Loading...

MENINGKATKAN MUTU SAYURAN MELALUI PENERAPAN PHT RAMAH LINGKUNGAN

MENINGKATKAN MUTU SAYURAN  MELALUI PENERAPAN PHT RAMAH LINGKUNGAN
Mutu produk sayuran yang dihasilkan tidak terlepas dari penerapan pengendalian hama dan penyakit. Menuntut petani khususnya petani sayuran untuk tidak hanya melakukan usaha tani, hanya demi mendapatkan produksi tinggi tetapi juga harus mempertimbangkan kualitas produksi dan lingkungan usaha taninya. Konsumen menginginkan produk sayuran yang bermutu dengan tingkat keamanan pangan yang tinggi serta meningkatnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan. Beberapa negara tujuan ekspor komoditas pertanian telah menerapkan GAP (Good Agriculture Practices) atau cara bercocok tanam yang baik, yang menuntut komoditas pertanian yang masuk negara tersebut memenuhi persyaratan GAP yang mereka terapkan dan tersertifikasi. Pedoman budidaya yang baik (GAP) mencakup : Penerapan teknologi ramah lingkungan Penjagaan kesehatan Peningkatan kesejahteraan pekerja Pencegahan penularan OPT Diterapkannya prinsip traceability (suatu produk yang dapat ditelusuri asal usulnya, dari pasar sampai kebun) Penerapan teknologi yang benar tanpa proses pencatatan yang benar tidak akan dapat memenuhi pedoman GAP. Petani harus mulai untuk membiasakan diri mencatat seluruh kegiatan usaha taninya termasuk di dalamnya mencatat sejarah lahan, tanggal tanam, varietas yang digunakan, pengendalian OPT yang digunakan dan informasi penting lainnya. Penerapan GAP yang tepat dapat membantu petani khususnya petani sayuran untuk meningkatkan mutu produknya pertaniannya yang kemudian dapat mendorong peningkatan harga jual produknya, serta pada akhirnya dapat menngkatkan kesejahteraan petani itu sendiri. Dalam melakukan pengendalian OPT pada tanaman sayuran harus mempertimbangkan tingkat kerusakan yang ditimbulkannya. Cara pengendalian OPT pada sayuran yang lebih efektif dapat mematikan hama secara langsung yaitu pestisida yang sudah direkomedasikan oleh pemerintah. Pengendalian OPT seharusnya : Memperhatikan lingkungan dengan cara tidak memusnahkan tetapi untuk menjaga keadaan hama dan kerusakan yang ditimbulkan tetap berada di bawah aras atau ambang tertentu. Mempertimbangkan aspek ekonomi Aspek ekologi, sehingga pengamatan dan pemantauan (monitoring) terhadap populasi, tingkat serangan dan tingkat kerusakan merupakan hal yang penting dilakukan untuk mengambil keputusan pengendalian. Pengelolaan pengendalian OPT untuk mendapatkan produk yang aman bagi manusia dan lingkungan harus mempertimbangkan aspek ekonomi, ekologi, dan komponen ekosistem pertanian yang lain, yaitu tanaman, penyakit tanaman, lingkungan juga manusia, yang tidak terlepas dari berbagai komponen pengendalian OPT. Untuk dapat meningkatkan mutu sayuran dalam berusaha budidaya sayuran ramah lingkungan tak luput dari penerapan teknologi pengendalian hama terpadu, yang dilakukan dengan prinsip tidak merusak lingkungan dan mencemari lingkungan terkait dengan aspek pemanfaatan sumberdaya alam, pembuangan limbah, dan keamanan lingkungan sekitarnya. Supaya hasil panen sayuran bermutu baik, maka yang perlu diperhatikan penerapan budidaya mulai dari : Penentuan pengolahan tanah Sanitasi Pemilihan varietas yang tepat Perlakuan benih Persemaian yang tepat Pemilihan musim tanam yang tepat Pola tanam yang tepat Rotasi tanam Pemupukan yang tepat Jarak tanam yang tepat Penanaman tanaman perangkap Pengedalian hama terpadu Penanganan pasca panen Penentuan pengolahan tanah Gunakan lahan dengan kemiringan tidak lebih dari 30% terasering. Pengolahan dengan cara pembalikan tanah yang bertujuan agar OPT dan lahan terpapar sinar matahari. Buat dan lakukan pengaturan irigasi dan drainase. Lakukan pemberian mulsa untuk meminimalkan serangan OPT, juga menjaga kesuburan dan kelembaban tanah. Sanitasi Sanitasi kebun dilakukan dengan cara membersihkan sisa-sisa pertanaman sebelumnya dan tumbuhan penggangu yang mengandung OPT yang dapat berkembang dan menular pada pertanaman berikutnya serta bertujuan untuk meminimalkan serangan awal OPT. Pemilihan varietas yang tepat Varietas yang digunakan toleran terhadap OPT, sesuai musim tanam, sesuai lokasi lahan, benih sehat bebas OPT, dan bersertifikat. Perlakuan benih Menyiapkan benih unggul bermutu dan bersertifkat, yang siap tanam telah bertunas (sprouting) ± 2cm, ukuran benih M (30-45 gr), sudah diberi fungisida, disimpan di keranjang atau di boxid Pesemaian yang tepat Gunakan media semai yang tepat, lakukan secara tepat tidak terlalu cepat dan lambat, lakukan pengerodongan sesuai dengan aturan cukup dengan sinar matahari pagi Pemilihan musim tanam yang tepat Kearifan terhadap lingkungan yang tepat dalam budidaya tanaman sayuran, seperti pemahaman tentang ”pranoto mongso”dapat membantu petani untuk memilih musim tanam yang tepat sehingga dapat meminimalkan serangan OPT. Pemilihan/pertimbangkan kebutuhan musim tanam sayuran yang tepat untuk memproduksi tanaman dalam jumlah besar dapat meminimalkan serangan OPT. Pola tanam yang tepat Pertanaman monokultur dapat mengurangi keanekaragaman organisme di ekosistem pertanian, sehingga dapat mengganggu kestabilan ekosistem pertanian. Pengembangan pertanaman polikultur/tumpangsari dapat dilakukan untuk meningkatkan keanekaragaman organisme di ekosistem pertanian. Rotasi tanam Rotasi tanam merupakan salah satu cara untuk memutus siklus hidup OPT. Rotasi tanaman akan lebih berhasil apabila dilakukan paling sedikit dalam satu hamparan, tidak perorangan, dilakukan serentak tiap satu musim tanam, dan seluas mungkin. Pemupukan yang tepat Pengecekan kandungan senyawa anorganik dalam tanah sebelum tanam sangat diperlukan agar dapat menjadi dasar penetapan besarnya pupuk yang harus diberikan. Pemupukan sebaiknya dilakukan secara berimbang dengan memperhatikan kebutuhan tanaman. Semakin intensifnya usaha tani di suatu lahan pertanian juga dapat merusak kesuburan tanah itu sendiri, seperti meningkatnya kemasaman tanah akibat penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan. Jarak tanam yang tepat Pemilihan jarak tanam yang tepat akan membantu mengurangi kompetisi antar tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh sehat dan lebih tahan terhadap serangan OPT. Penetapan jarak tanam sesuai dengan rekomendasi yang dinjurkan dapat digunakan sebagi cara untuk menciptakan kondisi iklim mikro yang tidak sesuai untuk perkembangan OPT Penanaman tanaman perangkap Tanaman perangkap merupakan tanaman yang ditanam di sekitar tanaman utama dengan tujuan untuk mencegah masuknya OPT ke dalam pertanaman. Tanaman perangkap dapat bekerja sebagai penghadang (barrier) OPT secara fifik, atau secara kimiawi dengan cara mengeluarkan senyawa kimia yang tidak disukai hana (bersifat repelent) atau bahkan menarik OPT untuk datang kepadanya (bersifat sebagi attractant) sehingga OPT lebih terkonsentrasi pada tanaman perangkap dan tidak menyerang tanaman utama. Tanaman perangkap dapat berupa tanaman yang menghasilkan produk seperti jagung (digunakan untuk mencegah masuknya B. Tabaci pada pertanaman cabai) atau tanaman yang ditanam dengan sengaja hanya sebagai tanaman perangkap (misalnya tagetes erecta untuk mengurangi serangan nemetoda pada tanaman kentang). Penanaman tanaman perangkap juga dapat membantu upaya konservasi musuh alami (pemangsa dan parasetoid) Pengedalian hama terpadu Pengelolaan hama terpadu ramah lingkungan dapat dikelompokkan menjadi beberapa komponen pengendalian antara lain secara kultur teknis, mekanis dan fisik, biologi, nabati, varietas tahan, dan kimiawi. Pengendalian mekanis dilakukan bersamaan saat memantau perkembangan tanaman dan populasi OPT dengan cara mengambil OPT menggunakan tangan atau alat bantu secara langsung dari tanaman atau lingkungan dan mematikannya. Pengendalian fisik dilakukan untuk mematikan OPT dengan perlakuan fisik misal dengan pemanasan/solarisasi lahan pada saat pengolahan lahan merupakan salah satu cara pengendalian OPT yang hidup di tanah Pengendalian biologis dilakukan dengan menggunakan agens hayati yang merupakan musuh alami hama baik parasitoid, pemangsa, ataupun patogen serangga. Pengendalian nabati dilakukan dengan memanfaatkan beberapa jenis tanaman/tumbuhan yang mengandung senyawa kimia yang mampu berperan sebagai pestisida. Cara kerja sebagai penolak, penarik pencegah. Pengendalian kimia menggunakan pestisida sintetis menjadi langkah akhir untuk mengatasi serangan OPT, pestisida digunakan setelah populasi hama mencapai ambang kendali serta digunakan secara tepat & bijaksana. penanganan pasca panen Penanganan pasca panen juga harus dilakukan dengan tepat karena dapat mempengaruhi perkembangan OPT pasca panen. Sortasi dilakukan berdasarkan grade, kondisi produk (sehat atau tidak sehat, karena dapat menjadi sumber inokulum bagi produk simpanan lainnya atau bagi pertanaman berikutnya kalau hendak dijadikan benih). Penulis : Edi Sutaman, SP.