Loading...

MENINGKATKAN KOMPETENSI PENYULUH MELALUI KUNJUNGAN KE PENAS XIV

MENINGKATKAN KOMPETENSI PENYULUH MELALUI KUNJUNGAN KE PENAS XIV
Salah satu ajang nasional yang erat kaitannya dalam bidang penyuluhan adalah Pekan Nasional (PENAS) yang diadakan setiap empat tahun sekali. Melalui kegiatan Penas ini dapat diperoleh informasi, yang tentunya sangat bermanfaat bagi penyuluh dalam melaksanakan tugas-tugas kesehariannya selaku penyuluh. Teknologi yang disampaikan dalam ajang tersebut tentunya merupakan hasil-hasil teknologi yang telah diaplikasikan dan telah mendapatkan hasil yang bagus, dan hasil tersebut ditampilkan dalam ajang ini. Dengan peserta yang berasal dari berbagai pelosok kabupaten yang ada di seluruh Indonesia, maka tentu ada teknologi yang belum kita ketahui, sehingga pada ajang tersebut merupakan ajang untuk tukar menukar informasi, teknologi dan pengalaman antara petani-nelayan, peneliti, penyuluh, pihak swasta maupun pihak pemerintah. Disamping itu event ini juga bisa menjadi ajang promosi dan pemasaran bagi produk-produk pertanian yang dominan pada masing-masing daerah yang ingin mengembangkan dan memperluas jaringan pemasaran produknya. Tentunya yang lebih penting lagi dari penyelenggaraan Penas ini adalah membangkitkan semangat dan tanggungjawab serta kemandirian petani-nelayan sebagai pelaku utama pembangunan pertanian untuk berkontribusi aktif dalam meningkatkan pembangunan pertanian. Apalagi selaku penyuluh tentu berkewajiban untuk mengetahui berbagai informasi yang berkaitan dengan teknis dalam bidang pertanian, sehingga bisa menambah kepercayaan diri selaku penyuluh dalam menjalankan tugas-tugas kepenyuluhan. Salah satu informasi yang diperoleh dari hasil kunjungan ke lokasi Penas ini adalah bagaimana mengenal dan membudidayakan rumput bahan pakan ternak yang disebut "Rumput Odot"(Penisetum purpurium var.Mott) yang ditampilkan dan memperkenankan para pengunjung untuk mengambil untuk dikembangkan pada masing-masing daerahnya, yang kebetulan di Kabupaten Tabanan bahan pakan ternak tersebut belum dikenal dan belum dikembangkan. Dalam bidang temu karya yang cukup menarik yang merupakan hasil pengalam petani dari Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan adalah mengolah bangkai tikus menjadi pupuk organik cair. Dengan metode secara ekonomis tentu dapat menghemat penggunaan pupuk serta sekaligus merupakan pengendalian hama tikus. Mengingat pentingnya iven tersebut, maka penyuluh dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Tabanan sengaja datang ke lokasi Penas untuk tujuan tersebut sehingga memperoleh bekal dan informasi, khususnya dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan, yang mungkin bisa diterapkan di Kabupaten Tabanan. Seperti kata pepatah sambil menyelam minum air, sekali dayung dua, tiga pulau terlampaui. Barangkali itulah yang dilakukan oleh penyuluh dari BP4K Kabupaten Tabanan. Selain mengunjungi lokasi Penas para penyuluh juga berkesempatan mengunjungi lembaga-lembaga teknis yang berkaitan dengan bidang pertanian dan perikanan, seperti kunjungan ke UPT Balai Benih Ikan Punten Malang, milik Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur, yang merupakan unit pembenihan ikan nila,maskoi dan ikan khas yang ada di balai tersebut adalah Karper Punten. Begitu juga kunjungan dilakukan pula pada Balai Inseminasi Buatan Singosari Malang, yang banyak memberikan informasi pada penyuluh, bagaimana cara memproduksi semen beku untuk keperluan inseminasi buatan (IB) pada ternak kambing dan sapi. Tentu informasi ini sangat menambah pengetahuan para penyuluh dibidang inseminasi pada ternak, dengan harapan apa yang diperoleh dari hasil kunjungan tersebut dapat diperaktekkan dalam menjalankan tugas-tugas keseharian selaku penyuluh.( I Made Widiada, BP4K Kabupaten Tabanan, Bali).