Loading...

Menyiapkan Bahan Tanam Karet yang Berkualitas

Menyiapkan Bahan Tanam Karet yang Berkualitas
Bahan tanam klon anjuran adalah bahan tanam klon yang diperbanyak secara okulasi. Dibandingkan dengan benih semaian, penggunaan bahan tanam klon sangat menguntungkan karena produktivitas tanaman lebih tinggi, masa tanaman belum menghasilkan lebih cepat, tanaman lebih seragam sehingga produksi pada tahun sadap pertama lebih tinggi serta memiliki sifat sekunder yang diinginkan seperti relatif tahan terhadap penyakit tertentu, batang tegap, responsif terhadap stimulant dan pupuk, serta volume kayu per pohon tinggi. Untuk mendapatkan bahan tanam karet yang bermutu baik, perlu diperhatikan proses pengadaan serta standar mutu benih yang dihasilkan. Jika semua standar mutu pada setiap tahapan kegiatan telah diterapkan, diharapkan masa tanaman belum menghasilkan menjadi lebih singkat 5-10 bulan dan produksi pada tahun sadap pertama meningkat 110-500 kg/ha/tahun. Potensi klon akan tercapai apabila digunakan bahan tanam bermutu baik dan menerapkan teknis budidaya anjuran.Kualitas dan mutu benih harus diperhatikan mulai dari biji untuk batang bawah, sampai bibit karet yang siap ditanam. Biji untuk batang bawah: Berasal dari pohon induk kebun sumber biji yang sudah ditetapkan, merupakan biji dengan kualitas baik dan matang fisiologis (segar, > 70% bernas, mengkilat, tidak berlobang dan tidak cacat), biji diseleksi dengan perendaman dalam air; Biji disemai dan dipindahkan ke pembibitan: Biji disemaikan dalam bedengan dengan media pasir atau serbuk gergaji dengan ketebalan 10-15 cm, disemai secara teratur atau ditebar. Pilih kecambah yang baik dan sehat yaitu kecambah yang muncul ? 21 hari setelah pendederan. Akar tunggang lurus dengan stadia pancing sampai jarum. Penanaman dilakukan dengan tugal.Pemeliharaan bibit batang bawah: Penyulaman dilakukan dengan mengganti tanaman yang mati paling lama satu bulan setelah penanaman. Pengendalian gulma dilakukan dengan manual pada saat tanaman muda dan atau secara kimia saat batang sudah berwarna cokelat. Satu bulan setelah tanam dilakukan pemupukan. Pengendalian penyakit dilakukan pada saat daun masih muda menggunakan fungisida dengan dosis dan interval aplikasi sesuai anjuran. Bibit yang siap diokulasi yaitu bibit yang pertumbuhannya seragam dan sudah mencapai umur tertentu untuk kriteria okulasi hijau (umur batang bawah 4-6 bulan) dan okulasi cokelat umur 8-18 bulan. Mata okulasi (entres): (1)Berasal dari kebun entres yang telah dimurnikan, terawat baik dan terdiri dari klon-klon anjuran; (2) Umur dan kriteria panen disesuaikan dengan teknik okulasi yang digunakan. Panen untuk okulasi hijau umur tunas 3-4 bulan, diameter 0,5-1 cm dan warna hijau, sedangkan untuk okulasi coklat umur tunas 7-18 bulan, diameter 2,5 cm dan warna coklat. (3) Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan menggunakan gunting pangkas atau gergaji entres. (4) Pemotongan dilakukan pada saat payung teratas kondisi dorman, dan ditandai dengan kulit mudah terkelupas.Okulasi: (1) Pilih batang bawah yang sudah mencapai kriteria tertentu sesuai dengan teknik okulasi, selanjutnya dibersihkan dari kotoran; (2) Dibuat jendela okulasi dengan dua irisan vertikal sejajar sepertiga dari ukuran batang bawah setinggi 5-10 cm dari permukaan tanah; (3) Dibuat potongan horizontal di atas atau di bawah dua irisan vertikal; (4) Diambil perisai mata dari entres sedikit lebih kecil dari ukuran jendela okulasi; (5) Perisai mata ditempelkan pada jendela okulasi , dan dibalut dengan plastik okulasi; (6) 3-4 minggu setelah okulasi plastik okulasi dibuka, jika mata tempel berwarna hijau berarti okulasi jadi. Satu minggu kemudian bibit siap dipotong dan dibongkar menjadi stum mata tidur,Stup mata tidur: (1) Bibit yang baik adalah bibit dengan akar tunggang tunggal yang lurus dengan panjang minimal 30 cm dan akar lateral 5-10 cm; (2) Apabila akar tunggangnya bercabang 2 atau lebih dapat dipotong dan disisakan satu akar yang kuat dan lurus . Akar tunggang yang menjari, bengkok dan berdengkol tidak boleh digunakan; (3) Stum segar ditandai dengan masih mengeluarkan lateks, pertautan mata okulasi sempurna dan bebas dari serangan jamur akar putih.Bahan tanam dalam polybag: (1) Tinggi tunas payung pertama > 20 cm diukur dari pertautan okulasi sampai ke titik tumbuh dengan diameter 8 mm pada ketinggian 10 cm dari pertautan okulasi dengan sudut tunas kurang lebih 200; (2) Payung dalam kondisi dorman, daun tua dan berwarna hijau segar dan sehat. (Sri Wijiastuti, pada Pusluhtan, BPPSDMP)Sumber: 1. Pedoman Budidaya Karet (Hevea brasiliensis) yang Baik. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. 2014. 2. Memilih Benih Karet yang Baik dan Benar. Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur. 2013.