Loading...

MENINGKATKAN PRODUKSI KELAPA SAWIT

MENINGKATKAN PRODUKSI KELAPA SAWIT
Kita ketahui bersama masa kini tenaga kerja di Indonesia 50% merupakan tenaga kerja produktiv/generasi muda yang tersebar diseluruh nusantara, dimana kegiatan pertanian di pedesaan mencapai lebihkurang 80% beroreantasi pada kegiatan pertanian. Pertanaman kelapa sawit umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian 1000 m dari permukaan laut pada daerah tersebut sudah banyak tanam kelapa sawit, namun demikian masih banyak tanah pertanian yang dimiliki petani yang belum diusahakan secara maksimal. Disarankan tanah-tanah yang belum dimaksimalkan dapat ditanami kelapa sawit hal ini dikarenakan pengelolaaan tanaman kelapa sawit tidak terlalu sulit dengan tanaman lainnya, jika tanaman kelapa sawit sudah berumur 3 tahun maka selanjutnya pengelolaan tidak terlalu memerlukan perawatan khusus yang dilakukan. Kelapa sawit umumnya diproduksi oleh dua kelompok besar yaitu ; pertama kelompok perusahaan, baik perusahaan pemerintah ataupun perusahaan swasta dan kedua yang diproduksi oleh petani perkebunan rakyat yang dikenal dengan pekebun, umumnya kelapa sawit yang dihasilkan pekebun produksinya lebih rendah baik kualitas dan kuantitasnya bila dibandingkan kelapa sawit yang dihasilkan perusahaan, hal ini dikarenakan pengelolaan budidaya dan kegiatan lainnya yang dilakukan perusahaan sudah dilaksanakan dengan baik. Produksi kelapa sawit baik yang dihasilkan pekebun maupun yang dihasilkan perusahaan baik yang berorientasi pasar lokal maupun pasar global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produksi dan kelestarian lingkungan hidup. Untuk mendapatkan produksi kelapa sawit yang tinggi dan berkualitas serta pelaksanaan budidayanya yang tidak mengganggu lingkungan sekitarperlu diperhatikan beberapa kegiatan dan pelaksanaannya sejak mulai pembukaan lahan, bertanan, pelaksanan budidaya, pemeliharaan, perawatan, pemanenan, pengolahan dan lain-lain yang berhubungan dengan kegiatan langsung ataupun tidak langsung harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan berlaku umum.Untuk mencapai hal tersebut akan disampekan beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan baik oleh para pekebun pemula ataupun pekebun lanjutan ; petani pekebun kelapa sawit didalam pemeliharaan pertanamannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan pengelolaan pertanaman kelapa sawit yang telah ditetapkan, baik yang bersumber dari penyuluh pertanian, cyber extension, mimbar penyuluhan dan ekstensia dari Koran sinar tani, internet ataupun dari petugas lainnya. Bila perlu para petani perkebunan kelapa sawit meminta pada penyuluh pertania diikutkan pada pelatihan pengelolaan pertanaman kelapa sawit yang diadakan Balai Pelatihan Pertanian, Balai Penelitian Pengkajian Pertanian setempat atau kegiatan pelatihan yang diadakan setempat, dan bila memungkin studi banding pada pelaksanaan budidaya pertanaman kelapa sawit yang terjangkau. Bila pelaksanaan kegiatan tersebut diatas konsisten dilakukan para petani pekebun kelapa sawit yang dibimbing para penyuluh pertanian dan petugas yang terkait, maka para petani perkebunan kelapa sawit tersebut akan memperoleh produksi kelapa sawit yang dikelola dengan hasil memuaskan. Pada umumnya mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.dalam pemanenan buah kelapa sawit harus dilakukan dengan berhati hati karena jika salah atau sembrono dalam memanem bisa berakibat fatal dengan keberlangsungan kelapa sawit kedepannya. Efek yang paling ditakuti para petani pekebun kelapa sawit dalam kesalahan memanen adalah tidak adanya bakal buah panen berikutnya, ini biasanya terjadi pada tanaman kelapa sawit mengalami goncangan yang keras, mengalami luka pada tubuh selain tangkai buah akibatnya tanaman kelapa sawit menjadi stres dan enggan untuk berbuah di musim berikutnya. Hasil yang diperoleh mulai berbuah yaitu umur 2,5 tahun yang dikenal dengan buah pasir maka buah yang diperleh biasanya berkisar 1-1,5 ton per ha dalam satu bulan untuk dua kali pemanenan [ biasanya 2 minggu sekali setiap panen ]. Bila pelaksanaan budidaya dilakukan dengan baik sesuai dengan prosudur yang telah ditetapkan dan berlaku umum, seperti pembersihan gulma, pemangkasan daun pelepah, pemupukan, pencegahan hama penyakit, penyerbukan dan lain-lain kegiatan yang mendukung proses produksi maka umunya akan diperoleh produksi kelapa sawit yang dari mulai berbuah [umur 2,5 tahun] sampai umur 20 tahun terus meningkat yaitu 1-1,5 ton / bulan / ha sampai 3-4 ton / bulan / ha, tetapi biasanya umur yang sangat produktif adalah umur 5 tahun – 15 tahun. Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertanian Pusat.