Seperti hasil tanaman lainnya, buah naga mempunyai sifat mudah rusak dan dikonsumsi dalam bentuk segar, maka harus dijaga tetap berkualitas baik agar aman dikonsumsi. Kualitas buah naga hanya dapat dipertahankan tidak dapat diperbaiki. Berikut cara untuk menjaga buah naga tetap berkualitas baik sampai konsumen, yang dimulai dari kegiatan panen, penyortiran dan klasifikasi buah, serta pengemasan. PanenPanen merupakan kegiatan memetik buah naga yang meliputi kegiatan-kegiatan: penyiapkan alat panen, pemilihan buah yang siap dipetik, penetapan waktu panen, dan pemetikan buah yang benar. Alat yang digunakan untuk panen buah naga terdiri dari gunting pangkas ranting, keranjang panen, daun kering atau kertas koran bekas, dan gerobag sorong. Gunting pangkas ranting harus tajam digunakan untuk memotong buah naga dari batang/cabang. Keranjang panen untuk menempatkan buah naga yang telah dipetik dari batang/cabang dan bagian dasar keranjang diberi daun kering atau koran bekas. Gerobag sorong digunakan untuk mengangkut buah naga dari kebun ke tempat penampungan. Pemilihan buah naga yang siap dipanen, yaitu memilih buah naga dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1) Kulit buah sudah berubah warna menjadi merah tua atau merah mengkilap; 2) Mahkota buah sudah mengecil; 3) Jumbai buah sudah berubah menjadi warna kemerahan; 4) Pangkal buah keriput serta kering; dan 5) Bentuk buah bulat besar dengan berat masing-masing buah sekitar 400 - 600 gram. Sedangkan waktu panen buah naga sebaiknya dilakukan pagi hari antara pukul 06.00 - 09.00 atau sore hari antara pukul 15.00-17.00. Pemanenan dilakukan saat cuaca cerah tidak sedang hujan. Hindari pemanenan kondisi lembab karena dapat memicu serangan patogen saat penyimpanan buah. Pemetikan buah naga harus dilakukan secara benar untuk menjaga kualitas buah tetap baik, caranya sebagai berikut: buah naga yang siap dipetik, dipotong pada tangkainya dengan menggunakan gunting pangkas yang tajam, jangan sampai merusak cabang tempat atau letak buah tersebut. Ada dua letak buah naga, yaitu buah menempel pada cabang dan buah bertangkai panjang. Cara pemotongan buah yang menempel pada cabang: buah yang akan dipetik dipegang, lalu digerakan ke samping dan kanan-kiri atau ke atas-bawah sebelum dipotong. Bila buah menempel rapat pada cabang atau batang maka pemotongannya dilakukan pada bagian tepi cabang di sekitar buah. Sedangkan cara pemotongan buah yang bertangkai panjang lsebih mudah, yaitu buah dipotong dengan menggunakan gunting yang diselipkan di antara buah dan cabang, lalu tangkai buah dipotong. Gunting yang digunakan berupa gunting pangkas ranting yang salah satu sisinya tajam. Pemetikan buah naga dilakukan dengan hati-hati jangan sampai melukai buah maupun cabang tempat buah menempel. Setelah dipetik, buah naga dibungkus menggunakan kertas koran lalu diletakkan ke dalam keranjang dengan posisi tangkai buah di bawah. Sebelumnya, dasar keranjang diberi alas daun kering atau kertas koran. Buah naga hasil panen diatur dalam keranjang sehingga membentuk lapisan-lapisan, setiap lapisan dipisahkan menggunakan daun kering atau kertas koran, sehingga dapat mengurangi tekanan buah naga pada lapisan di atasnya. Lapisan paling bawah daun kering atau kertas koran, di atasnya lapisan buah naga, di atasnya lagi lapisan daun kering atau kertas koran, lalu di atasnya lapisan buah naga, dan seterusnya. Perlu diperhatikan, tinggi lapisan buah naga di keranjang tidak lebih dari tiga lapis agar buah bagian bawah tidak menerima beban terlalu berat. Keranjang panen tersebut harus ditaruh di tempat teduh. Jika pemetikan sudah selesai, keranjang yang berisi buah naga diangkat ke tempat penyimpanan dan segera dilakukan penyortiran. Penyortiran dan Klasifikasi Buah Penyortiran buah naga merupakan kegiatan memisahkan buah naga yang bagus (utuh dan sehat) dari buah naga yang rusak, busuk atau cacat. Lalu buah naga yang bagus diklasifikasi, yaitu dikelompokan berdasarkan berat setiap buah menjadi: 1) Golongan A dengan berat lebih 400 gram; 2) Golongan B dengan berat 300 - 400 gram; 3) Golongan C dengan berat kurang dari 300 gram. Lalu dilakukan pengemasan. Pengemasan BuahPengemasan buah merupakan kegiatan penyusunan buah dalam suatu wadah dengan tujuan untuk melindungi buah dari kerusakan fisik selama proses penyimpanan dan pengangkutan sampai konsumen, agar kulit buah tetap utuh dan segar. Alat pengemas digunakan kardus bersekat/streroform buah. Cara pengemasannya, buah naga yang mememiliki berat buah yang sama dikemas dalam satu kardus. Selanjutnya kemasan siap untuk disimpan atau dikirim/dipasarkan. Semoga bermanfaat. (Penulis: Susilo Astuti Handayani – Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Informasi:1. Daniel Kristanto. 2008. Buah Naga, Pembudidayaan di Pot dan di Kebun. Penebar Swadaya. 2. Anonim, 2003. Menanam Dragon Fruit/Buah Naga. MIM Mojokerto. 3. Hasil Kajian dan Pengalaman di Lapangan oleh Pemuda Tani Sukoharjo dan Petani Mitra.