Loading...

MENJADIKAN BP3K SEBAGAI KLINIK PERTANIAN,PERIKANAN DAN KEHUTANAN

MENJADIKAN BP3K SEBAGAI KLINIK PERTANIAN,PERIKANAN DAN KEHUTANAN
14.00 Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) yang ada di tingkat kecamatan selama ini kita mengenalnya sebagai satminkal bagi para penyuluh. Akan tetapi di kabupaten Pinrang Sulawesi selatan BP3K sudah diperangandakan sebagai klinik bagi pelaku utama. Seperti yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K), Pasal 8 ayat (2) huruf d dan Pasal 15 memberi makna, BP3K memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan Pertanian, Kelautan dan Perikanan. BP3K ini sebagai tempat satuan administrasi pangkal (satminkal) bagi penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan untuk mengkoordinasikan, mensinergikan dan menyelaraskan kegiatan-kegiatan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di tingkat kecamatan. Melihat potensi pembangunan pertanian, kelautan dan perikanan di kabupaten Pinrang dan mengingat peran strategis yang ada di BP3K ini maka pemerintah kabupaten Pinrang menjadikan peluang BP3K untuk dikembangkan menjadi klinik bagi pelaku utama sektor pertanian, kelautan dan perikanan di tingkat kecamatan. Informasi teknologi bidang pertanian, Kelautan dan Perikanan (KP) akan semakin mudah diakses oleh pelaku utama meliputi informasi teknologi budidaya, pasca panen dan pemasaran serta informasi modal dan sarana produksi. Informasi ini dapat diperoleh pelaku utama ketika berkunjung di klinik yang ada di BP3K di kecamatan Suppa, Lanrisang, Mattiro Sompe, Cempa, Duampanua dan kecamatan Lembang Kepala BP4K Pinrang, Ir. H.Andi Amir Riu, MP mengatakan B3PK di enam wilayah pesisir berfungsi ganda sebagai klinik kelautan dan perikanan demikian juga BP3K di enam kecamatan lainnya juga telah dijadikan klinik pertanian dan kehutanan setelah dicanangkan oleh Bupati Pinrang H. Andi Aslam Patonangi, SH, M.Si dua tahun silam. Klinik perikanan, pertanian dan kehutanan kata Andi Amir Riu merupakan wadah diseminasi untuk membantu transfer teknologi secara cepat dan tepat kepada pelaku utama. Selain itu dapat mengakses informasi kebutuhan sarana produksi, informasi modal, harga komoditi atau informasi pasar. Menjadikan BP3K sebagai klinik tidak hanya tanggung jawab pemerintah daerah tetapi juga keterlibatan peran dari pemerintah provinsi dan pusat. Terbukti dalam penyediaan computer dan kelengkapan akses internet BP3K Pinrang mendapat bantuan dari Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Provinsi Sulawesi selatan. Demikian juga peralatan ukur kualitas air tambak mendapat bantuan dari Pusluh KP berupa pH meter, DO meter masing-masing 3 unit dan Salintest Salt sebanyak 4 unit. Untuk melengkapi kekurang alat ukur tersebut maka pada tahun anggaran 2013 Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang melalui DAK mengadakan alat ukur kualitas air tambak untuk 25 orang penyuluh perikanan alat pH meter dan Handrefracto meter. Sebagai klinik tentunya tidak hanya melayani pengukuran kualitas air bagi pembudidaya tambak maupun menyaipakanberbagai informasi tercetak maupun elektonik melalui internet tetapi di setiap BP3K yang dijadikan klinik juga dilengkapi kegiatan lahan percontohan ujicoba teknologi. Seperti tahun ini Bakorluh menganggarkan melalui dana APBD provinsi untuk kegiatan demplot pentongkolan udang windu di klinik BP3K Mattiro Sompe. “ Dalam klinik di BP3K para pelaku utama dan pokdakan dapat mengakses teknologi melalui demplot, pelatihan, sekolah lapang, dan informasi teknologi pertanian, perikanan dan kehutanan melalui media cetak seperti bulletin, tabloid, brosur, folder dan leaflet yang tersedia di perpustakaan mini di masing masing BP3K serta akses internet cyber extension,” katanya. Bupati Pinrang H.Andi Aslam Patonangi mengingatkan kepada para penyuluh untuk terus belajar dan mencari informasi teknologi terbaru untuk disampaikan kepada pelaku utama. ”Jangan sampai terjadi petani lebih duluan tahu informasi teknologi dari pada penyuluhnya, manfaatkan semua bentuk media untuk mengakses informasi apa saja untuk kepentingan petani,” kata Bupati. Klinik di setiap kecamatan tentu tidak semua sama informasi teknologi yang disediakan tergantung dari potensi di masing-masing kecamatan. Ia mencontohkan daerah pesisir tentu lebih banyak menyediakan informasi teknologi budidaya perikanan dan pengolahan hasil perikanan. Dikatakan Bupati, BP4K mempunyai peran strategis untuk membangun sektor kelautan dan perikanan serta sektor lainnya. Kuncinya kata Bupati agar peningkatan produktifitas perikanan budidaya dan pertanian dapat tercapai adalah pertahankan kerja kolektif melalui koordinasi dan tingkatkan intensitas kunjungan kepada kelompok pembudidaya di lapangan. (Abd.Salam) Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Calibri; mso-bidi-theme-font:minor-latin;}