Loading...

MENTAN DAN PANGLIMA TNI BERKOLABORASI TANAM SERENTAN DAN PASANG FIBER BARIER SISTEM MENGATASI HAMA TIKUS DI KABUPATEN KLATEN

MENTAN DAN PANGLIMA TNI BERKOLABORASI TANAM SERENTAN DAN PASANG  FIBER BARIER SISTEM MENGATASI HAMA TIKUS DI KABUPATEN KLATEN
Peristiwa yang jarang terjadi Panglima TNI dan pasukannya terjun ke sawah membantu petani mengolah tanah, menanam dan mengendalikan hama tikus melalui teknologi dan sarana prasaranan yang disiapkan kementerian pertanian untuk suksesnya swasembada pangan nasional. Acara diawali dengan olah tanah menggunakan hand tractor, tanam padi menggunakan power weeder dan pemasangan pagar fiber barier system untuk pengendalian hama tikus oleh Mentan dan Panglima TNI. Menteri Pertanian Suswono dalam sambutanya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang peduli terhadap kondisi petani yang sangat terbatas sumber dayanya, sehingga melalui kolaborasi atau kerja sama yang sinergis antara Kementerian Pertanian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), kedaulatan pangan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan dapat terwujud dan terjaga dengan kuat. Kegiatan gerakan olah tanah, tanam serentak dan pengendalian hama tikus di laksanakan di Desa Taji Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten pada hari Senin (23/12/2013) dihadiri semua stakeholder pelaku utama, pelaku usaha, aparat sipil militer dan tidak ketinggalan jajaran penyuluhan, karena penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian punya peran strategis dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui peningkatan pengetahuan sikap dan ketrampilan, peningkatan usaha agribisnis dan pengembangan kelembegaan petani. Dalam kesempatan tersebut Jenderal Moeldoko menyinggung tentang konsep doktrin pertahanan semesta, yang intinya bahwa TNI selalu bersama rakyat dalam berjuang di saat perang maupun damai, melalui olah tanah dan tanam serentak bersama rakyat, diharapkan dapat menekan cost pruduc (biaya produksi) yang harus di tanggung oleh petani, dan ke depan model corporad farming (pengelolaan lahan) dengan luasan tiap 25 ha, TNI dapat dilibatkan dan berperan sebagai operator alat mesin pertanian agar proses olah tanah dan tanam serentak berjalan dengan cepat, serentak dan cakupan yang luas. Ghozali Amin - admin Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}