Loading...

Menyimpan Air Dengan Waduk Mini

Menyimpan Air Dengan Waduk Mini
Waduk mini (selanjutnya disebut embung) adalah embung yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan pada musim hujan dan menggunakan air dalam embung pada musim kemarau. Dengan adanya perubahan iklim yang menyebabkan musim hujan dan kemarau tidak tentu, sehingga diperlukan teknologi pemanenan air hujan (rainwater harvesting) dalam bentuk waduk, waduk kecil atau embung dengan teknik budidaya dan pola tanam yang tepat. Hal-hal yang harus dipenuhi apabila akan membangun waduk mini/embung antara lain letak, jenis tanah dan ukuran.Letak, waduk pada lahan dengan topografi datar sampai bergelombang dengan kemiringan 0-15%. Hal ini mempertimbangkan aliran permukaan (run off water) dapat mengisi embung secara penuh penuh. Embung dibangun tidak jauh dari saluran air permukaan agar air yang mengalir mudah mengalir ke embung. Untuk embung individu di buat disudut lahan agar tidak menggangu waktu pengolahan lahan. Sedang embung yang dibuat untuk kelompok sebaiknya di bangun di lahan bengkok atau lahan hibah (perorangan atau milik kelompok tani).Jenis tanah yang cocok untuk embung adalah tanah dengan komposisi campuran pasir, debu dan liat yang seimbang, agar menghindari jenis tanah yag berpasir atau berkerikil. Tanah dengan kandungan liat tinggi tiadak cocok karena saat kering tanah retak-rtak dan tebing embung mudah longsor.Ukuran, embung individu berukuran 5x5 m2, 5x10m2, 10x10m2 dengan kedalaman2,5-3m dibangun untuk kepemilikan lahan 0,25-0,50m. Ukuran embung kelompok 10x50m2, 20x25m2, 10x25m2 dengan kedalaman 2,5-3mManfaat Waduk mini sangat bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup antara lain ditinjau dari aspek: 1) irigasi, waduk sebagai sumber pengairan lahan maupun sawah; 2) Sebagai pembangkit listrik tenaga air; 3) pemenuhan kebutuhan air dalam kehidupan sehari- hari; 4) penyedia stok atau persediaan air minum. Apabila musim kemarau datang, banyak ditemukan sumber air yang mengering, maka air waduk dapat digunakan sebagai alternatif air minum bagi manusia juga bagi ternak; 5) sebagai pelestari lingkungan seperti tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai macam biota air khususnya biota air tawar, karena hampir semua waduk merupakan waduk air tawar; 6) sebagai sumber kegiatan ekonomi tempat budidaya ikan air tawar. Selain bisa menjadi sumber makanan bagi manusia dan juga beberapa hewan seperti ikan-ikan di dalam waduk tersebut juga bisa membangkitkan gairah manusia untuk memancing hal ini dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Selain itu dapat dipergunakan untuk mengembangkan budidaya tanaman air tertentu misalnya kangkung air, enceng gondok. Kangkung air yang dapat digunakan untuk dijadikan pakan ternak. Sementara enceng gondok dapat digunakan untuk membuat berbagai macam jenis kerajinan seperti tas, kursi, meja, dan barang-barang lainnya yang bisa dibuat dengan menggunakan anyaman. Industri kerajinan enceng gondok ini sangat diminati oleh wisatawan-wisatawan mancanegara; 8) enceng gondok dapat menjadi sumber makanan ikan air tawar; 9) sebagai sarana hiburan dan rekreasi, selain dinimkati keindahannya di lokasi bendungan juga digunakan untuk beberapa aktivitas wisata seperti bermain kereta air (jika memang disediakan); dan 10) sebagai tempat edukasi atau pendidikan dan sebagai sarana pembelajaran dan penelitian.Konservasi Air EmbungKonservasi air embung dimaksudkan untuk menekan laju perkolasi dan rembesan air ke samping dan evaporasi. Perkolasi dapat dikurangi dengan memberikan kapur kedasar embung, kemudian dasar embung dilumpurkan. Pemberian kapur dapat berfungsi sebagai perekat butir halus tanah, selanjutnya pori-pori tanah dapat tertutup dan dasar embung akan menjadi padat. Untuk mengurangi terjadinya perembesan air ke samping, bagian pinggir embung ditalud. Sedang untuk mengurangi evaporasi dapat dilakukan dengan cara pinggiran embung ditanami pisang, papaya atau tanaman lain yang dapat berfungsi sebagai penahan air dari tiupan angin yang mempercepat terjadinya erosi. Untuk embung skala kecil dapat dilakukan dengan menutup embung dengan para-para/anjang-anjang kemudian pinggiran embung ditanami tanaman menjalar dan dibiarkan tumbuh dan menjalar ke para-para sehingga melindungi embung dari terjadinya evaporasi