong seperti kepiting. Nimfa hidup di permukaan dan bagian bawah permukaan daun, padamalam hari nimfa dapat ditemukan pada permukaan dan bagian atas daun. Serangga dewasa berwarna hijau kekuningandan berukuran ± 2,5 mm, , sangat aktif dan akan terbang bila di ganggu. Serangga dewasa betina dapat meletakkan telur sampai 300 butir yang akan menetas setelah 5-6 hari. Lama hidup serangga dewasa mencapai 2-3 minggu. 2. Kutu Kapas (Aphis gossypii, ordo Hemiptera)Gejala, kutu mengisap cairan daun kapas dari bawah, daun menggulung dan tanaman tumbuh kerdil. Kutu daun menghasilkan cairanmanis yang disukai semut yang berguna bagi kutu daun karena dapat melindungi dari serangan musuh alami. Identifikasi jenis OPT, nimfa maupun serangga dewasanya mengisap pada bagian permukaan bawah daun, kuncup bunga,pucuk tanaman, tangkaidaun dan batangmuda. Aphis biasanya mengeluarkan cairan yang membasahi lembaran daun, batang atau bagian tanaman yang lain, kemudian ditumbuhi cendawan berwarna hitamjelaga yang mengganggu fotosintesis. Telur jarang dijumpai, nimfa tidak bersayap,mempunyai 3 pasang tungkai atau kaki berwarna kuning, hijau dan coklat dengan panjang ± 3 mm. Pergerakan pada stadium nimfa sangat lambat selama ±1 minggu. Siklus hidup ± 1 bulan. Koloni serangga terdapat pada permukaan daun bagian bawah atau pada tangkai daun. 3. Kutu Kebul (Bemissia tabaci, ordo Hemiptera)Gejala, jumlah kutu yang besar dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, daun dan buah menjadi rontok. Identifikasi jenis OPT, telur mula-mula berwarna putih, kemudian berubah menjadi cokelat, telur terbentuk seperti buah pear dengan ukuran panjang 0,2mm dan stadium telur ± 7 hari, Nimfa berwarna putih kehijauan berbentuk oval dan mempunyai sisik berukuran ± 1 mm, dengan lama stadium nimfa berkisar 2-4 minggu.. Kepompong berbentuk oval berukuran panjang 1,16 mm dan lebar 0,80 mm, berwarna kuning gelap dengan pori-pori pada bagian punggung dan ada bintik-bintik. Serangga dewasa berwarna kuning keputihan, lebar rentang sayap ± 3 mm, berlilin dan berwarna putih, Panjangbadan ± 1-1,5 mm, lama stadium hidup ± 6 hari. Serangga betina dewasa dapat meletakkan telur sebanyak 30butir. 4. Ulat pneggulung daun (Sylepta derrogota, ordoLepidoptera)Gejala, kerusakan yang diakibatkan oleh ulat penggulung daun yang memakan daun muda mulai dari tepi sehingga kuncup berlubang-lubang, daun menggulung ke bawah dan jatuh. Serangan pada kuncup yang masih muda dapat menghambat pembungaan. Identifikasi jenis OPT, Telur berwarna hijau pucat, berbentuk oval/lonjong,agak rata dan licin, Telur diletakkan satu persatu atau berkelompok pada permukaan daun bagian atas atau bawah. Larva berwarna hijau transparan dengan kepala berwarna cokelat tua atau hitam. Panjang ulatmencapai 24 mm dengan stadium hidup berkisar 20-24 hari. Ulat berkepompong dalam tanah atau didalam gulungan daun. Pupa berwarna cokelat danmempunyai ukuran panjang 12-14 mm. Stadium kepompong12-17 hari. Ngengat berwarna putih kuning dengan garis berwarna cokelat pada sayapnya, panjang badan 12-14 mm, rentang sayap berkisar 30-40 mm. Seekor ngengat betina dapat meletakkan telur hingga 250-500 butir dan daur hidup sekitar 35-45 hari. 5. Ulat Kilan (Cosmophila flava, ordo Lepidoptera )Gejala, larva memakan daun kapas tua, dimulai dari bawah ke pucuk tanaman. Larvayang masih muda mengikis daging daun dan bisa memakan daun sampai hanya tertinggal tulang-tulang daunnya saja. Daun yang terserang ulat menjadi berlubangIdentifikasi jenis OPT, telur berbentuk bulat, tumpul pada bagian bawah, diameter ± 0,67 mm. Telu yang baru diletakkan berwarna kuning, kemudian berubah menjadi hijau kekuningan dengan bintik-bintik putih tidak teratur. Larva berukuran panjang 30-40 mm, lebar ± 3,5 mm, bila berjalan punggung terlipat terangkat keatas dan bila istirahat badannya lurus. Pupa berada dalam gulungan daun, warna hijau terang, berubah menjadi cokelat gelap bila akanmenjadi dewasa. Ngengat betina berwarna kuning, panjang 14-15 mm, rentang sayap 29-35 mm, sebagian sayapbagian tepi berwarna kuning dengan bintik putih, dilengkapi garis cokelat berombak. Bintik-bintik putih berada padatepi sayap. Ngenagat jantan berwarna kuning kecoklatan, panjang 13-14,5 mm, rentang sayap 26-32 mm. Pangkal sayap depan berwarna cokelat keuanguan. 6. Kutu Merah Daun (Tentraychus sp )Gejala, serangan berat mengakibatkan daun gugur sehingga menurunkan produksi kapas. Pada awal serangan terlihat bahwa permukaan daun dipenuhi bercak-bercak berwarna hijau pucat yang berubah menjadi kuning sampai merah jingga. Daun rontok, pucuk tunas dan kuncup kadang-kadang ditutupi oleh jaringan berwarna putih. Kutu merah merupakan hama yang bila kondisi pada pertanaman kurang menguntungkan bagi kehidupannya, kutu merah akan berimigrasi ke tanaman lain disekitar. Kutu merah menjadi hama penting pada daerah yang kering.Identifikasi jenis OPT, telur berwarna kuning hitam, bundar dan diletakkan satu per satu pada permukaan bawah daun,lamanya stadium telur 3-7 hari. Nimfa berwarna merah cokelat dan berukuran panjang 0,15-0,2 mm dan nimfa mempunyai 4 tungkai. Serangga betina berwarna kehijauan atau merah, lebar dan oval berukuran panjang ± 1 mm, serangga jantan berwarna lebih pucat, ramping dan lebih kecil dari serangga betina. Serangga dewasa mempunyai 4pasang tungkai. Daur hidup serangga tergantung pada cuaca. Pada suhu tinggi dan cuaca kering, daur hidup dapat diselesaikan 17 generasi. oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Pedoman Identifikasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Perkebunan, Dit. Perlindungan Tanaman Perkebunan, Ditjen Perkebunan, 2009; 2) Dari berbagai sumber