Loading...

MENJAGA KUALITAS DAN MUTU BUAH DENGAN PEMBOSONGAN PISANG AGAR TAMPIL MULUS DAN BERSTANDAR NASIONAL INDONESIA

MENJAGA KUALITAS DAN MUTU BUAH DENGAN PEMBOSONGAN PISANG AGAR TAMPIL MULUS DAN BERSTANDAR NASIONAL INDONESIA
Buah pisang merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat potensial dikembangkan untuk menunjang ketahanan pangan, karena keunggulannya. Tanaman pisang mempunyai potensi untuk dikembangkan karena tanaman pisang cepat menghasilkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Disamping itu untuk menaikkan pendapatan petani pisang maka perlu dilakukan penanaman jenis pisang yang sesuai dengan spesifik lokasi, permintaan pasar mempunyai harga jual lebih tinggi. Pisang dapat dikembangkan sebagai bahan baku industri tepung pisang, produk olahan lainnya serta dapat dikonsumsi langsung. Tanaman pisang dapat berproduksi sepanjang tahun dan dapat tumbuh hampir di seluruh pelosok Indonesia. Adapun sentra produksi pisang di Indonesia tersebar di 16 propinsi dan 70 kabupaten. Masalah yang timbul dalam usahatani pisang yang baik dan sehat hampir tidak pemah dilakukan oleh petani, kebanyakan petani kurang memperhatikan cara budidaya pisang yang baik yang dimulai dari cara penanaman, mengatur jarak tanam, pemeliharaan (penjarangan anakan, penyiangan, pemupukan), dan pengelolaan tandan buah pisang (pemotongan jantung pisang) pembrongsongan , sehingga kualitas buah dan jumlah produksi yang dihasilkan tidak optimal. Selain itu juga kurang memperhatikan lingkungan tumbuh yang tidak terpelihara dan tidak adanya penyiangan baik pada tanaman pisang sehingga menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit, seperti nematoda dan penyakit darah. Kewaspadaan petani kita kurang memperrhatikan mengenai penularan penyakit pada tanaman pisang, padahal penyakit ini mudah menular pada tanaman lainnya yang terjadi melalui bibit, tanah, air irigasi, alat-alat pertanian dan serangga. Hal demikian mengakibatkan produktivitas pisang menjadi sangat rendah dan kualitas produk tidak memadai. Sehingga hal ini menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan/permintaan produk pisang yang berkualitas bermutu baik dan pada akhirnya juga mempengaruhi perkembangan argoindustri terutama industri hilir. Bahkan karena standar mutu dan ketidak sinambungan produksi tersebut permintaan pasar agak sulit terpenuhi. Agar produksi pisang Indonesia dapat bersaing dengan pisang luar negeri maka penerapan teknologi perbaikan dalam sistem produksi pisang perlu menerapkan SOP budidaya secara baik. Sehingga dalam memproduksi pisang dapat secara efisien untuk menghasilkan produk bermutu, berkualitas dan ramah lingkungan sesuai permintaan pasar. Untuk menjaga tuntutan kualitas dan mutu buah pisang agar tampil mulus berstandar nasional indonesia (SNI) yang berklasifikasi baik seperti kesamaan Bobot/Sisir, Panjang Jari seragam, Diameter yang sama rata, Keseragaman Kultivar - seragam, Kulit mulus dan bebas hama dan penyakit, maka perlu melakukan penerapan salah satu inovasi teknologi yaitu dengan cara melakukan pembrosongan buah secara serius. Selanjutnya bagaimana cara melakukan pembrosongan buah agar buah pisang tetap terjaga mutu dan kualitasnya dapat diuraikan sebagai berikut; Cara melakukan Pembrongsongan Untuk Menjaga Kualitas Dan Mutu Buah Pisang Agar Tampil Mulus Standar Nasional Indonesia adalah; Mempersiapkan Alat dan Bahan : Tangga untuk membantu pengerondongan/ pembrongsongan pada tanaman yang tinggi. Alat pemasang kerodong/brongsong untuk membantu pemasangan plastik polyethilene biru/pembungkus berpori pada tandan buah. Polyethilene biru (ketebalan 0,03 – 0,04 mm, panjang 150 cm dan diameter 85 cm) atau pembungkus berpori. Untuk membungkus buah agar terlindung dari serangan OPT sehingga buah mulus dan bersih. Cara melakukan pemasang kerodong/brongsong : Pengerodongan dilakukan pada saat seludang pisang pertama belum membuka dan jantung pisang sudah mulai merunduk. Pengerodongan dilakukan dengan menggunakan plastik berwarna biru (polyethilene)/pembungkus berpori, dengan mengusahakan agar semua jantung pisang masuk kedalam plastik kerodong. Secara berkala dilakukan pemeriksaan untuk mencegah tersangkutnya kelopak bunga yang sudah terlepas agar tidak membusuk pada tandan buah. Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk menghindari terjadinya kerodong plastik tertempel pada buah. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber : Balitbangtang, SOP Pisang Gunung Kidul dan Berbagai sumber media elektronik (Internet) Gambar : SOP Gunung Kidul