Loading...

MENJAGA KENTANG TETAP BERMUTU BAIK SETELAH DIPANEN

MENJAGA KENTANG TETAP BERMUTU BAIK SETELAH DIPANEN
Umbi kentang setelah panen perlu dijaga mutunya tetap baik agar aman dikonsumsi, karena mempunyai sifat mudah rusak (perishable) dan akan dikonsumsi sebagai sayuran. Jika tidak dilakukan penjagaan mutu, kentang setelah dipanen dalam waktu cepat akan mengalami kerusakan secara fisik, mekanis, mikrobiologis dan fisiologis yang dapat menurunkan mutu. Mutu kentang hanya dapat dipertahankan tidak dapat diperbaiki. Berikut cara mempertahankan mutu kentang setelah dipanen.Umbi kentang setelah selesai panen, dilakukan kegiatan-kegiatan yang meliputi: pembersihan, sortasi dan grading, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi/pengangkutan. PembersihanUmbi kentang yang sehat dibersihkan dengan bertujuan untuk menghilangkan residu pestisida dan sumber-sumber kontaminasi, serta menghilangkan kotoran seperti tanah, sisa tanaman atau akar tanaman. Caranya: umbi kentang dimasukkan dalam bak yang berisi air atau disemprot dengan air dan aduk dengan pelan-pelan agar kotorannya lepas dan dilakukan dengan hati-hati agar umbi tidak luka. Umbi yang sudah bersih diangkat dan diletakkan pada terpal atau keranjang (yang telah disiapkan sebelumnya) untuk dikering anginkan, tetapi hindari terkena sinar matahari langsung. Sortasi dan GradingSetelah umbi kentang bersih dilakukan sortasi dan grading, yaitu kegiatan pemilihan dan pengelompokan berdasarkan kualitas dan ukuran umbi, sehingga diperoleh umbi yang seragam baik ukuran maupun kualitas. Kegiatan ini dimulai dari sortasi (pemilihan) umbi yang baik dan umbi yang jelek. Umbi kentang yang baik mempunyai ciri, antara lain: bentuk bulat atau oval normal sesuai ukuran, umbi tidak cacat, dan sehat tidak terserang hama penyakit. Sedangkan umbi kentang yang jelek memiliki ciri, antara lain: bentuk tidak beraturan, warna kulit hijau, dan ada bercak-bercak hitam akibat serangan hama dan penyakit. Dari umbi kentang yang baik tersebut dilakukan grading (pengkelasan) dengan mengelompokkan kedalam beberapa kelas berdasarkan ukuran umbi, sebagai berikut: Kelas AL (>200 gram per umbi), Kelas A (120 - 200 gram per umbi), Kelas B (80 - 120 gram per umbi), dan Kelas C (50 - 80 gram per umbi). Masing-masing kelas ditempatkan dalam keranjang yang terpisah.PengemasanPengemasan umbi kentang merupakan kegiatan memasukkan dan menyusun hasil panen umbi kedalam suatu wadah atau tempat yang cocok dan baik, sehingga umbi tersebut terlindungi dari kerusakan mekanis, fisiologis, kimiawi, dan biologis, serta memperbaiki penampilan. Pengemasan bertujuan untuk melindungi hasil terhadap kerusakan, mengurangi kehilangan air, dan mempermudah dalam hal pengangkutan. Kemasan yang digunakan sesuai tujuan pemasaran, dapat berupa karung jaring plastik/waring/polinet/lainnya. Jika dari panen langsung dijual ke pasar, dapat dikemas dengan waring dengan berat sekitar 40 kg. Untuk pasar khusus, jenis kemasan dan berat disesuaikan dengan permintaan pasar. Perlu diperhatikan, bahwa kemasan harus baik yang memiliki syarat-syarat sebagai berikut: bersih, tidak toksik, dapat menjamin sanitasi (lingkungan yang sehat). Toksikogenik, yaitu hewan yg dapat menghasilkan toksin sehingga tumbuhan yg dimakannya akan mengalami keracunan.PenyimpananSetelah sortasi dan grading selesai, dilakukan penyimpanan umbi kentang untuk menunggu saat pemasaran yang tepat. Tujuan penyimpanan umbi kentang untuk memperpanjang ketersediaan umbi kentang, sehingga membantu memenuhi kebutuhan pemasaran dan distribusi. Penyimpanan umbi kentang untuk mencegah terjadinya pembusukan dan perkecambahan dini, serta menghilangkan panas akibat respirasi. Selama penyimpanan, cahaya harus dihalangi karena untuk menghindari terbentuknya klorofil pada kulit umbi yang dapat menyebabkan penghijauan umbi sehingga terbentuk glikoalkaloid atau solanin yang beracun dan menyebabkan rasa pahit. Tempat penyimpanan atau gudang harus bersih, suhu antara 15oC-25oC dan kelembaban 65 - 70% selama 10 hari atau lebih untuk meningkatkan pembentukan peridermis dan penyembuhan luka akibat panen, ada ventilasi agar sirkulasi udara lancar. Sebelum masuk ke gudang, umbi ditempatkan dalam wadah, seperti kotak kayu/keranjang/lainnya sesuai grade/kelasnya. Setiap kelas dalam wadah yang sama, lalu wadah yang berisi umbi kentang masukan dalam ruang penyimpanan yang diatur dengan rapi.Kondisi penyimpanan umbi kentang paling ideal di dalam ruangan yang dilengkapi pengaturan kelembaban dan suhu yang tepat. Dalam berbagai tipe penyimpanan berskala besar yang modern, kentang disimpan pada tumpukan yang besar atau didalam ruangan. Tumpukan tersebut bila terlalu besar dapat mengganggu ventilasi dan menyebabkan rusaknya umbi yang berada di lapisan bawah tumpukan. Sebagian besar produsen memiliki ruang penyimpanan bersuhu rendah untuk memperpanjang umur simpan dan menyediakan pasokan kentang secara terus menerus. Selama penyimpanan terdapat berbagai gangguan, sebagian besar gangguan disebabkan oleh penanganan fisik yang keras dimulai pada saat panen hingga penyimpanan. Penyakit timbul biasanya disebabkan oleh adanya infeksi umbi sebelum disimpan. Dalam mengendalikan hama dan penyakit biasanya dilakukan sanitasi penyimpanan. Distribusi/PengangkutanDistribusi tidak lepas dari pengangkutan, umbi kentang yang siap dipasarkan, didistribusikan ke tempat-tempat pemasaran atau konsumen dengan cara diangkut menggunakan alat angkut seperti truk, mobil bak, gerobak atau lainnya atau disesuaikan dengan waktu dan jaraknya. Distribusi bertujuan untuk memindahkan umbi kentang agar sampai ke pasar atau konsumen dengan aman dan tetap berkualitas baik. Dalam distribusi harus diketahui terlebih dahulu tempat dan waktu harus dikirim dan dipilih kendaraan yang aman sehingga umbi tetap berkualitas baik. Uraian di atas, mudah-mudahan bermanfaat bagi Penyuluh Pertanian sebagai bahan materi penyuluhan kepada petani kentang dan selanjutnya petani mampu menerapkan, sehingga produk kentangnya tetap bermutu baik serta dapat bersaing di pasaran, dan akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. (Susilo Astuti H. – Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber Informasi:1. Standar Operasional Prosedur Budidaya Kentang/ Varietas Granola (Solanum tuberosum L). Kabupaten Badung Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Obat. 2015.2. Ika Rochdjatun S. Tanaman Kentang dan Pengendalian Hama Penyakitnya. Malang: Universitas Brawijaya, Cetakan Pertama. 2011.3. Dari berbagai sumber.