Loading...

Menumpuknya Stok Gabah Dan Beras Dikecamatan Parigi Selatan

Menumpuknya Stok Gabah Dan Beras Dikecamatan Parigi Selatan
Harga beras petani di kecamatan parigi selatan anjlok, petani pun harus menelan kerugian, rendahnya harga jual beras di tingkat petani terjadi sejak musim panen pertama di awal tahun. Menurut H. Makmur salah seorang petani didesa dolago angkat bicara. Beras dengan berat 50 Kg hanya di hargai Rp 400 ribu oleh si pembeli yang datang langsung ke penggilingan. Padahal sebelumnya untuk beras berat 50 Kg biasanya mencapai harga jual Rp 450 hingga Rp500 ribu, ini untuk beras berkualitas bagus. Kepala UPTD Kecamatan Parigi Selatan Ramadhan Firman menerangkan, dengan harga jual seperti sekarang ini tentu tidak seimbang dengan pengeluaran para petani di saat musim tanam tiba. Lanjutnya, belum lagi banyak petani yang ketika musim tanam tiba harus berhutang kepada tengkulak untuk dapat mengolah lahan sawahnya, dengan demikian jika ditaksir pendapatan petani untuk kehidupannya hanya mendapat 250 ribu perkarung isi 50 Kg. Penyebab salah satu turunya harga kemungkinan besar disebapkan adanya Covid dimasa Pandemic, sehingga banyak daerah yang melakukan Lockdown atau bisa disebapkan dikarenakan panen raya yang terjadi di 4 Kecamatan Sausu, Balinggi, Torue dan Parigi Selatan. selain itu juga banyaknya stock gabah dan beras yang ada digilingan tetapi tidak adanya pembeli dan distributor. Dalam wawancara tersebut H. Makmur menyebutkan, perbedaan harga dengan tahun sebelumnya sangat turun drastis, sehingga harga jual petani panen sebelumnya biasa mencapai Rp. 8.500 sampai Rp 8.900 per kilo nya, untuk sekarang harga sampai dengan Rp. 8000/Kg. “Harapan untuk pemerintah kedepanya dalam hal ini Dinas terkait dapat menjamin harga yang stabil, walaupun dengan situasi panen raya” Panen raya kali ini sangat menguntungkan petani karena kurangnya hama yang menyerang. hanya saja sangat di sesali banyaknya tumpukan beras yang ada di gilingan sekarang ini tidak ada pembeli yang mau membayar harga sesuai dengan harapan petani, *tuturnya. Sumber : Ramadhan Firman, SST Upload, Saldi, SST (Admin Kabupaten)