Loading...

MENJAGA KUALITAS BAWANG PUTIH TETAP BAIK

MENJAGA KUALITAS BAWANG PUTIH TETAP BAIK
Hasil panen bawang putih agak tahan disimpan, tetapi tidak menutup kemungkinan rusak sebelum ke konsumen. Pada umumnya bawang putih dikonsumsi dalam bentuk segar, maka harus dijaga tetap berkualitas baik agar aman dikonsumsi. Kualitas bawang putih hanya dapat dipertahankan tidak dapat diperbaiki. Berikut cara untuk menjaga bawang putih tetap berkualitas baik sampai ke konsumen, yang meliputi kegiatan: panen, pembersihan, penyortiran, klasifikasi, penyimpanan, dan pengemasan. PanenPanen bawang putih merupakan kegiatan pengambilan umbi yang sudah menunjukkan ciri masak panen optimal, antara lain: 1) Tangkai daun berubah warna dari hijau segar menjadi kekuningan yang bukan disebabkan oleh penyakit tanaman; 2) Pangkal batang umbi bawang putih mulai mengeras; dan 3) Umbi mulai keluar di permukaan tanah. Tanaman bawang putih dapat dipanen pada umur antara 105 – 110 hari. Adapun cara panen bawang putih, sebagai berikut: 1) Sehari sebelum panen, dilakukan penyiraman pada pagi hari dan pada sore harinya, lalu dilakukan penggemburan lahan pertanaman bawang putih; 2) Sehari kemudian, dilakukan pencabutan tanaman bawang putih sampai semua umbi terangkat dan dilakukan dengan hati-hati agar umbi tidak patah; 3) Tanaman bawang putih yang telah dicabut diikat dan dikumpulkan di tempat yang teduh; 4) Bawang putih yang sudah dipanen ditimbang, lalu dibawa ke tempat pengumpulan hasil panen untuk dibersihkan. Pembersihan Pembersihan hasil panen bawang putih merupakan proses menghilangkan kotoran yang menempel pada umbi bawang putih. Cara membersihkan bawang putih sebagai berikut: 1) Segera setelah dipanen, bawang putih dijemur di bawah sinar matahari selama 3 hari; 2) Lalu bagian akar dipotong dengan menggunakan pisau atau gunting yang tajam; 4) Sehari kemudian, potonglah batang semu 3 cm dari umbi; 5) Umbi yang telah bersih ditimbang, lalu ditempatkan di atas terpal atau dalam keranjang dan dikering anginkan serta hindari terkena sinar matahari langsung, selanjutnya dilakukan penyortiran. Penyortiran Selah dilakukan pembersihan umbi, lalu dilakukan penyortiran, yaitu kegiatan memisahkan umbi bagus dan umbi yang rusak (luka, busuk atau cacat). Umbi yang bagus dengan ciri, antara lain: memiliki tekstur keras, permukaan cukup rata, tidak cacat, dan sehat (tidak terinfeksi hama dan penyakit). Siung bawang putih yang rusak dipisahkan karena mudah terkena infeksi mikrobia pembusuk. KlasifikasiUmbi yang bagus diklasifikasi, yaitu dikelompokan berdasarkan kualitas dan ukuran besar/berat dari umbi. Contoh: kelas mutu I berdiameter lebih 3 cm, kelas mutu II berdiameter lebih 2 - 3 cm, dan kelas mutu III berdiameter 2 cm. Masing-masing kelas ditaruh dalam satu keranjang yang telah dipersiapkan sebelumnya. PenyimpananPenyimpanan merupakan kegiatan menjaga kualitas umbi bawang putih tetap baik dalam tempat/gudang/ruang penyimpanan selama menunggu saat pemasaran yang tepat. Standar tempat/gudang/ruang penyimpanan bawang putih, sebagai berikut: 1) Atap sebaiknya dari seng, agar ada penerangan dapat digunakan beberapa atap dari fiber glass; 2) Harus tertutup, ventilasi cukup baik, suhu ruangan 25 – 30oC dan kelembaban 70 – 75%; 3) Di dalam gudang dibuat rak-rak dan apabila akan digunakan harus bersih. Adapun cara menyimpan bawang putih di dalam gudang, sebagai berikut: 1) Bersihkan rak-rak serta lantai gudang dengan air dan disabun; 2) Tunggu kondisi gudang sampai kering baru dapat digunakan untuk menyimpan, yaitu umbi bawang putih ditaruh pada rak-rak di dalam gudang; dan 3) Waktu penyimpanan bawang putih untuk konsumsi maksimal 2 bulan. PengemasanPengemasan merupakan kegiatan melindungi umbi bawang putih yang bertujuan untuk menghindari kerusakan mekanis, menambah daya tarik konsumen, dan memperpanjang masa simpan. Kemasan bawang putih harus menggunakan bahan yang kuat dan aman untuk memudahkan distribusi dan melindungi umbi dari kerusakan mekanis dan kerusakan fisiologis serta memperbaiki penampilan. Cara pengemasan bawang putih, sebagai berikut: 1) Menyiapkan peralatan, seperti: timbangan, karung jala, ember, tali plastik, jarum jahit karung, dan label; 2) Umbi bawang putih dikemas sesuai dengan tujuan pemasaran, antara lain: 1) Dijual ke pasar lokal dengan kemasan karung yang berisi 25 – 40 kg; 2) Pemasaran jarak jauh misalnya di luar pulau dengan kemasan dalam karung berisi 50 kg dan atau 100 kg; atau 3) Disesuaikan dengan permintaan pasar. Semoga bermanfaat.Penulis: Susilo Astuti Handayani - Penyuluh Pertanian Pusluhtan. Sumber informasi:1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Bawang Putih (Allium sativum L) Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. 2009.2. Profil Bawang Putih. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.3. Tata Cara Penerapan dan Registrasi Kebun dan Lahan Usaha dalam Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik. Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. 2010.